-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Saturday, November 12, 2016

Pelantikan Direktur Umum Dan Direktur Air Limbah PDAM Tirtawening Kota Bandung

Walikota Bandung Ridwan Kamil melantik Dirum dan Direktur Air Limbah PDAM Tirtawening
Walikota Bandung Ridwan Kamil melantik Dirum dan Direktur Air Limbah PDAM Tirtawening
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memiliki dua direktur baru untuk periode 2016-2019, yakni Direktur Umum yang dijabat oleh Trisna Gumilar dan Direktur Air Limbah yang dijabat oleh Novera Deliyasma. Keduanya dilantik oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil di Kantor PDAM Tirtawening Kota Bandung, Jalan Badak Singa No. 10 Bandung, Jumat, (11/11/2016).

Jabatan tersebut merupakan hasil seleksi terbuka secara nasional yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Calon Direksi PDAM Tirtawening Kota Bandung. Setelah melalui seleksi yang ketat, kedua direktur yang berasal dari jajaran PDAM Tirtawening ini terpilih berdasarkan nilai tertinggi.

“(Keputusan) ini hasil dari seleksi nasional transparan, diseleksi oleh sekitar 6 penguji dan terpilih ternyata datang dari lingkungan PDAM sendiri. Jadi alhamdulillah berarti kaderisasi sangat baik dan memang bersaing. Tidak ada macem-macem. Memang kualitasnya ketika wawancara juga baik,” ucap Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai pelantikan.

Pada posisi sebelumnya, Trisna Gumilar menjabat sebagai Kepala Bagian Pencatatan Meter. Sedangkan Novera Deliyasma menjabat sebagai staf bagian Air Limbah di PDAM Tirtawening Kota Bandung. Wali Kota pun mengucapkan terima kasih kepada pejabat Direktur Air Limbah sebelumnya, Boy Tagajagawani.

“Tentunya saya mengucapkan terima kasih juga kepada Direktur Air Limbah yang terdahulu, Pak Boy, yang sudah melaksanakan kinerjanya dengan baik, dilanjutkan dengan dua direksi baru ini,” ucap Ridwan.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Wali Kota Bandung menitipkan agar pelayanan PDAM Tirtawening semakin ditingkatkan. Selain itu, ia menginginkan agar pegawai PDAM Tirtawening harus lebih disiplin sehingga mampu mewujudkan pelayanan dengan prinsip zero complain sebagaimana yang dijanjikan para direktur pada saat wawancara.

Ridwan Kamil juga menekankan agar pengelolaan air limbah bisa menjadi salah satu sumber pendapatan utama di samping air minum.

“Sekarang (air limbah) ini masih dinomorduakan. Nanti satu akses minum ke satu rumah berbarengan dengan satu akses air limbah sebagai satu paket pelayanan. Itu yang menjadi target,” ujar Ridwan.

Ia lantas mendorong agar para direktur dapat berinovasi dalam berkinerja. Salah satunya adalah dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengupayakan agar pelayanan PDAM Tirtawening semakin meluas di masyarakat Kota Bandung.

Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi berharap agar para direktur yang baru dapat mengimplementasikan gagasan-gagasan yang dipresentasikan di saat wawancara.

“Mimpi-mimpi yang pernah dia tawarkan dalam proposal fit and proper test bukan hanya sekadar mimpi. Nanti harus diwujudkan dan diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujar Sonny.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT

Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Kesehatan adalah hak dasar bagi setiap manusia, sehingga harus terus diperjuangkan peningkatan kualitasnya.

“Hal demikian di Kota Bandung merupakan modal dasar dalam membangun SDM masyarakat yang kreatif dan inovatif serta mampu menjadi penguatan peran kota sebagai smart city,”ujar Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial saat menyampaikan sambutan dalam acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ,bertempat di Aula Gedung Graha Binangkit PKK Kota Bandung, Jumat (11/11/2016).

Lanjut Oded menyampaikan, sebagaimana yang dimaklumi bersama bahwa kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan, maka dari itu tinggi rendahnya derajat kesehatan menjadi cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat,

“Nah kedepannya bagaimana kita meningkatkan pelayanan kesehatan yang disebabkan oleh kendala distribusi tenaga kesehatan, terbatasnya peralatan, logistik dsn biaya operasional. Apabila hal itu tidak diantisipasi dengan baik dikhawatirkan menghambat program yang telah di tetapkan,”jelasnya.

Lanjut ia menambahkan, maka dari itu kita perlu memastikan seluruh anggota masyarakat masuk dalam kepesertaan seperti bpjs,

“Hal tersebut memudahkan akses bagi warga kurang mampu memperoleh pelayanan dan fasilitas kesehatan yang layak,”jelasnya.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi hari ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong terciptanya pribadi dan lingkungan yang sehat,

“Dengan kegiatan ini juga perlu diarahkan pada penguatan peran sert partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan bidang kesehatan,”ujarnya.

Oded berharap dengan diselenggarakannya acara sosialisasi Germas ini bisa memberikan informasi yang jelas dan akurat khusunya di kota bandung,

“Mudah mudahan tingkat kesehatan di kota bandung juga lebih meningkat setelah adanya sosialisasi ini,”pungkas Oded.

Lanjut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung Nina Manarosana menyampaikan dalam laporannya, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat disebabkan kurangnya upaya yang signifikan,

“Oleh karena itu perlunya dorongan untuk perubahan pola hidup di masyarakat. Seperti makan buah buahan, sayuran serta tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol,”tuturnya.

Lanjut Nina menyampaikan, dengan demikian tujuan khusus dari sosialisasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat serta menurunkan faktor resiko utama penyakit menular,” jelasnya.

Ia berharap dengan acara sosialisasi ini masyarakat dapat lebih memahami perlunya hidup sehat,

“Insya Allah sosialisasi hari ini menghasilkan manfaat yang baik untuk hidup sehat ke depannya,”pungkas Nina.

Setelah sambutan, dilanjut dengan Penyerahan secara simbolis Pos Bindu (Pembinaan Terpadu) PTM (Penyakit Tidak Menular) Kit, dari anggota komisi IX DPR RI Ketut Sustiawan kepada Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Penandatanganan Kesepahaman Bersama Tentang Penanganan Banjir Di Cekungan Bandung Raya

Ridwan Kamil_Deddy Mizwar_penanganan banjir Bandung Raya
Walikota Bandung Ridwan Kamil bersama Wakil Gubernur JAbar Deddy Mizwar dan 4 pimpinan daerah
PORTALBANDUNG.COM --  BANDUNG. Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil beserta 4 pimpinan daerah se-Bandung Raya lainnya menandatangani Kesepahaman Bersama tentang penanganan banjir di cekungan Bandung Raya. PLH Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar juga turut menandatangani kesepahaman tersebut. Penandatanganan dilakukan di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (10/11/2016).

Ridwan Kamil menyambut gembira adanya komitmen tersebut. Menurutnya, hal ini akan dapat memudahkan koordinasi antar daerah sebab urusan banjir ini bersifat multisektoral.

“Saya sangat gembira karena ini yang ditunggu-tunggu, bahwa urusan banjir itu ada di lima kota/kabupaten. Masing-masing kami nggak bisa melewati batas kecuali dikoordinasikan oleh provinsi. Dengan lahirnya badan koordinasi ini tentunya kami enak,” ujar Ridwan saat ditemui usai penandatanganan.

Selama ini, Ridwan menambahkan, koordinasi antar wilayah di Bandung Raya ini kurang begitu baik sebab tiap-tiap pimpinan daerah perlu menghormati batas-batas wilayah masing-masing. Kini dengan koordinasi yang telah terbentuk, Ridwan akan menyinkronkan program-program yang dimilikinya dengan wilayah terkait.

“Kemarin karena nggak ada ini, kan kita mencari solusi versi sendiri-sendiri. Termasuk kayak urusan-urusan inovasi tol air dan lain-lain nanti kita sinkronkan juga,” ucapnya.

Salah satu isi dari kesepahaman tersebut adalah mengoptimalkan penanganan banjir Bandung Raya yang dilaksanakan secara komprehensif multipihak berdasarkan pemodelan numerik DAS Citarum Hulu. Pemodelan numerik ini adalah sistem penanganan banjir hasil kajian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain itu, tiap-tiap daerah akan membagi peran dalam format Rencana Aksi Multipihak Implementasi Pekerjaan (RAM IP) untuk pengurangan genangan banjir di Cekungan Bandung Raya yang terbagi menjadi penanganan struktural, non struktural, dan kultural.

Di samping itu, kota/kabupaten di Bandung Raya akan pula mengintegrasikan kebijakan, program, dan kegiatan pemerintahan pusat, pemerintahan daerah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah kabupaten/kota beserta pemangku kepentingan di kawasan Bandung Raya sesuai dengan kewenangannya.

Khusus Kota Bandung, Ridwan akan menjalankan perannya dalam mengurangi genangan banjir ini dalam bentuk pembuatan danau retensi, perbaikan gorong-gorong, dan pencanangan program Satu Rumah Satu Sumur Resapan.

