-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Sunday, November 20, 2016

ZENG WEI JIAN SETUJU DENGAN PROF MAHFUD MD BAHWA AHOK HARUS DITAHAN.

Aktivis Tionghoa, ZENG WEI JIAN
Aktivis Tionghoa, ZENG WEI JIAN
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Menyusul luasnya pemberitaan terkait fitnah Ahok kepada peserta Aksi 411 yang dimuat oleh kantor berita Australia ABC, seorang aktivis 98 yang juga turut dalam Aksi 411, Zeng Wei Jian mengatakan bahwa Ahok sebaiknya ditahan.

Zeng Wei Jian menegaskan polisi tidak menahan Ahok karena tiga alasan berikut: Mereka yakin Ahok tidak akan menghilangkan barang bukti, Ahok dinilai tidak akan mengulangi oerbuatan yang sama, Ahok tidak akan melarikan diri.

"Tapi kalau kita lihat perkembangan hari ini yang dia bilang demo 411 itu dibayar 500 ribu dan menimbulkan reaksi juga, saya kira saya setuju dengan Profesor Mahfud yang bilang bahwa Ahok harus ditahanlah," ungkap Zeng Wei Jian, Kamis 17 November 2016.

Mengenai Aksi Damai III akan diselenggarakan 25 November 2016, Zeng Wei Jian menyerahkan sepenuhnya pada para ulama.

"Kalau saya pribadi, saya menunggu instruksi dari ulama. Saya kira spiritnya akan terus berusaha atau berjuang menegakkan keadilan dan hukum," tambah Zeng Wei Jian.

Terkait tudingan mengenai FPI dan sosok Habib Rizieq yang dituding sebagai kelompok Islam garis keras.

"Saya sadar juga banyak provokasi, banyak fitnah terhadap FPI maupun Habib Rizieq. Tapi dari interaksi pribadi dengan teman-teman di FPI maupun dengan Pak Habib Rizieq, orangnya sangat nice, sangat santun, sangat humanis, sanagt cerdas. Saya nggak merasa ada sedikitpun kekerasan, keberingasan, seperti yang dibesarkan media-media di luar," pungkasnya.

Berikut Video pernyataan Zeng Wei Jian selengkapnya:


Friday, November 18, 2016

TUDINGAN AHOK DEMO DIBAYAR DINILAI SEBAGAI PELANGGARAN UU ITE

Demo Bela Islam 411
Demo Bela Islam 411
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyuono mengatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pendemo Aksi Bela Islam II dibayar dapat kembali dijerat Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Karena pernyataan tersebut, menurut Arief, tanpa bukti yang konkrit.

"Ya, ini kan fitnah yang dilakukan Ahok tanpa bukti yang konkrit mengatakan demo 411 itu pesertanya dibayar dengan tendensi yang negatif yang dibuat di media dalam bahasa Inggris yang mana Ahok bisa dijerat dengan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE," katanya, Jumat, (18/11).

Arief mendukung pelaporan ke Bareskrim oleh peserta aksi 411 terhadap Ahok. Karena artinya, kata Arief, peserta aksi 411 sebenarnya ingin semua berjalan sesuai hukum yang berlaku terkait pernyataan tersebut.

"Justru yang saya takutkan akibat statement-statement Ahok mulai dari nyerang orang yang ngomong lebaran Kuda, dan peserta aksi 411 dibayar, bisa memicu masyarakat marah dan main hakim sendiri terhadap Ahok," tambahnya.

Arief menambahkan hal ini sudah terlihat ketika masyarakat Jakarta sudah antipasti kedatangan Ahok dengan mengusirnya saat untuk berkampanye ke pelosok Jakarta. Arief tidak setuju jika hal ini disebut menambah kegaduhan baru.

