-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Thursday, October 20, 2016

RIDWAN KAMIL BERHENTIKAN 9 KEPSEK SDN dan SMPN YANG MELAKUKAN PELANGGARAN

Ridwan Kamil berbatik Trusmi
Walikota Bandung M. Ridwan Kamil

PORTALBANDUNG.COM -- Bandung - Mimik serius Wali Kota Bandung Ridwan Kamil terpancar saat berada di ruang rapat Pendopo. Di hadapan belasan wartawan, Emil, sapaan Emil, membongkar tindak tanduk buruk sejumlah sekolah yang mencoreng citra dunia pendidikan di Kota Bandung. Pria berkacamata ini mengumumkan pemberhentian terhadap sembilan kepala sekolah (kepsek) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Ini informasi penting yang perlu diketahui publik soal penegakan aturan dan disiplin serta lainnya di Dinas Pendidikan (Kota Bandung)," ucap Emil berkemeja putih saat menggelar konfrensi pers di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Kamis (20/10/2016).

Emil menyebut, total ada 19 sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran. Temuan tersebut, sambung dia, berdasarkan hasil penyelidikan Inspektorat Kota Bandung dan Ombudsman Jabar.

"Penelitian dan penyelidikan itu ada dua tipe pelanggaran yaitu mal-administrasi adanya pelanggaran wewenang tanpa ada aliran uang, dan pelanggaran wewenang dengan adanya aliran dana," ucap Emil.

Dari 19 sekolah, sembilan sekolah kepala sekolahnya diberhentikan. "Kepsek dalam kewenangan Pemkot yang diberhentikan yaitu Kepsek SDN Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1 dan 2, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 13, SMPN 6, SMPN 7, dan SMPN 44. Mereka kami minta untuk mengikuti sekolah kepsek lagi, jadi harus mengulang lagi proses sekolah kepsek," tutur Emil.

Bukan hanya 9 kepsek tersebut, Emil mengungkapkan lima kepsek tingkat sekolah menengah atas (SMA) yang melakukan pelanggaran. Lantaran tanggung jawab tingkat SMA dan SMK menjadi kewenangan Pemprov Jabar, Emil menunggu sikap dari Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berkaitan sanksi. Hal mengejutkan, semua SMA berstatus negeri itu merupakan sekolah yang selama ini dicap favorit oleh masyarakat.

"Berikutnya rekomendasi pemberhentian kepsek kepada gubernur sebagai penanggung jawab. Rekomendasi ini untuk Kepsek SMAN 2, SMAN 3, SMAN 5, SMAN 8 dan SMAN 9," ucap Emil.

"Apakah nanti yang menghukumnya gubernur, atau diserahkan ke wali kota. Kami menunggu jawaban dari provinsi," kata Emil menambahkan.

Selain itu, tercatat lima Kepsek SD lainnya yang mendapatkan sanksi. Namun nasib kepsek ini tidak diberhentikan. "Hukuman skorsing tiga bulan dan penundaan kenaikan pangkat untuk Kepsek SDN Soka, SDN Bina Harapa 1 dan 2, SDN Centeh, SDN Halimun dan SDN Nilem. Skorsing tiga bulan ini untuk evaluasi," ujar Emil.

Emil menyebut, jenis pelanggaran dari 19 sekolah tersebut meliputi terbukti melakukan penerimaan tidak sah dari peserta didik atau siswa, penerimaan yang tidak dilaporkan atas pelaporan barang daereh, dan gratifikasi dari penerimaan mutasi siswa baru.

"Penerimaan tidak sah atau tak semestinya itu seperti penjualan buku dan seragam kepada anak-anak sekolah. Sehingga mendapatkan keuntungan yang tak bisa dipertanggungjawakan. Gratifikasi mutasi siswa itu ya diduitkan. Kalau penerimaan yang tak dilaporkan atas pelaporan barang daerah itu seperti pengelolaan kantin yang bayarnya ke pribadi," tutur Emil.

Dia menegaskan, penyelidikan ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Bandung terus berlangsung. "Ini baru ronde pertama. Kami akan terus melakukan pemeriksaan," ujar Emil.

Dalam kesempatan itu, Emil meminta Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana untuk serius membereskan problematik bidang pendidikan. "Saya memberikan teguran tegas kepada Kadisdik agar menegakkan Perwal PPDB yang sesuai disepakati. Aturan sudah baik, tapi kontrol di lapangan tak sempurna sehingga mengakibatkan peluang-peluang terjadinya pelanggaran di lingkungan pendidikan Kota Bandung," tutur Emil.