“Ini bagian yang bisa kami lakukan dalam imajinasi kami,” tandasnya. Hal ini juga merupakan rekomendasi hasil kajian dari Puslitbang SDA Kementerian PUPR.

Selain Ridwan Kamil, kesepahaman bersama ini ditandatangani pula oleh Bupati Bandung, Dadang M. Naser; Wakil Wali Kota Cimahi, Sudiarto; Bupati Sumedang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Zaenal Alimin; serta Bupati Bandung Barat yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin.

Selain kepala daerah, turut menandatangani pula pihak-pihak pemangku kebijakan terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah Bandung Raya, yakni Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Yudha Mediawan; Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang diwakili oleh Kepala Stasiun BMKG Bandung, Rifwar Kamin; serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Kepala Puslitbang Sumber Daya Air, William M. Putuhena.

Sumber : Humas Pemkot Bandung

DITUANGKAN DALAM BENTUK PERDA, KOTA BANDUNG RESMI MEMBENTUK BUMD INFRA INVESTAMA

Ridwan Kamil Oded M Danial Isa Subagja
Walikota Bandung Ridwan Kamil didampingi Wawalkot Oded M. Danial dan Ketua DPRD Kota Bandung Isa Subagja menandatangani Raperda Kota Bandung tentang BUMD Infra Investama
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Pemerintah kota bandung mempunyai perda yang akan melahirkan satu unit kerja yang di tunggu-tunggu, “Yaitu perusahaan daerah bandung infra investama yang akan mengelola semua aset aset yang dikembangkan menjadi properti, seperti apartemen rakyat. Sehingga dengan gesit bisa bergerak mencari pinjaman serta upaya dan sebagainya,” jelas Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD terkait Pengambilan Keputusan terhadap Raperda Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah Bandung Infra Investama di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (10/11/2016).

Lanjut ia menambahkan, khusus untuk bidang transportasi membantu di bidang cable car dan LRT, “Sehingga di bidang ini perda sangat membantu sekali, mudah mudahan apa rencana yang kita buat menjadi bermanfaat,”ujarnya.

Ridwan menambahkan, untuk bidang infrastruktur khusunya yaitu telekomunikasi, “Mudah-mudahan tiga sektor yang selama ini tersendat-sendat seperti APBD kurang dan infrastruktur dalam kerjasama pemkot juga memakan waktu terlalu lama. Insya Allah dengan adanya ini lebih baik dan ujungnya pelayanan kepada mssyatakat bisa lebih cepat dan merata,”jelasnya.

Ridwan menambahkan, bentuk kerjasama dengan perusahaan lain contohnya seperti Pasar Baru, “Antara PD Pasar mengelola aset, kerjasama dengan swasta dan hasilnya bikin bangunan seperti pasar baru. Nah bedanya ini bukan pasar, kita kelola seperti apartemen rakyat, pinjam uang ke bank untuk membangun sesuatu dan sebagainya. Jadi pola polanya bisa langsung di lakukan,”jelas Ridwan.

Lanjut ia menyampaikan, dalam waktu dekat ini pembangunan infrastruktur yang akan di garap seperti apartemen rakyat dan proyek fly over terus di kerjakan, “Insya Allah pembangunan dengan adanya pintu ini yaitu perda, pembangunan akan lebih cepat,”pungkas Ridwan.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

Arahan Wawalkot Dalam Rakor Pengembangan Usaha Ekonomi Bagi Pengurus LPM Kecamatan Dan Kelurahan Se-Kota Bandung

Wakil Walikota Bandung, Oded M.Danial
Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Dari berbagai evaluasi yang muncul dan di hadapi hari ini memang beragam, Sangat paham jika pelaksanaan inovasi di kewilayahan ini khususnya PIPPK bukan hanya sederhana dikatakan,

“Banyak aspek yang harus dibenahi, dari mulai merubah mindset. Mulai dari aparat kewilayahan, LPM, RT, RW ini belum sama. Oleh karena itu saya dan pak wali waktu tahun 2015, targetnya penyerapan yang bagus. Tentu 2016 ini diharapkan bukan hanya penyerapannya saja harus diperhatikan, tapi manfaat pelaksanaannya harus tepat sasaran,” jelas Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial memberikan sambutan dan arahan pada rapat koordinasi pengembangan usaha ekonomi masyarakat kelurahan bagi para pengurus LPM kecamatan dan LPM kelurahan se kota Bandung, bertempat di gedung Korpri Provinsi Jawa Barat, Jalan Turangga No. 25, Kamis (10/11/2016).

Lanjut ia menyampaikan, pemerintahan umum sebagai leading sector dipercayai oleh kewilayahan untuk memberikan pengembangan yang signifikan, “Oleh karena itu pak Andri sebagai kabag Pemum, saya memberikan arahan ini agar antara pemerintah dengan kewilayahan menjadi seimbang,” ujarnya.

Sehingga kegiatan ini jadikan sebuah bahan evaluasi ke depan. khusus urusan honor di kewilayahan jangan sampai tidak ada. “Mengapa saya berkata demikian, karena dalam islam mengatakan, Berikanlah Upah Sebelum Keringatnya Kering. Artinya menunjukan betapa pentingnya kita menghargai kinerja seseorang,” tuturnya.

Lanjut Oded menyoroti persoalan global, ketika program PIPPK ini di glontorkan, “Sesungguhnya persoalan di kemasyarakatan itu merupakan persoalan yang krusial, kadang kadang pak RW itu sebagai ujung tombak dan ujung tombok. Maka saya dan pak wali menghadirkan PIPPK ini untuk kesejahteraan di kewilayah. Dengan mengglontorkan anggaran hampir di atas 2 milyar pertahun, ternyata pelaksanaan tidak sederhana, harus diatur serinci mungkin untuk hasil yang baik,”ujarnya.

Oded berpesan, LPM ini merupakan tokoh masyarakat sebagai informaleader yang ada di wilayahnya masing masing serta lurah dam camatnya camatnya sebagai formaleader, “Maka dari itu, baik informa ataupun formaleader saya pikir itu sama saja, yaitu menjadi pemimpin di kewilayahan yang fungsinya memberikan masukan, arahan dan turun langsung ke lokasi untuk menghasilkan sebuah inovasi. Mudah-mudahan LPM seluruh Kota Bandung bisa memberikan kontribusi yang baik untuk wilayahnya,”pungkas Oded.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Sunday, October 30, 2016

BANDUNG KOTA PERTAMA TERBITKAN PERWAL BANGUNAN GEDUNG HIJAU

Walikota Bandung Ridwan Kamil
Walikota Bandung Ridwan Kamil
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil secara resmi mengeluarkan Peraturan Wali Kota Bandung No. 1023/2016 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk mengurangi konsumsi energi, emisi CO2 dan Konsumsi air dari gedung bangunan di kantor Puslitbang Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016).

Penerbitan peraturan ini sejalan dengan upaya Kota Bandung untuk menjadi salah satu kota pintar terkemuka di dunia yang ramah lingkungan dan memiliki warga dengan kualitas hidup yang tinggi.

“Jadi bangunan dari yang kecil sampai besar, mulai dari rumah sampai dengan gedung bertingkat untuk lulus sertifikasi hijau yaitu hemat air, hemat listrik, hemat energi, mendaur ulang serta memperbanyak ruang hijau sebagai syarat untuk mendapatkan IMB,” ujar Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan menuturkan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, jika peraturan ini diterapkan akan terjadi penghematan energi yang signifikan. Tak hanya energi, penghematan pun akan terjadi dalam hal pembiayaan.

“Peraturan ini dampaknya dalam 10 tahun akan menghemat biaya listrik setengah triliyun rupiah, mengurangi 260 ton CO2 setara dengan penanaman 90 ribu pohon mahoni dewasa,” terangnya.

Ridwan mengaku jika pemohon IMB tidak lulus sertifikat bangunan hijau, maka pemkot Bandung tidak akan memberikan IMB.

Lanjut Ridwan Peraturan yang akan berlaku mulai 1 Januari 2017 tersebut telah dirumuskan sebelumnya melalui kajian yang dilakukan selama 2 tahun sejak 2014 lalu. Kajian tersebut dilakukan Ditarcip Kota Bandung, para profesional dan dengan didukung Internasional Finance Corporation sebuah lembaga keuangan dari Bank Dunia.

Ridwan menjelaskan ada tiga jenis bangunan yang disebutkan dalam perwal tersebut, yaitu bangunan di atas 5000 meter, bangunan kurang dari 5000 meter dan bangunan rumah. Menurutnya bangunan yang mampu memenuhi syarat wajib akan diberikan sertifikat bintang 1, sementara jika dapat memenuhi syarat tambahan akan diberikan bintang 2 dan 3.

Ridwan akan menerapakan peraturan ini secara ketat, untuk itu sosialisasi dilakukan selama dua bulan kedepan. Nantinya para pendaftar akan diuji oleh lembaga independen yang dibentuk oleh Distarcip. Ridwan pun berharap peraturan ini dapat juga di lakukan di seluruh Kota dan Kabupaten se Indonesia.