"Enggaklah, biar aja namanya juga Ahok sudah pusing dan kecewa sampai bisa jadi tersangka kasus Al Maidah, saya sih biar ajalah ya Ahok mau ngomong apa aja jadi enggak akan gaduh," katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/11/18/ogtug9301-pernyataan-ahok-peserta-demo-aksi-bela-damai-ii-dibayar-dinilai-sebagai-pencemaran-nama-baik

LIHAT VIDEONYA:

SaveSave

Thursday, November 17, 2016

KEPADA TV ABC, AHOK: SEBAGIAN BESAR DEMONSTRAN DIBAYAR 500.000/ORANG




PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah berstatus tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Nah, kini Ahok bakal menghadapi satu kasus baru. Pelapornya adalah salah satu peserta Aksi Damai 4 November, Herdiansyah.

Dia melaporkan Ahok atas pernyataannya di laman berita online internasional yang menyebut peserta aksi 411 adalah massa yang dibayar.

"Kami melaporkan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan tindak pidana fitnah dan penghinaan bahwa sebagian besar Demonstran 411 dibayar Rp 500.000," ujar pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman saat mendampingi Herdiansyah di Bareskrim Polri di Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Pernyataan Ahok tersebut termuat di laman berita mobile.abc.net.au dengan judul berita 'Jakarta Governor Ahok Suspect in Blasphemy Case, Indonesian Police Say'.

Dalam berita ini juga terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok.

"Ahok yang secara garis besar mengatakan 'It's not easy, you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, said they got the money 500.000 rupiahs'," ujar Habiburokhman, seperti diberitakan RMOL.

Sementara Herdiansyah membantah telah menerima bayaran saat Aksi 411.

Atas alasan itu, Herdiansyah meminta Ahok untuk menyebutkan nama oknum yang menerima bayaran Rp 500 ribu pada saat aksi.

"Saya sama sekali tidak menerima dibilang dibayar. Saya sakit hati difitnah menerima bayaran. Kalau Ahok memang tahu, sebutkan saja siapa," pungkasnya.

Sumber: JPNN

AHOK JADI TERSANGKA, GNPF: KASUS INI HARUS DIKAWAL SAMPAI TUNTAS

Konferensi Pers GNPF-MUI
Konferensi Pers GNPF-MUI
POTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Penetapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama dengan tuduhan melecehkan kitab suci Al-Quran, telah diumumkan Mabes Polri pada siang, (16/11/2016) ini.

Kendati demikian, umat Islam dihimbau untuk tetap mengawal kasus Ahok. Pasalnya, masih ada beberapa tahapan sebelum mantan bupati Belitung Timur itu divonis bersalah oleh pengadilan.

Panjangnya proses hukum di Indonesia tidak menutup kemungkinan penetapan tersangka oleh kepolisian bisa saja dianulir.

Waki Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, KH Muhammad Zaitun Rasmin, mengatakan perjuangan harus tetap dilanjutkan dan tetap perlu kewaspadaan dalam mengawal kasus Ahok.

“Kasus ini harus tetap dikawal sampai tuntas ke pengadilan sampai (Ahok dijatuhi) hukuman maksimal,” ujarnya kepada JITU News Agency (JNA) pada Rabu, (16/11/2016).

Adapun terkait rencana aksi unjuk rasa membela kitab suci Alqur’an berikutnya, Ustad Zaitun menuturkan, pihak GNPF-MUI akan memberikan kepastian paling lambat hari Jumat (18/11/2016).

“Keputusannya paling lambat Jumat, 18 November, insya Allah,” ketua umum Wahdah Islamiyah itu menambahkan.

Rabu sore ini, rencananya tim Advokasi Al-Quran & NKRI akan menggelar rapat internal serta menemui pakar hukum tata negara Profesor Yusril Ihza Mahendera guna meminta pendapat soal langkah selanjutnya pasca penetapan Ahok sebagai tersangka.

Ismar Syafruddin, anggota tim advokasi tersebut, menuturkan seperti yang terjadi dalam kasus penistaan agama lainnya, semestinya Ahok langsung ditahan.