Sumber: detik.com

Monday, August 15, 2016

MANTAN TKI ARAB SAUDI RAIH GELAR DOKTOR DI FH UNPAD

Dr. ‎Nuryati Solapari
Dr. ‎Nuryati Solapari, Mantan TKI yang berhasil meraih gelar doktor hukum pada Sidang Promosi Doktor di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH Unpad).
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG . Nuryati Solapari, mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi, meraih gelar doktor hukum pada Sidang Promosi Doktor dengan disertasi “Penerapan Prinsip Keadilan Sosial Bagi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dalam Pemenuhan Hak Menurut Sistem Hukum Ketenagakerjaan Indonesia”, Jumat (12/8/2016).

Nuryati sejak awal meniatkan kerja ke luar negeri karena ingin berkuliah. Setelah memiliki cukup uang, ia kembali untuk kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Serang Banten, S2 di Universitas Jayabaya Jakarta dan meraih gelar doktoral (S3) di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH Unpad).

Suasana haru menyelimuti detik-detik Ketua Sidang Dr. An An, S.H., LLM menyatakan Nuryati Solapari lulus dengan predikat memuaskan. Derai titik air mata tak tertahankan, termasuk dari Ibunda Nuryati dan sejumlah undangan yang hadir seperti mantan Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat. Bahkan, isak tangis Nuryati tak henti-henti selama sambutan akhir.

“Telah terjadi ketidakadilan bagi pekerja migran di setiap tahapan baik itu prapenempatan, masa penempatan dan purnapenempatan. Karena itu perlu ada bantuan hukum yang difasilitasi negara dalam setiap tahapan itu, bila memang dibutuhkan oleh TKI,” ujar Nuryati dalam disertasinya.

Menurut dia, walau banyak ketidakadilan bagi TKI, namun menyetop penempatan TKI adalah tidak tepat kerena ini menyangkut hajat hidup yang terjadi di kalangan berpendidikan rendah yang hanya bisa menjual jasanya di luar negeri. Negara harus hadir agar mereka bisa tetap bekerja ke luar negeri dengan perlindungan negara yang baik.

“Perempuan yang bekerja ke luar negeri tidaklah melanggar Hukum Islam, karena kondisi memaksa akibat suami sangat sulit miliki pekerjaan,” tegasnya.

Mengakhiri sidang tersebut, Nuryati kembali meyakinkan para anggota Sidang Senat Terbuka bahwa UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri perlu segera diperbaiki agar memperkuat perlindungan negara dalam proses penempatan TKI.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2016/08/13/82106/mantan-tki-arab-saudi-jadi-doktor-fh-unpad/#ixzz4HM1QWc1f

Tuesday, August 9, 2016

PELAJAR FINLANDIA TERPINTAR SEDUNIA PADAHAL SEKOLAH CUMA 5 JAM, TANPA PR DAN UN. INI PENYEBABNYA.

Guru di sekolah Finlandia
Guru di sekolah Finlandia

Oleh: HARDIANA NOVIANTARI

PORTALBANDUNG.COM -- Semasa sekolah dulu, rasanya mustahil kamu bisa dijuluki murid pintar kalau dapat ranking bontot. Apalagi kalau gak lulus Ujian Nasional, rasanya dunia selesai di titik itu. Ketatnya persaingan di sekolah mungkin memang bertujuan supaya kita berlomba-lomba jadi lebih pintar. Tapi tahukah kamu, negara dengan pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan hal yang sebaliknya?

Berbeda dengan kita yang harus menghadapi ujian nasional tiap mau naik jenjang sekolah, seumur-umur pelajar di Finlandia hanya menghadapi 1 ujian nasional ketika mereka berumur 16 tahun. Tidak hanya minim pekerjaan rumah, pelajar di Finlandia juga mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain. Namun dengan sistem yang leluasa entah bagaimana mereka justru bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Makanya kali ini Hipwee bakal mengulas habis rahasia Finlandia yang satu ini!

1. Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun
Anak anak Finlandia

beri kesempatan mereka untuk belajar dengan caranya sendiri via freeenglishlessonplans.files.wordpress.com
Orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.

Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.

Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.

2. Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat
Cara belajar di Finlandia
Cara belajar ala FInlandia: banyak istirahat! via edudemic.com
Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.


Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk.
3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau
Pelajar di Finlandia
Gak mungkin konsen belajar kalau perut kosong. Finlandia adalah negara pertama dengan program makan siang gratis untuk semua siswa
Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.

Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.

Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.

4. Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia
Guru SD di Finlandia
Profesional S2 yang dibayar tinggi via i.dell.com
Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.

Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.

Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan?
5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu.
Guru SD di Finlandia

Guru yang selalu mendampingi tahu yang dibutuhkan siswanya via itec.aalto.fi
Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.

Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.

6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah
Pelajar SMA di Finlandia
Belajar karena pingin pasti hasilnya lebih efektif via i.huffpost.com
Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.

Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri.

7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1
Gak ada ranking di sekolah Finlandia
Gak ada yang putus sekolah via www.trigger-proof.com
Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.

Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.

Sumber: http://www.hipwee.com/feature/sekolah-cuma-5-jam-tanpa-pr-ujian-nasional-kenapa-orang-finlandia-bisa-pintar/