“Dalam dua bulan ini, akan kita lakukan sosialisasi sepeti di sekolah-sekolah, forum profesional, depelover, CEO sehingga mereka paham. Harapannya, kalau Bandung bisa, kabupaten dan kota lain pun bisa, untuk itu saya mengajak Kementerian PUPR untuk mensponsori IFC untuk mensosialisasikan atau mewajibkan peraturan bangunan hijau ke 500 kabupaten dan kota,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Monday, October 24, 2016

TAHUN KE-4, PEMBANGUNAN FOKUS UNTUK KESEJAHTERAAN

Wakil Walikota Bandung Oded M Danial
Wakil Walikota Bandung Oded M Danial
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Menjelang tahun ke empat masa kepemimpinan ini, pemkot Bandung melalui Dinas Penanggulangan Kemiskinan dan Sosial ini, seluruh program dan kegiatan pengentasan kemiskinan akan difokuskan di satu dinas, mulai dari aspek pendidikan hingga bantuan sosial.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Tim TKPK Kota Bandung, Oded M Danial usai memimpin Rapat Kordinasi TKPK di Balai Kota Bandung, Senin (24/10/2016).

“Pa Wali di tahun ke empat ini konsen kepada tujuan utama untuk sebuah pembangunan yaitu kesejahteraan oleh karena itu fokusnya ini membuat SKPD baru yang memang fokus kesana yaitu dinas penanggulangan kemiskinan dan sosial,” terangnya.

Menurut Oded, berdasarkan data angka kemiskinan selama 5 tahun terakhir jumlahnya menurun. Dari tahun 2011 hingga 2015, secara jiwa berkurang 71.338 jiwa atau sekira 14,43 persen. Sementara secara Kepala Keluarga berkurang 11.618 KK atau 9,02 persen. “Target kita 1 persen tiap tahun sama dengan provinsi, kalo dibanding Kota Kabupaten lain di Jawa Barat pencapai kita sudah cukup baik,” terangnya.

Menurutnya pencapaian tersebut diraih karena didukung oleh banyak program yang tidak hanya sekadar memberi tapi lebih mengedukasi perubahan mindset dan pelatihan pelatihan melalui dinas-dinas.

“Gerakan terpadu kemiskinan ini, telah diimplementasikan di beberapa titik yang dinilai sangat tinggi seperti Kiara Condong, Jamika dan Babakan Ciparay, melalui dinas seperti edukasi tentang kesehatan dan pelatihan UMKM melalui Diskoperindag,” tegasnya.

Oded melanjutkan program tersebut sifatnya tak hanya memberikan. Selain program Rutilahu, program pendidikan, dan KUKM Indag semuanya memberikan pelatihan dan edukasi dan akan terus ditingkatkan di setiap tahunnya.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

Sunday, October 23, 2016

DIDUGA ADA PUNGLI DI FASILITAS PUBLIK DEPAN GEDUNG SATE

Bahu jalan sekitar jalan Gasibu dipakai tempat parkir
Bahu jalan sekitar jalan Gasibu dipakai tempat parkir
PORTALBANDUNG.COM --  BANDUNG. Aktivitas pungutan liar (pungli) diduga terjadi di Lapangan Gasibu, Jalan Dipenogoro, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Minggu (23/10/2016). Aktivitas pungli itu pun dikeluhkan pengunjung yang ingin menikmati fasilitas milik pemerintah provins Jabar di depan Gedung Sate itu.

Pantauan Tribun, aktivitas pungli itu diilakukan sejumlah pemuda yang tidak jelas legalitasnya. Mereka menarik sejumlah uang untuk parkir. Pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 3 ribu untuk memarkirkan motornya.

Pengunjung diberi karcis yang tak tertulis dasar hukum pemungutan dan besaran retribusinya. Dalam karcis itu hanya tertulis parkir Gazeeboe area Gasibu dan sekitarnya.
Karcis parkir di lapangan Gasibu, Minggu (23/10/2016)
Karcis parkir di lapangan Gasibu, Minggu (23/10/2016)
Salah satu pengunjung yang menjadi korban pungli, Ilah (25), mengaku kesal dengan tarif parkir itu. Sebab pelaku pungli itu menarik uang parkir terhadap setiap pengunjung dengan cara paksa.

"Ketika ditanya ini resmi mereka atau tidak mereka tidak jawab. Lalu mereka seenaknya kalau sudah dibayar, mereka tak membantu mengeluarkan motor kalau sudah selesai parkir," kata Ilah.

Tak hanya toilet, kegiatan pungli juga dilakukan di dalam toilet. Pengunjung yang ingi buang air kecil, air besar, dan mencuci tangan pun harus mengeluarkan kocek di fasilitas umum itu. Setiap pengunjung harus membayar Rp 2 ribu ke penjaga toilet yang duduk di pinggir pintu.

Melly (38), warga Kiaracondong, juga kesal dengan pungli di toilet. Sebab ia diminta uang setelah menemani anaknya buang air kecil. Alasannya, kata dia, untuk uang kebersihan.

"Seharusnya kan gratis, ini kan fasilitas publik. Masak ditarif. Kan anggaran revitaliasnya kan juga dari pajak kami," kata Melly.

Melly pun berharap pemerintah bisa menindaktegas kegiatan pungli di Lapangan Gasibu itu. Lagi pula keberadaan pihak yang melakukan pungli itu belum berlangsung menyusul Revitaliasi Lapangan Gasibu baru saja diresmikan pada September 2016. Sebagai pengunjung ia merasa dirugikan dengan adanya pungli itu.

"Kalau retribusi itu kan harus jelas, ini tidak jelas peruntukannya," kata Melly.

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2016/10/23/ada-pungli-di-fasilitas-publik-depan-gedung-sate?page=2

Saturday, October 22, 2016

KOTA BANDUNG AKAN MENJADI LOKASI PELUNCURAN PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH)

Wakil Walikota Bandung Oded M Danial dan utusan Kementerian PUPR
Wakil Walikota Bandung Oded M Danial dan utusan Kementerian PUPR
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Kota Bandung terpilih menjadi salah satu kandidat lokasi peluncuran program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang ditunjuk oleh Ditjen Cipta Karya Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini karena Kota Bandung dinilai banyak menggulirkan program inovasi pembangunan yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan Kementerian PUPR.

Hal tersebut disampaikan Konsultan Manajemen Pusat Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Damar Widiatmoko saat melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (21/10/2016).

Dikatakan Damar, Kementerian PUPR akan meluncurkan program-programnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat secara bersamaan pada Hari Jadi Kementerian PUPR. Rencananya, acara akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2016 mendatang.

“Tidak hanya program Kotaku yang akan diluncurkan, tetapi program pemberdayaan masyarakat lainnya yang juga dimiliki oleh Kementerian PUPR,” jelas Damar.

Saat ini, tim dari Konsultan Manajemen Pusat sedang mengkaji kota-kota yang cocok untuk dijadikan lokasi peluncuran program-program tersebut.

“Kami ingin melihat dulu sejauh mana program Kementerian PUPR yang melibatkan masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan dan pengendalian. Mana yang lebih siap, itu yang kami pilih,” ujar Damar.

Hal tersebut sangat diapresiasi oleh Oded selaku pimpinan daerah. Ia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Konsultan Manajemen Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandung.

Pada kesempatan tersebut, Oded memaparkan inovasi pembangunan unggulan yang ada di Kota Bandung, yakni Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Ia mengatakan, program ini dapat menstimulasi masyarakat untuk turut serta berperan dalam pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Melalui program PIPPK ini kami berikan 100 juta rupiah untuk setiap RW, Karang Taruna, PKK, dan LPM. Dengan demikian tidak ada sejengkal tanah pun di Kota Bandung yang tidak tersentuh pembangunan,” jelas Oded.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut tidak hanya dalam bidang infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, pengendalian sosial, pemeliharaan lingkungan, dan pelestarian budaya. “Kegiatan yang sedang berlangsung di tahun kedua ini berjalan dengan sangat baik,” kata Oded.

Untuk mendampingi tim konsultan, Oded menugaskan Kasubbag Bina Pemerintahan Kecamatan, Tatang Hamdani untuk menyediakan kebutuhan yang diperlukan, termasuk asistensi dalam melakukan peninjauan ke kewilayahan.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

ODED M DANIAL: AL-QURAN SEBAGAI WARISAN UNTUK MANUSIA

Oded M Danial khotib jumat
Wakil Walikota Bandung Oded M Danial menjadi khotib sholat jum'at
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menjadi khotib shalat jumat di masjid Ikhlasul Muawanah, komplek Citarip Barat RT 05 RW 09, kelurahan Kopo Kecamatan Bojolongloa Kaler Kota Bandung, Jumat (21/10/2016).

Dalam Khotbahnya Oded menyampaikan, ketika Allah menciptakan mahluknya yang diberi nama manusia, maka seiring dengan itu Allah menciptakan petunjuk hidupnya untuk manusia,

“Yaitu Alquran sebagai warisan untuk manusia,”jelasnya.

Ditambahkan olehnya, agar arah hidupnya bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, harus mengikuti petunjuk yang diberikan Allah,

“Yakni memahami Alquran dengan baik dan benar, dengan Al Quran semua kehidupan terdspst petunjuknya, dari mencari rejeki, jodoh, kwbahagiaan dan lain lain,”ujarnya.