Namun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam penjelasannya saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya siang tadi, memastikan Ahok hanya diberlakukan status cegah ke luar negeri dan tidak ditahan lantaran dianggap kooperatif.

Sumber: ISLAMPOS

KABARESKRIM: AHOK TERSANGKA KASUS PENISTAAN AGAMA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto mengumumkan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi menjadi tersangka dalam kasus penistaan agama. Pengumuman itu disampaikan di Rupatama Mabes Polri.

"Meningkatkan status Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama," katanya, Rabu (16/11).

Setelah penetapan status Ahok sebagai tersangka, Polri selanjutnya meningkatkan kasus ini ke tingkat penyidikan. Kabareskrim juga mengatakan bahwa Ahok akan dicegah pergi ke luar negeri demi kepentingan penyidikan.

Kemarin, Selasa (15/11), gelar perkara menghadirkan 20 saksi ahli dari kepolisian, pelapor, dan terlapor, ketua Front Pembela Islam Rizieq Shihab, mantan pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi Indrianto Seno Adji, Neno Warisman dan saksi ahli lainnya.

Baca juga: AHOK JADI TERSANGKA, GNPF: KASUS INI HARUS TERUS DIKAWAL SAMPAI TUNTAS

Sumber: ROL dan ISLAMPOS

Saturday, November 12, 2016

Opini Rizal Ramli Soal Aksi Damai dan Ahok di ‘The Wall Street Journal’

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Rizal Ramli
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Rizal Ramli. Foto Republika
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Setelah beberapa pekan terakhir tak terlacak sikapnya Mantan Menko Maritim Rizal Ramli kembali mengeluarkan unek-uneknya dalam menyikapi perkembangan politik kenegaraan terakhir. Namun, jejak pemikiran Rizal itu tidak terlacak di media massa dalam negeri, melainkan dituangkan dan dimuat dalam media ekonomi ternama di dunia yang terbit di New York, Amerika Serikat: The Wall Street Journal edisi 9 November 2016.

Tulisan Rizal terasa istimewa karena ternyata baru pertama kali ada ekonom Indonesia yang mampu menuangkan gagasannya di media ekonomi tersebut. Dalam opini ini Rizal menyoroto peristiwa seputar Aksi Damai Umat Islam pada 4 November 2016, kasus penistaan ajaran Islam, dan tak lupa menyoroti soal gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama (Ahok).

Rizal menulis opini di media itu dengan judul : 'Jakarta's Governor Gave Indonesian Islamists an Opening'.

Dan untuk menulis kembali Republika.co.id meminta izin kepada Rizal Ramli melalui juru bicaranya, Adi Masardi.'

'Bang Rizal mengatakan silahkan saja dimuat dan diterjemahkan asalkan masih tetap menyertakan keterangan bahwa tulisan itu berasal dari The Wall Street Journal,'' kata Adi Masardi ketika menjawab permohonan pemuatan kembali tulisan tersebut.

Berikut isi opini Rizal yang terbit pada Kamis lalu:

Aksi protes yang digelar di Jakarta pada Jumat (4/11) mungkin terlihat sangat mencengangkan bagi warga di Ibu Kota. Lebih dari 200 ribu orang memenuhi sepanjang jalan utama. 

Hingga sore hari, aksi unjuk rasa menuntut agar proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dinilai melakukan penistaan agama berlangsung damai.

Hingga malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, terjadi kericuhan yang diduga dipelopori oleh seorang oknum. 

Bahkan, rencanya aksi serupa akan kembali digelar jika tuntuntan mereka tak kunjung dipenuhi.

Bagi orang-orang yang berada di luar Indonesia, Basuki atau akrab disapa Ahok memiliki posisi sulit sebagai politisi dengan etnis Cina dan beragama Kristen. Ia memimpin Ibu Kota di negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Banyak dari orang di negara lain yang berpikir bahwa Indonesia adalah contoh negara dengan penduduk Muslim tidak toleran. Namun, mereka nampaknya tidak melihat dari gaya kepemimpinan Ahok di tengah mayoritas warga moderat di Tanah Air.