Oded menceritakan sekilas tentang Nabi Muhammad,

“Ketika beliau masih hidup, berpesan kepada umatnya agar mampu menyelesaikan kehidupan susuai harapan. Nabi Muhammad berkata “Telah diwariskan kepada kalian pusaka yang berpegang teguh untuk jalan hidup yang benar, yaitu Al Quran,”kata Muhammad. Sehingga Allah dan Nabi Muhammad pun berpegang teguh Al Quran merupakan pedoman yang pasti untuk kehidupan,”jelas Oded.

Ditambahkan olehnya, Allah sengaja menggunakan kalimat warisan karena kita sebagai manusia mempunyai kedekatan dibandingkan mahluk lainnya,

“Oleh karena itu, kita sebagai manusia wajib bersyukur kepada Allah sudah diberikan warisan yang sempurna yaitu Al Quran,”jelasnya.

Lanjut ia menyampaikan, ada tiga golongan manusia yang memanfaatkan Al Quran dalam kehidupannya,

“Diantaranya manusia kafir yang tidak mempercayai Al Quran, manusia yang setengah-setengah, artinya ketika ia mendengarkan ceramah, ibadahnya meningkat dan ketika pergaulannya berubah, ia gaul dengan orang yang salah, maka imannya tidak kokoh. Lalu yang terakhir Sabigun atau Sabakoh artinya berlomba lomba, berusaha setelah menerima warisan, dari mulai membacanya, menafsirkannya dan melakukannya sesuai perintah Allah dalam alquran,”jelasnya.

Ditambahkan Oded, dari tiga golongan itu, sebagai umat muslim harus masuk golongan yang ke tiga,

“Sebab Allah menyukai orang yang memanfaatkan Al Quran sebagai jalan Hidupnya,”pungkas Oded.

Seusai melaksanakan Shalat Jumat, lanjut Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial melakukan diskusi ringan bersama warga Citarip.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

Friday, October 21, 2016

PEMIMPIN DI ERA MILENIAL DIGITAL

Walikota Bandung, M Ridwan Kamil

Oleh: Ridwan Kamil

"Tiap jaman ada pemimpinnya dan tiap pemimpin akan ada jamannya."

Begitulah kira-kira kata pepatah. Ada jamannya memimpin di era penjajahan ala Sukarno, memimpin di era transisi ala Mahathir, memimpin di era euforia demokrasi ala Gus Dur, dan memimpin di era milenial digital ala Obama.

Tiap jaman punya cara dan ekspektasi. Dahulu masyarakat butuh pemimpin dengan imaji panglima perang nan gagah memimpin di depan. Hari ini masyarakat mengharapkan pemimpin yang berbaur bergaya rakyat kebanyakan. Tidak gaptek dan mampu hadir memimpin di tengah.

Sejak dulu nilai dasar seorang pemimpin tidaklah berubah. Ia diharapkan berintegritas, visioner, berani, pengambil resiko, pemberi solusi, dan lainnya.

Namun, hari ini yang dicari adalah nilai tambah. Seberapa relevan gaya dan cara memimpin di jaman yang serba transparan, serba cepat, serba interaktif. Di jaman milenial digital ini, pujian dan nyinyiran kepada pemimpin saling bersahutan dalam hitungan detik.

Itulah tantangan memimpin di era milenial. Memimpin di hari ini harus ekstra sabar dan jangan geeran. Jika dipuji jangan terbang dan jika dicaci jangan tumbang.

Tiga tahun memimpin kota Bandung sebagai wali kota, saya menemukan bahwa kepemimpinan yang efektif dan relevan di tingkat kota adalah dengan filosofi "Ing Madya Mangun Karso". Memimpin dari tengah.

Jika posisi pemimpin di tengah, ia bisa mendorong pasukan agar lari atau melompat ke depan. Juga sekaligus menyeret pasukan yang lambat tertinggal di belakang.

Artinya hari ini, jika progres ingin hadir cepat, seorang wali kota harus banyak berada di lapangan, tidak melulu duduk manis di belakang meja.

Sidak urusan KTP di kecamatan, bertangan kotor ikut membersihkan jalanan, menertibkan PKL liar, mengecek proyek taman dan bangunan dan lainnya.

Dengan cara itu sistem akan lebih cepat membaik, karena pemimpin dipersepsi selalu berada di tengah pasukan. Pasukan merasa selalu diawasi. Pasukan termotivasi.

Itulah kenapa saya banyak di lapangan. Salah satunya dengan bersepeda. Dengan cara ini di perjalanan bisa menemukan langsung problem lapangan. Bisa bertegur sapa dengan warga.

Itulah kenapa saya ikut Gerakan Pungut Sampah, memotivasi para pelajar sekolah tiap Senin, Rabu, Jumat.

Itulah kenapa saya turun melatih birokrasi tentang pentingnya media sosial untuk berkomunikasi interaktif dan merespon cepat keluhan publik.

Filosofi "Ing Madya Mangun Karso" ini di Bandung, alhamdulillahberhasil mengakselerasi perubahan. Setelah 3 tahun, pelayanan publik dari rapor merah sudah menjadi hijau.

Akuntabilitas kinerja birokrasi dari peringkat ratusan melompat ke peringkat 1 nasional. Adipura hadir lagi setelah 17 tahun absen. Smartcity sudah ranking 1. Indeks kebahagiaan warga naik tinggi ke skor 71.

RIDWAN KAMILMelewati gang sempit di lingkungan pemukiman padat saat melakukan inspeksi lapangan di Kota Bandung.


Memimpin di tengah berarti pemimpin terasa hadir lahir batin dalam sistem. Memimpin hari ini harus bisa menjadi sopir sekaligus montir.

Wali kota, bupati, gubernur, dan presiden hari ini dipilih langsung oleh rakyat. Artinya secara emosional, terjadi hubungan tanggung jawab yang langsung dan hubungan batin yang kuat.

Rakyat di era milenial, dengan keseharian internet dan media sosial, bisa mengawasi dan mengomentari langsung semua jejak langkah harian para pemimpinnya. Sebuah interaksi e-demokrasi.

Demokrasi langsung Indonesia dengan one man one vote ini memberi banyak dinamika. Siapa pun hari ini bisa terpilih menjadi pemimpin selama mampu memikat hati para pemilih.

Sisi lainnya, ternyata pemimpin tidak hanya dipilih karena rasionalitas rekam jejaknya. Ada juga pemimpin terpilih karena hal-hal emosional seperti karena penampilannya, karena agamanya, kesukuannya, atau karena bagi-bagi duitnya.

Namun di sisi lain, demokrasi langsung ini berbahaya jika berada di masyarakat yang tidak siap. Masyarakat secara emosional terkadang memaksa pemimpin untuk mengikuti maunya, walau bertentangan dengan hukum formal.

Di sinilah tantangan kepemimpinan hari ini. Karenanya demokrasi terdidik menjadi penting agar tidak jatuh pada tirani populisme.

Karenanya, pemimpin juga harus berani melawan arus jika keputusan publiknya yang sudah memenuhi asa etika keadilan dan hukum masih juga diprotes mayoritas publik yang emosional.

Contoh paling sering adalah kasus-kasus penertiban kampung liar ilegal yang seringkali ditolak warga, padahal sudah diberi ruang dialog, pengertian, dan diberikan hunian pengganti.

Dalam demokrasi hari ini , banyak warga yang menginginkan perubahan namun tidak mau ikut proses pahitnya.

Ingin maju seperti Singapura namun tidak mau ikut dalam perombakan infrastrukturnya. Ingin hebat seperti Jepang, namun tidak mau ikut dalam revolusi mentalnya. Padahal untuk hidup sehat terkadang harus makan obat pahit.

Karenanya pemimpin yang kalah determinasi akan selalu terjebak dalam populisme mayoritas. Karena sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpin yang adil dan berani.

Pemimpin hari ini diharapkan memiliki kedekatan emosional dengan rakyat. Untuk budaya timur yang menghargai silaturahim, kehadiran emosional pemimpin sangatlah diapresiasi.

Namun kedekatan di era milenial tidaklah harus secara fisikal namun bisa secara digital. Jauh tapi dekat.

Secara fisikal, terinspirasi teladan Umar bin Khatab, di Bandung dibangun tradisi, pemimpin dari wali kota sampai camat lurah untuk rutin bersilaturahmi mingguan.

Setiap minggu kami membawa makan malam untuk keluarga miskin kota. Camat dan lurah diwajibkan salat Jumat di tiap masjid berbeda dan malam minggu menonton layar tancep bersama warga.

Kami juga rutin menjadi pembina upacara tiap Senin pagi di sekolah-sekolah, membentengi moral para pelajar dengan nasehat dan tatap muka.

Di era milenial ini, warga di Bandung bisa melapor, mengeluh, dan memberi nilai rapor kinerja birokrasi melalui telepon genggamnya.

Hari ini wali kota, camat, dan lurah di Kota Bandung memiliki akun media sosial untuk menjawab pertanyaan warga, mem-postingagenda kerja, merespon keluhan harian, dan mengedukasi warga.

Setiap hari minimal ada 200-an berita harian ter-posting di semua akun digital unit kerja pemerintah Kota Bandung. Ujung dari semua ini adalah lahirnya aspek termahal dalam politik yaitu trustatau rasa percaya dari warga kepada pemerintah.

Di era milenial ini, media sosial adalah alun-alun publik digital. Caci-maki dan puja-puji datang silih berganti dalam hitungan detik.

Di Bandung, masyarakat membuat forum Facebook "Ridwan KamilWatch" (RKW), isinya adalah kritikan dan masukan, namun tidak sedikit caci-maki. Susah dibedakan mana komen orisinil mana pesanan. Semua serba mungkin.

Karenanya pemimpin era milenial harus paham bahwa konstituennya hari ini rata-rata 'digital native' alias serba digital.

Para pemimpin jadul gagap teknologi yang merupakan 'digitial migrant' harus cepat beradaptasi. Siapa yang masih tertatih dengan dunia teknologi dan komunikasi menjadi kurang relevan dan akan ditinggal konstituen.

Politik di era milenial juga sarat dengan ekstrimintas. Media sosial juga sering digunakan untuk menyerang lawan politik dengan kasar. Menista pemimpin dengan bersembunyi di akun anonim adalah hal lazim.

Siap-siap disuruh mirip Erdogan. Siap-siap diadukonteskan antar-sesama pemimpin, seolah kompetisi putri kecantikan. Siap-siap dimaki dengan kutipan judul berita online. Bahkan hari ini lahir istilah buzzer politik sebagai akun promosi politik. Ada yang orisinil, ada yang berbayar.

Jika hanya mempromosikan visi dan rekam jejak jagoannya tidaklah masalah. Namun hari ini, akun buzzer politik bisa berpola negatif. Tugasnya secara profesional dan konsisten merendahkan dan menistakan lawan politik.

Saking rutin dan ekstrimnya ada yang menyebut sebagai teroris sosmed. Sebuah dampak negatif era digital yang harus dilawan.

Namun jika menguasai komunikasi politik via media sosial, pemimpin hari ini diuntungkan dengan peluang kesetaraan informasi.

Berita buruk dari media umum bisa dijawab dengan postingan tandingan. Fitnah satu arah bisa diklarifikasi dengan postingan bantahan. Teroris sosmed bisa didebat langsung.

Dengan pola serba cepat dan transparan ini, pemimpin era milenial harus bersiap dengan resiko persepsi. Kinerja terberitakan disebut pencitraan. Tidak terberitakan disebut tidak ada kinerja.

Namun kepemimpinan yang disukai hari ini tetaplah kepemimpinan yang menyentuh hati rakyat.

Kepemimpinan yang memotivasi bukan memaki. Kepemimpinan yang menggerakkan bukan memerintahkan. Kepemimpinan yang merangkul bukan memukul. Kepemimpinan yang turun tangan bukan tunjuk tangan.

Kepemimpinan yang terbaik adalah kepemimpinan dengan keteladanan. The best leadership is leadership by example.

Setiap kita adalah pemimpin. Ada yang hanya memimpin dirinya sendiri. Ada yang memimpin keluarga dan ada yang berkesempatan memimpin masyarakat.

Secara sederhana, tugas pemimpin masyarakat hanyalah dua: dengan ideologi menggerakkan masyarakat dan dengan inovasi menghadirkan perubahan.

Mari menjadi pemimpin yang tidak pernah lelah untuk mencintai Indonesia. Mari jadi pemimpin yang relevan untuk jamannya.


RIDWAN KAMILSituasi Bandung Command Center yang memantau informasi di Kota Bandung secara realtime.
SaveSave

Thursday, October 20, 2016

RIDWAN KAMIL BERHENTIKAN 9 KEPSEK SDN dan SMPN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN

Ridwan Kamil berbatik Trusmi
Walikota Bandung M. Ridwan Kamil

PORTALBANDUNG.COM -- Bandung - Mimik serius Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terpancar saat berada di ruang rapat Pendopo. Di hadapan belasan wartawan, Emil, sapaan Emil, membongkar tindak tanduk buruk sejumlah sekolah yang mencoreng citra dunia pendidikan di Kota Bandung. Pria berkacamata ini mengumumkan pemberhentian terhadap sembilan kepala sekolah (kepsek) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Ini informasi penting yang perlu diketahui publik soal penegakan aturan dan disiplin serta lainnya di Dinas Pendidikan (Kota Bandung)," ucap Emil berkemeja putih saat menggelar konfrensi pers di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Kamis (20/10/2016).

Emil menyebut, total ada 19 sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran. Temuan tersebut, sambung dia, berdasarkan hasil penyelidikan Inspektorat Kota Bandung dan Ombudsman Jabar.

"Penelitian dan penyelidikan itu ada dua tipe pelanggaran yaitu mal-administrasi adanya pelanggaran wewenang tanpa ada aliran uang, dan pelanggaran wewenang dengan adanya aliran dana," ucap Emil.

Dari 19 sekolah, sembilan sekolah kepala sekolahnya diberhentikan. "Kepsek dalam kewenangan Pemkot yang diberhentikan yaitu Kepsek SDN Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1 dan 2, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 13, SMPN 6, SMPN 7, dan SMPN 44. Mereka kami minta untuk mengikuti sekolah kepsek lagi, jadi harus mengulang lagi proses sekolah kepsek," tutur Emil.

Bukan hanya 9 kepsek tersebut, Emil mengungkapkan lima kepsek tingkat sekolah menengah atas (SMA) yang melakukan pelanggaran. Lantaran tanggung jawab tingkat SMA dan SMK menjadi kewenangan Pemprov Jabar, Emil menunggu sikap dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berkaitan sanksi. Hal mengejutkan, semua SMA berstatus negeri itu merupakan sekolah yang selama ini dicap favorit oleh masyarakat.

"Berikutnya rekomendasi pemberhentian kepsek kepada gubernur sebagai penanggung jawab. Rekomendasi ini untuk Kepsek SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8 dan SMAN 9," ucap Emil.

"Apakah nanti yang menghukumnya gubernur, atau diserahkan ke wali kota. Kami menunggu jawaban dari provinsi," kata Emil menambahkan.

Selain itu, tercatat lima Kepsek SD lainnya yang mendapatkan sanksi. Namun nasib kepsek ini tidak diberhentikan. "Hukuman skorsing tiga bulan dan penundaan kenaikan pangkat untuk Kepsek SDN Soka, SDN Bina Harapa 1 dan 2, SDN Centeh, SDN Halimun dan SDN Nilem. Skorsing tiga bulan ini untuk evaluasi," ujar Emil.

Emil menyebut, jenis pelanggaran dari 19 sekolah tersebut meliputi terbukti melakukan penerimaan tidak sah dari peserta didik atau siswa, penerimaan yang tidak dilaporkan atas pelaporan barang daereh, dan gratifikasi dari penerimaan mutasi siswa baru.

"Penerimaan tidak sah atau tak semestinya itu seperti penjualan buku dan seragam kepada anak-anak sekolah. Sehingga mendapatkan keuntungan yang tak bisa dipertanggungjawakan. Gratifikasi mutasi siswa itu ya diduitkan. Kalau penerimaan yang tak dilaporkan atas pelaporan barang daerah itu seperti pengelolaan kantin yang bayarnya ke pribadi," tutur Emil.

Dia menegaskan, penyelidikan ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Bandung terus berlangsung. "Ini baru ronde pertama. Kami akan terus melakukan pemeriksaan," ujar Emil.

Dalam kesempatan itu, Emil meminta Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana untuk serius membereskan problematik bidang pendidikan. "Saya memberikan teguran tegas kepada Kadisdik agar menegakkan Perwal PPDB yang sesuai disepakati. Aturan sudah baik, tapi kontrol di lapangan tak sempurna sehingga mengakibatkan peluang-peluang terjadinya pelanggaran di lingkungan pendidikan Kota Bandung," tutur Emil.

Sumber: detik.com

Wednesday, October 19, 2016

BPR PEMKOT BANDUNG DAN PROGRAM PINJAMAN TANPA AGUNAN

BPR PEMKOT BANDUNG
BPR Pemkot Bandung Menjawab
PORTALBANDUNG.COM - BANDUNG. Di bawah naungan Pemkot Bandung, BPR Kota Bandung mempunyai program pinjaman dana tanpa agunan, yaitu Kredit Melati, “Kredit melati sendiri diberikan kepada para pelaku-pelaku UKM yang ada di Kota Bandung,” jelas Rani Manager Bisnis Funding BPR Kota Bandung dalam Kegiatan Bandung Menjawab, di ruang Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (18/10/2016).

Rani menambahkan, dengan ketentuan bahwa program ini ada keunikan tersendiri, “Kita bisa memberikan pinjaman dalam bentuk kelompok ataupun perorangan, yang lebih menonjol dari produk-produk lain adalah kredit melati ini tanpa menggunakan bunga,”ujarnya.