Gaya kepemimpinan yang Ahok miliki selama ini dinilai cukup kontroversial. Belum lagi dengan tindakan penggusuran yang dilakukan terhadap orang-orang miskin di berbagai tempat yang dianggap ilegal, tanpa kompensasi yang memadai. 


Ahok gusur pemukiman Bukit Duri
Puluhan warga menyaksikan penggusuran di pemukiman yang terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, Rabu (28/9)
Selama masa jabatannya sebagai menteri dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) banyak orang yang menjadi korban penggusuran datang memberi aduan. Mereka menceritakan kisah bagaimana pengusiran dilakukan dengan diertai kekerasan. Hal ini, terasa seperti cerita penyalahgunaan kekuasaan oleh pemimpin seperti Indonesia di jaman Orde Baru.

Ahok memenangkan dukungan banyak orang dari kelas kaya dan menengah. Ia juga dinilai menguntungkan para pengembang properti dengan kebijakan yang diberlakukannya. Mereka disebut sebagai pihak utama yang membiayai kampanye agar Ahok kembali menjadi Gubernur pada 2017.

Tidak hanya kasus dugaan penistaan agama, penggsuran paksa, Ahok juga memiliki catatan terkait skandal keuangan. Salah satunya dalam masalah pembelian tanah untuk rumah sakit Sumber Waras dengan aliran dana mencapai 35 juta dolar AS.

Karakter dari pria berusia 50 itu juga terlihat emosional karena tidak menyukai pengunjuk rasa yang menentangnya. Alih-alih mencari solusi melalui dialog, Ahok sering kali mengejek demonstran dan mengancam untuk membakar mereka dengan meriam bensin.

Sementara itu, Presiden Jokowi berjanji untuk menyelesaikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok dengan cepat dan transparan. Nantinya, dapat diputuskan apakah ia terbukti atau tidak melakukan hal itu, yang di mana hasil putusan ini mempengaruhi pencalonan Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017.

Keputusan dalam kasus Ahok dinilai sangat pengaruh untuk kepresidenan Jokowi. Jika Ahok diputuskan tidak bersalah seperti yang disebutkan dan ditunjukkan dalam berbagai bukti, bukan tidak mungkin demonstrasi lebih besar kembali terjadi.

Belum lagi, aksi unjuk rasa yang disertai kekerasan. Hak fundamentalis dari pihak-pihak tertentu meluap dan mengeksploitasi situasi untuk memperkuat cengkraman mereka dalam politik Indonesia. Hal ini, dapat menyebabkan perekonomian negara menjadi buruk.

Skenario terbaik, adalah agar Ahok mengakui kesalahan yang dilakukannya. Ia juga harus mundur dari pemilihan gubernur Ibu Kota 2017. Setidaknya, Presiden Jokowi harus melakukan apa yang terbaik bagi Indonesia dengan menarik temannya itu.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/16/11/12/oghai0385-opini-rizal-ramli-soal-aksi-damai-dan-ahok-di-the-wall-street-journal
SaveSave

BERITA HANGAT! Bawaslu: Kami tidak Bisa Tindak Warga yang Tolak Kampanye Ahok

Warga menolak kehadiran Ahok/Djarot di wilayahnya
Warga menolak kehadiran Ahok/Djarot di wilayahnya
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA . Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI menegaskan tidak bisa menindak warga yang menolak kampanye pasangan Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Cawagub Djarot Saiful Hidayat. Sebab Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada tidak mengatur masalah penolakan tersebut.

Komisioner Bawaslu RI Nelson Simanjuntak menjelaskan, undang-undang tersebut hanya mengatur soal pelanggaran atau keributan yang dilakukan oleh tim kampanye paslon. Sedangkan soal pelanggaran yang dilakukan warga dengan menghalang-halangi paslon berkampanye, itu memang tidak diatur.