Sampai saat ini BPR Kota Bandung memasarkan seluruh warga kota bandung yaitu terdiri dari 30 kecamatan dan kelurahan untuk mengikuti program ini jika ada yang menginginkannya, “Kami selalu mensosialisasikan program ini baik melalui Disnaker, Diskoperinda ataupun sosialisasi langsung terhadap kecamatan yang ada di Kota Bandung,” jelasnya.

Diharapkan warga kota bandung yang meminjam pinjamannya untuk keperluan apapun itu, tidak terjerat oleh rentenir yang sampai saat ini masih ada di Kota Bandung, “Dengan adanya program ini mudah mudahan warga bandung tidak terjerat kembali oleh rentenir. Mereka mematok bunga antara 20-30 persen, sementara untuk kredit melati ini tanpa bunga sama sekali, hanya ada bunga sebesar 8 persen di awal saat pencairan saja,”tuturnya.

Untuk mengikuti Kredit melati khususnya diberikan kepada para pelaku pelaku usaha, diantaranya para pelaku usaha yang sudah eksis, baru berjalan, wirausaha baru dan PKL di Kota Bandung, “Ketentuannya yaitu, KTP, KK, Buku Nikah, surat keterangan usaha untuk yang sudah memiliki usaha yang dikeluarkan oleh RW Setempat, Poto Jaminan dan Poto Usaha,”jelasnya.

Lanjut ia menjelaskan, untuk wirausaha yang baru, membedakannya hanya dilampirkan surat setelah mengetahui pendidikan atau pelatihan di dinas dinas terkait, “Sementara untuk para PKL yang membedakannya hanya mereka harus mempunyai kartu anggota PKL Kota Bandung yang berjualandi zona nyaman yang tidak dilarang oleh pemerintah,”jelasnya.

Kredit melati ini platformnya antara 500 ribu sampai 30 juta, “Jadi kami batasi dulu sampai 30 juta, dan jangka waktunya tidak lebih dari 1 tahun,”ujarnya.

BPR Kota Bandung akan utamakan pengusaha warga Bandung, “Karena kami belum tergarap semua untuk warga bandung yang mempunyai usaha terserap oleh kredit melati ini,”tuturnya.

Rani berharap, mudah mudahan dengan adanya bandung menjawab ini bisa memfasilitasi atau sebagai media kepada masyarakat yang belum mengenal kredit melati, “Insya Allah dengan bandung menjawab, khusus untuk media bisa mempublikasikan mengenai kredit melati,”pungkasnya.

Lanjut Manager Kredit Melati PD BPR Kota Bandung Sidik Permana menjelskan, bahwa program ini di launching tanggal 15 Mei 2015, “Data menyatakan sampai tanggal 17 oktober 2016, kita sudah menyalurkan dana sekitar 31 Milyar, ini untuk 10.126 warga kota bandung yang telah menerima kredit melati,”jelasnya.

Lanjut ia menambahkan, yang 10.126 warga ini terdiri dari, 1.897 perorangan, kemudian 1.613 untuk kelompok yang rata rata anggota kelompoknya sekitar 5 orang, tinggal di kalikan saja,

“Dari dana yang dititipkan pemkot bandung dalam bentuk pernyataan modal kepada BPR sebanyak 30 milyar, kita sudah menyalurkan semuanya. Saat ini sisa pokok kredit melati yang beredar di masyarakat sekitar 10 milyar, artinya 20 milyar telah kembali,”jelasnya.

Sampai saat ini jumlah pengajuan kredit melati masih cukup banyak, “Alhamdulilah progres dari bulan ke bulan kita sudah di realisasikan,”tuturnya.

Sidik menambahkan, BPR menerima masukan untuk berlangsunya kredit melati selain di kalangan pengusaha, “Antara lain dari beberapa komunitas, seperti LSM, ormas, wartawan dan lain lain. Nah ini kami sedang melakukan kajian resiko bisinis. ke depan mudah-mudahan bisa di luar para pelaku usaha mikro, sehingga bisa memajukan usaha untuk di kalangan komunitas,”pungkasnya.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

WORKSHOP KOMITE INTEGRITAS KOTA BANDUNG

Ridwan Kamil membuka workshop Komite Integritas
Walikota Bandung M Ridwan Kamil membuka workshop Komite Integritas
PORTALBANDUNG.COM - BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Salah satu bentuk upayanya adalah berkolaborasi dengan KPK menyelenggarakan Workshop Komite Integritas di Aula Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Selasa (18/10/2016).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil ini merupakan tindak lanjut dan evaluasi dari workshop yang sama yang dilaksanakan pada bulan April lalu.

Dikatakan Asisten Pemerintahan Setda Kota Bandung, yang juga bertindak selaku Ketua Panitia, Priana Wirasaputra, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Bandung harus memiliki pemahaman tentang cara pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung perlu pemahaman tentang bahaya dan dampak korupsi terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan. Tindakan korupsi dapat melemahkan daya saing dan harkat dan martabat bangsa,” terang Priana.

Pada workshop yang diadakan selama dua hari ini akan dirumuskan bagaimana membangun integritas di kalangan ASN. Diharapkan, usai kegiatan ini para pimpinan SKPD yang mengikuti workshop dapat menjadi agen perubahan di instansinya masing-masing. “Kita harapkan para peserta workshop ini bisa menjadi pelopor dalam menegakkan semangat anti korupsi,” ujar Priana.

Pemateri dari Deputi Pencegahan KPK RI, Asep Chaeruloh mengatakan bahwa dalam rangka membangun integritas ini, Kota Bandung tidak bisa bergerak sendirian. “Pemerintah Kota Bandung perlu bersinergi dengan pihak lain untuk melaksanakan program-program. Contohnya, merevitalisasi Sungai Cikapundung tidak bisa sendirian. Kota Bandung juga harus mengajak Kabupaten Bandung untuk bekerja sama,” terang Asep.

Hal ini ditanggapi baik oleh Ridwan Kamil. Dikatakannya, Kota Bandung ini juga telah memiliki instrumen untuk menjaga integritas ASN di Kota Bandung. “Kita punya Forum Pemantau Zona Integritas yang anggotanya berasal dari masyarakat sipil. Ada pula Tim Ahli Kebijakan Publik. Jadi secara reguler kebijakan kita direview oleh mereka, dievaluasi dan diberi masukan,” ucap Ridwan.

Sebagai pimpinan daerah inovatif, Ridwan Kamil telah melakukan serangkaian upaya untuk memutus mata rantai segala bentuk penyimpangan dalam pelayanan publiknya. Senjata utamanya adalah teknologi.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa memunculkan banyak gagasan baru. Masalah integritas ini kita harus berlomba-lomba dengan penyiasatan regulasi yang makin kreatif,” tutur Ridwan. Ia menambahkan “Kita tidak boleh kalah dengan modus-modus baru yang mungkin hadir pada praktik kegiatan pemerintahan.”

Di akhir kegiatan, para peserta akan membentuk komite integritas yang akan mendorong perwujudan 3 aspek utama Aparatur Sipil Negara, yakni berintegritas, melayani sepenuh hati, dan profesional.

Ketiga aspek tersebut harus terpenuhi oleh para ASN. “Mereka yang selalu minta dilayani dan tidak mau mengupgrade kompetensinya akan tersisih oleh seleksi alam. Aspek inilah yang mudah-mudahan bisa mengangkat kualitas SDM Kota Bandung,” tutup Ridwan.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

RIDWAN KAMIL RESMIKAN DUA SMPN SEKALIGUS DI KOTA BANDUNG

Ridwan Kamil meresmikan SMPN 55 dan 57
Walikota Bandung Ridwan Kamil saat peresmian dua SMPN 55 daan 57
PORTALBANDUNG.COM - BANDUNG. Tidak ada yang paling membahagiakan daripada meresmikan institusi pendidikan. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat meresmikan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 55 dan SMPN 57 di Cigondewah dan Gempol Bandung Kulon, Senin (17/10/2016).

Ridwan mengatakan dibangunnya sekolah menengah tersebut guna memenuhi aspirasi masyarakat Bandung bagian Barat untuk memenuhi fasilitas pendidikan menengah negeri.

“Sekarang sudah ada dua SMP di Kecamatan Bandung Kulon. Siswa-siswanya diharapkan berangkat sekolah menggunakan sepeda karena sekarang sekolahnya sudah dekat,” kata Ridwan.

Dalam laman facebooknya, Ridwan menyampaikan jauhnya lokasi sekolah SMP atau SMPN di daerah Cigondewah dan Gempol menjadi salah satu alasan pembangunan ini.

Ridwan berpesan kepada para guru untuk memberikan pendekatan yang berbeda kepada para siswa dalam proses belajar mengajar. Salah satunya dengan mendidik para siswa untuk berpikir bagaimana memecahkan suatu persoalan.

Ridwan menekankan siswa harus dibekali dengan pendidikan Bandung masagi, bela negara, cinta lingkungan, dan jaga budaya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Friday, August 26, 2016

KOTA BANDUNG RENOVASI 1431 RUMAH KUMUH DI TAHUN 2016

Ridwan Kamil Rutilahu
Ridwan Kamil dan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)

PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Sebagai salah satu dari 40 Kota di Indonesia yang diprioritaskan oleh Pemerintah Pusat dalam hal tata Kota, Kota Bandung di tahun 2016 ini akan merenovasi sekitar 1431 rumah tidak layak huni (rutilahu) yang tersebar di 121 Kelurahan di Kota Bandung, hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perumahan, Dinas Tata Ruang dan Ciptakarya (Distarcip) Kota Bandung Nunun Yuaniati, pada acara Bandung Menjawab di Media Lounge Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung ,Jl Wastukancana.No 2, Balai Kota Bandung Kamis,(25/8).

Nunun memaparkan dari semua Rutilahu yang akan direnovasi memang belum mencakup ke 151 kelurahan yang ada di Kota Bandung.

“Tempatnya tersebar di 121 kelurahan dari 151 kelurahan. Jadi yang tidak terdaftar mendapat bantuan renovasi sekitar 30 kelurahan,” paparnya.

Ia menambahkan dari 121 wilayah yang menjadi kantung rutilahu, ada beberapa kelurahan yang menjadi prioritas. Di antaranya, Nyengseret, Cicadas, dan Cigondewah, dan dari jumlah rutilahu tersebut tidak seluruhnya dibiayai oleh APBD Kota Bandung, ada bantuan juga dari ABPN dan ABPD Provinsi.

“Setiap tahun jumlah penerima bantuan tidak sama. Bergantung kemampuan dan alokasi ABPD dan bantuan dari pusan dan provinsi,” tambahnya.‎

Terkait pengalokasian APBD Nunun menerangkan, Kota Bandung menganggarkan sebesar Rp5 Milyar, sementara dari APBD provinsi sebesar Rp2 milyar-Rp15 milyar, sedangkan pemerintah pusat melalui Kementrian Pengerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPera) menganggarkan Rp20 milyar per tahun per kabupaten/kota.

“Bantuan yang diberikan kepada penerima, untuk yang diberikan dari ABPD Kota sebesar Rp17 juta, sementara yang diberikan kepada penerima dari APBN sebesar Rp15 juta per rumah,” terangnya.

Menjelaskan bentuk bantuan yang diberikan Nunun menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan berupa uang tunai melainkan berupa material dan upah pembangunan bagi rumah yang akan direnovasi.

“bergantung dari kerusakan rumah yang bersangkutan kita maksimal hanya bisa memberikan Rp17 juta per rumah ,” ujarnya.

Sedangkan berkaitan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan perbaikan rutilahu, di antaranya adalah harus warga Kota Bandung dan lahan merupakan milik sendiri.

“Beberapa persyaratan tersebut harus diberikan kepada kelurahan untuk kemudian diurus ke Distarcip dan jika diperlukan sampai tingkat KemenPUPera,” jelasnya. ‎

Nunun juga menegaskan bahwa pemberian bantuan untuk rutilahu ini, sebenarnya merupakan program KemenPUPera yang diberi nama Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

” Program Kotaku ini adalah Program Pemerintah Pusat yang tujuannya adalah untuk menurunkan kawasan kumuh hingga nol hektare,” tegasnya.

Mengakhiri paparannya Kabid Perumahan Distarcip ini menerangkan bahwa meski salah satu programnya adalah perbaikan infrastruktur, tetapi indikator kekumuhan suatu wilayah bisa dilihat dari kualitas air minum, drainase, sektor limbah, sampah dan RTH.

“Target utamanya adalah tercapai nya 100-0-100 (100 persen air bersih ,0 persen kawasan kumuh dan 100 persen kualitas sanitasi yang baik,red) pada lingkungan perumahan,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Wednesday, August 17, 2016

WALIKOTA BANDUNG DAN WAKIL MERIAHKAN LOMBA AGUSTUSAN HUT RI KE-71

Ridwan Kamil meriahkan lomba Agustusan 2016
Ridwan Kamil meriahkan Lomba Agustusan HUT RI  ke-71 di Kecamatan Coblong
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Kemeriahan perayaan HUT Ke-71 Republik Indonesia di RW 08 Kampung Taman Hewan, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong bertambah dua kali lipat setelah kehadiran Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil beserta istri, Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial beserta istri, dan jajaran pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, Rabu (17/08/2016). Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menambah semangat dan animo warga dalam merayakan hari kemerdekaan ini.

Wali Kota beserta jajaran disambut dengan tabuhan dog-dog yang dimainkan oleh warga setempat. Rombongan lantas diarahkan ke arena perlombaan warga yang terletak di tengah-tengah pemukiman. Arena lomba berupa lapangan serbaguna yang dirancang menjadi sebuah kolam dangkal dan dilengkapi dengan atribut perlombaan.

Kehadiran para pejabat Kota Bandung itu disambut sorak-sorai warga. Dengan menggunakan kaus merah dan kaca mata hitam, Ridwan Kamil menyapa warga dengan seruan “Bandung Juara” dan “Indonesia Merdeka”. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin turut bermain bersama warga untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan ini. “Saya tidak mau jadi penonton, saya mau jadi pemain,” ujarnya disambut antusiasme warga.

Ridwan pun mengajak para pimpinan SKPD lainnya untuk turut bermain. Ia ingin menunjukkan bahwa para pejabat harus dekat dengan warga yang dipimpinnya. “Poinnya adalah kita jangan jauh dari rakyat yang kita pimpin,” imbau Ridwan. “Kita dengan rakyat tidak ada bedanya kecuali karena kesibukannya aja. Kesibukan kita ngurus banyak urusan umat dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kota Bandung itu berharap agar kegiatan seperti ini dilakukan setiap tahun karena dapat membahagiakan warga. “Dari gestur wajahnya aja mereka kelihatan sangat bahagia didatangi oleh kita, dan mudah-mudahan ini jadi tradisi,” katanya.

Pemilihan lokasi perlombaan diputuskan berdasarkan hasil musyawarah asosiasi para camat Kota Bandung. Tahun ini, dipilihlah lokasi di Kecamatan Coblong ini. “Tahun lalu di Babakan Ciparay, tahun ini di Kecamatan Coblong,” terang Ridwan. “Jadi tahun depan kita milih lagi, muter-muter,” tambahnya.

Ridwan Kamil ikut balap makan kerupuk
Walikota Bandung ikut Balap Makan Kerupuk
Perlombaan pertama yang diikuti Ridwan, atau lebih karib disapa Emil, adalah lomba makan kerupuk. Istimewanya, perlombaan ini dilaksanakan di arena kolam dangkal sehingga Emil dan para pejabat lainnya harus berbasah-basahan. Pertandingan tersebut turut diikuti oleh Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial; Asisten Pemerintah Sekretariat Daerah Kota Bandung, Priana Wirasaputra; Camat Coblong, Anton Sugiana; Kepala Bagian Pemerintahan Umum, Andri Darusman; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Tatang Muhtar; dan Kapolsek Coblong, Sarche Christiaty Leo Dima. Perlombaan ini dimenangkan oleh Oded.

Kompetisi selanjutnya adalah lomba mengambil koin dari jeruk. Pertandingan ini diikuti oleh Istri Wali Kota Bandung, Atalia Ridwan Kamil; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Popong W. Nuraeni; Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Entin Kartini; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kamalia Purbani; dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Atalia dengan perolehan koin terbanyak.

Pertandingan dilanjutkan di lokasi yang berbeda. Kali ini mata lomba yang dipertandingkan adalah lomba bakiak dan tarik tambang. Lomba bakiak dimenangkan oleh tim Ridwan yang beranggotakan Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan, Arief Prasetya dan Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi; atas tim Oded yang beranggotakan Asisten Pemerintahan, Priana dan Kepala Bagian Umum, Dadang Darmawan.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

PERINGATAN HUT PROKLAMASI RI KE-71 TINGKAT KOTA BANDUNG

Ridwan Kamil menjadi Inrup peringatan HUT RI 71 Kota Bandung
Walikota Bandung Ridwan Kamil menjadi Inrup Peringatan HUT RI 71 tingkat Kota Bandung
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-71 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Bandung tahun 2016 di Plaza Balai Kota Bandung, Rabu (17/08/2016).

Upacara tersebut dilaksanakan lebih awal dari upacara peringatan kemerdekaan pada umumnya, yakni pada pukul 07.00 WIB. Hal ini karena di Kota Bandung terdapat prosesi pemberangkatan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dari halaman Balai Kota Bandung menuju Lapangan Gasibu untuk dikibarkan pada Rangkaian Upacara Detik-detik Proklamasi Tingkat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat.

Usai melaksanakan upacara di Balai Kota, Wali Kota Bandung beserta Wakil Wali Kota Bandung dan Sekretaris Daerah Kota Bandung langsung berangkat menuju Lapangan Gasibu untuk bergabung bersama Gubernur Jawa Barat mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi Tingkat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat.

Pada HUT ke-71 Republik Indonesia ini, Ridwan Kamil mengharapkan agar masyarakat Indonesia menunjukkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan ini dengan karya.