"Ya kita tidak bisa (menindak) karena itu tidak diatur dalam undang-undang pemilu. Apalagi ini memang hal baru, karena selama ini diperkirakan tidak ada orang yang mengganggu orang yang berkampanye," katanya kepada Republika.co.id, Jumat (11/11).

Nelson melanjutkan, saat ini yang bisa menindak pihak yang menghalang-halangi paslon berkampanye, adalah kepolisian, yaitu dengan menggunakan tindak pidana umum. Apalagi, berkampanye termasuk kegiatan kenegaraan yang resmi, sehingga harus mendapat perlindungan dan pengamanan.

"Polisi juga bertanggung jawab untuk membuat tenang. Polisi juga diberikan anggaran untuk melakukan pengamanan. Pengamanan itu bagian dari ketertiban umum di luar penegakan hukum Pemilunya," ujarnya,

Pihak paslon yang merasa terhalangi saat hendak berkampanye, ungkap Nelson, pun bisa langsung melapor kepada kepolisian. Misalnya, karena sudah mengeluarkan dana yang besar dalam berkampanye tapi kemudian gagal karena ada penolakan warga, Paslon terkait bisa menggugat secara perdata.

"Mereka bisa melapor kalau merasa dirugikan secara perdata," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie juga mengakui peristiwa penolakan kampanye yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta di luar aturan pilkada. Namun, yang terpenting bagi dia, penolakan tersebut tidak datang dari Paslon lain.

"Itu di luar aturan Pilkada. Asalkan bukan digerakkan oleh Paslon yang lain, maka gelombang penolakan itu merupakan tanggung jawab paslon yang bersangkutan itu sendiri. Yang penting sesama Paslon tidak saling jegal-menjegal," kata dia.

Seperti diketahui, paslon Ahok-Djarot sudah beberapa kali mendapat penolakan warga ketika hendak berkampanye ke salah satu daerah di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kejadian itu kemudian membuat kampanye mereka dikawal ketat oleh kepolisian.

Sumber: ROL

Wednesday, November 9, 2016

Zeng Wei Jian: Para Taipan Ancam Cabut Investasi Besar-Besaran Jika Ahok Dipenjara, Kita Harus Lawan!

Ahok - Zeng Wei Jian
Ahok (kiri) dan Zeng Wei Jian (kanan)
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Tokoh Tionghoa Zeng Wei Jian membeberkan rencana jahat taipan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait pencabutan investasi besar-besaran dari Indonesia.

“Ada taipan berkata, bila Ahok dipenjara akibat kasus penistaan Al Quran maka dia akan ngajak taipan rasis lain rame-rame cabut investasinya dari Indonesia,” ungkap Zeng di akun Facebook.

Kata Zeng, tindakan para taipan pendukung Ahok ini semacam ancaman kepada pemangku kekuasaan dan otoritas negara. “Teman saya berasumsi Indonesia akan ambruk bila para taipan ini menarik dananya. Ekonomi Indonesia dikendalikan oleh mereka,” ungkap Zeng.

Zeng mengungkapkan, seandainya informasi itu benar, Indonesia benar-benar dijajah kelompok taipan itu. Sikap para taipan itu atas Ahok telah memperlihatkan sebuah watak keji. Sudah pasti, kelompok keji ini mesti dilawan. Tidak boleh taipan dibiarkan berkuasa atas 250 juta rakyat Indonesia.

“Saya berpikir, bukankah mereka yang bergantung kepada negeri ini? Bila benar ada semacam intimidasi semacam itu, saya kira Presiden Jokowi tidak perlu takut,” tegas Zeng.