“Nggak boleh lagi ada generasi yang malas-malasan, galau-galau nggak jelas, nggak boleh lagi ada orang tua yang memukul guru, nggak boleh ada lagi ada kekerasan terhadap anak, nggak boleh lagi ada sinetron-sinetron lebay, dan sebagainya,” ujar Ridwan.

Ia berharap kejadian-kejadian tersebut tidak berulang lagi di masa yang akan datang.

Menurutnya, perilaku masyarakat yang tidak mencerminkan semangat kemerdekaan itu tidak penting dan tidak perlu. “Yang kita perlu adalah karya nyata dalam teknologi, berkarya menghasilkan inovasi, bekerja keras menghasilkan prestasi-prestasi,” katanya.

Ridwan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun semangat berkarya. “Kalau semua semangatnya berkarya, insya Allah bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar seperti yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa Indonesia ini,” tuturnya.

Bagi Ridwan, semangat kemerdekaan di Kota Bandung sudah mengarah kepada hal-hal yang positif. Ia menerangkan sekilas pencapaian Kota Bandung dalam masa pemerintahannya. “Kinerja birokrasi kita ranking satu, smart city kita rangking satu, indeks kota islami kita rangking satu, adipura sudah hadir lagi,” terangnya.

Meskipun demikian, ia mengaku masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus juga dituntaskan. “Masih banyak kekurangan, orang miskin juga masih ada, masalah kemacetan masih ada, itu PR bersama,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh warga Bandung untuk turut serta dalam pembangunan daerah. “Pesan saya kalau cinta Bandung, mari kita turun tangan, jangan lepas tangan. Jadi pejabat juga pejabat yang turun tangan, bukan yang tunjuk tangan. Jadi dengan etos kerja yang keras, cerdas, tuntas, ikhlas, berkualitas insya Allah Bandung merdeka,” tandas dia.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

KOTA BANDUNG TULARKAN SMART CITY DI INDONESIA

Ridwan Kamil dan penghargaan Telkom Nusantara Award
Kota Bandung mendapat penghargaan Telkom Nusantara Award 2016
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Kota Bandung sebagai kota yang mengedepankan Smart City sebagai ujung tombak dalam menjalankan Manajemen Pelayanan Masyarakat kembali mendapatkan Apresiasi yang secara langsung diserahkan oleh Direktur Divre PT. Telkom Ketut kepada Walikota Bandung M. Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung, Selasa (16/08).

Penghargaan Telkom Nusantara Award ini diserahkan oleh PT Telkom Kepada Kota Bandung dalam rangka Program 71 Bhaktiku untuk Negeri dan Kota Bandung dinilai sebagai Kota yang banyak sekali mempengaruhi Kota-kota lain di Indonesia dalam bidang Smart City.

Dalam perbincangannya Walikota Bandung yang akrab di sapa Kang Emil ini mengutarakan bahwa dirinya sangat bersyukur Kota Bandung Kembali mendapat Apresiasi atas salah satu hasil Pembangunannya,

“Alhamdulilah, Kota Bandung kembali mendapat Apresiasi dari salah satu perusahaan Telekomunikasi terbesar yaitu PT. Telkom, terkait Kota Bandung sebagai Kota yang sangat mempengaruhi perkembangan Smart City se Indonesia dan juga sebagai Kota yang Mengetuai Smart City se- Asia Afrika.” Ujarnya.

Emil juga menambahkan bahwa Smart City sebagai teknologi yang mulai populer sudah diakui oleh dunia sebagai suatu sarana dalam membantu mengoptimalkan banyak hal dalam proses pembangunan.

“ Dunia sudah mengakui dan menjadikan suatu pakem / standar bahwa Smart Cuty adalah suatu teknologi yang dapat memperbaiki Pelayanan Manajemen Kota dan sangat efektif,”. Tambahnya.

Lebih lanjut Walikota Bandung yang gemar memakai Peci ini memaparkan bahwa di Kota Bandung Smart City menjadi sangat efektif karena dibagi menjadi 3 Bagian.

“ Bandung membagi Smart City menjadi 3 bagian , yaitu 1, Digitalisasi, 2, Interaksi dan 3 Mesin ke Mesin, sehingga nantinya akan banyak proses tidak memerlukan orang dan bisa meminimalisasi korupsi, KKN dan Human Error dalam pelayanan,” tegasnya.

Lebih lanjut dalam perbincangannya Emil menegaskan kembali bahwa Smart City itu bukan Gaya Hidup yang musiman atau untuk gaya-gayaan tetapi suatu cara terdepan dalam memanajemen suatu pelayanan bagi masyarakat.

“ Smart City itu bukan gaya-gayaan tetapi kebutuhan yang harus diterapkan di jaman sekarang, di Era modern ini Kota Bandung harus menjadi yang terdepan terutama dalam hal Smart City karena selain akan menjadi Soko Guru di Indonesia tidak menutup kemungkinan nantinya menjadi percontohan bagi kota lain di Dunia,”. ujarnya.

Mengakhiri perbincangan Walikota Bandung mengharapkan agar dapat mendapat dukungan lebih banyak baik dari Telkom maupun perusahaan – perusahaan lain untuk nantinya dapat menjadi pembuka dan fasilitator Smart City Kota Bandung ke seluruh Dunia.

“ Dengan adanya dukungan dari Telkom atau Korporasi – korporasi lain bukan tidak mungkin Kota Bandung akan terbuka teknologinya terutama dalam bidang Smart City ke Kota –Kota Lain di Dunia dan selain Kota Bandung akan terbuka ini juga dapat menjembatani bagi korporasi pendukung untuk terbuka juga dan terkenal di sleuruh Dunia,”. Pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

BANDUNG GREAT SALE

Ridwan Kamil
Ridwan Kamil
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Salah satu kemeriahan Hari Jadi ke-206 Kota Bandung tahun ini adalah adanya Bandung Great Sale 2016 yang akan berlangsung selama sebulan penuh antara tanggal 10 September hingga 9 Oktober 2016. Acara ini merupakan bagian dari gelaran “Milangkala Bandung Festival 2016” yang dimotori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Saat Bandung Great Sale berlangsung, hampir seluruh sektor perdagangan, baik barang maupun jasa, akan diberlakukan diskon atau potongan harga. Besaran potongan harga akan bervariasi antara satu merchant dengan yang lainnya. Tidak hanya merchant berskala besar, merchant kecil dan sektor UMKM juga akan dihimbau untuk turut serta menyukseskan kegiatan ini.

“Great Sale-nya di Bandung akan istimewa, dari mall besar sampai tukang cuanki juga akan diskon,” ungkap Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (16/08/2016).

Ditambahkan Ridwan, Bandung Great Sale ini juga diselenggarakan untuk memeriahkan momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat. Kota Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat dan tuan rumah ingin menjamu pesta olahraga terbesar di Indonesia itu dengan kemeriahan diskon berbelanja. “Kita kan nanti jadi tuan rumah, banyak tamu dari seluruh Indonesia datang, dihormati salah satunya biar mereka juga belanja, dan ekonomi kita bergerak. Kan Bandung mah Kota Dagang, Kota Belanja,” ujar Ridwan.

Merchant yang berpartisipasi dalam Bandung Great Sale akan ditandai dengan stiker khusus. “Dimana ada stiker Great Sale, berarti dia berpartisipasi dalam gerakan ini,” terang Ridwan.

Disbudpar Kota Bandung telah melakukan kerja sama dengan berbagai mitra untuk memeriahkan gelaran yang akan dilaksanakan tiap tahun ini. Salah satu lembaga yang akan bekerja sama adalah Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang akan memfasilitasi stand dengan luas total 1500 m2 untuk pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bandung. Selain itu, promosi Bandung Great Sale akan dibantu oleh ORGANDA dengan menempelkan media publikasi di angkot dan bis kota. Kemeriahan akan ditambah dengan pembuatan perangko khusus Milangkala Kota Bandung oleh PT. Pos Indonesia (Persero).

Tak sampai di situ, beberapa SKPD juga akan berpartisipasi dalam Bandung Great Sale ini. Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung akan memberikan keringanan pajak pada papan-papan promosi Bandung Great Sale.

Sementara itu, Dinas Kesehatan juga akan memberikan potongan biaya layanan pada jenis pelayanan kesehatan tertentu dan pemeriksaan darah gratis. Perusahaan Daerah (PD) Pasar juga akan memprogramkan sembako murah selama Bandung Great Sale.

“Jika Bus Bandros sudah bisa digunakan maka akan di operasionalkan selama Bandung Great Sale berlangsung, dengan menunjukkan struk belanja maka menggunakan bus bandros tidak dikenakan biaya,” imbuh Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari.

Kemeriahan Bandung Great Sale juga akan dirasakan di berbagai pusat perbelanjaan, seperti Yogya Toserba se-Kota Bandung, berbagai pusat perbankan seperti Bank Mandiri dan BJB, serta berbagai fasilitas publik seperti Tour and Travel, Karoke, salon, dan panti pijat. Bagi merchant yang ingin berpartisipasi dalam Bandung Great Sale, mereka dapat mendaftar secara online melalui laman mybandung.id yang difasilitasi oleh Disbudpar Kota Bandung.

Sumber: Humas Pemkot Bandung