Kendati demikian, kata Zeng, lebih baik taipan pendukung Ahok yang main ancam, hengkang dari Indonesia. “Sudah pasti taipan dari Middle East, Eropa, Amerika dan Jepang berduyun-duyun antri menggantikan posisi mereka. Di mana harga diri dan hati nuranimu, saat penista agama hendak dibiarkan lolos. Hal itu akan memicu perang saudara. Korbannya bisa banyak sekali,” pungkas Zeng. Walau bukan Muslim, tapi Zeng secara tegas mendukung perjuangan umat Islam dan juga Habib Rizieq.

Sumber: Eramuslim

Sunday, November 6, 2016

BEREDAR VIDEO JOKOWI PERNAH BILANG 'TOLONG SAYA DIDEMO'

Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Saat demo besar-besarn Umat Islam jumat 4 November 2016 yang mendatangi Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih pergi meninggalkan istana dan mau memerima atau menemui massa aksi.

Diberitakan Kompas, Presiden Joko Widodo, Jumat (4/11/2016) siang, meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan. Mobil RI 1 meninggalkan Istana tidak melewati pintu depan, Jalan Medan Merdeka Utara. Melainkan melalui pintu belakang, Jalan Veteran.

Padahal jauh-jauh hari tokoh-tokoh umat Islam sudah menghimbau agar Presiden Jokowi tidak pergi saat Aksi Umat Islam karena mereka sebagai rakyat ingin bertemu langsung Presiden menyampaikan aspirasi terkait kasus penistaan Al-Quran yang sangat menyakitkan bagi Umat
Islam.

Kepergian Presiden Jokowi tak mau merima massa aksi jadi cibiran pubkik bukan hanya peserta aksi. Publik mencibir karena apa yang dilakukan Jokowi sangat berbeda dengan apa yang pernah diomongkan Jokowi.

BUKTI video pun saat ini lagi rame di share netizen beredar di sosial media. Video saat Jokowi berbicara di hadapan banyak massa.

Jokowi: "Saya kangen sebetulnya di demo. Karena apa? Apapun... apapun... pemerintah itu perlu dikontrol. Pemerintah itu perlu ada yang peringatin kalo keliru. Jadi kalau gak ada demo itu keliru. Jadi sekarang saya sering ngomong dimana-mana 'Tolong saya di demo'. Pasti saya suruh masuk."

"Kalau demonya saya sudah tahu sehari sebelumnya PASTI saya siapkan makan. Tapi kalau ndadak saya siapkan snack sama aqua."

Tapi kenapa pas demo Umat Islam 411 kemarin bapak Jokowi malah pergi? Padahal juga sudah tahu jauh-jauh hari sebelumnya.

GAK PERCAYA JOKOWI pernah ngomong begitu?

INI BUKTI VIDEONYA.

SaveSaveSaveSave

Saturday, November 5, 2016

ICHSANUDDIN NOORSY: PERANGKAP AHOK

ichsanuddin noorsy
Ichsanuddin Noorsy
Dr. Ichsanuddin Noorsy B.Sc., SH., M.Si

Sukar diingkari bahwa unjuk rasa 4 Nopember 2016 adalah tekanan masyarakat Islam menolak Ahok dan menolak Presiden Joko Widodo melindungi Ahok.
Penistaan terhadap Al Qur’an surat Al Maidah 51 merupakan pintu masuk penolakan yang sempurna karena memenuhi syarat filosofis, sosiologis, dan yuridis formal (hukum yang berpijak pada dogma dan kekuatan berpikir rasional dan dibukukan, hukum positif).

Penolakan masyarakat ini bertentangan dengan transaksi politik yang sudah dilakukan partai politik. Pengertian transaksi ini berpijak pada teori pertukaran, apapun pertukaran itu. Boleh pertukaran cita-cita, atau kepentingan sesaat (maaf, bisa juga kepentingan sesat walau tidak disadari). Singkatnya, pertukaran dalam pengertian ada pihak-pihak yang saling memberi dan menerima. Dalam model berpikir yang saya bangun sejak pemilu 2004, politik uang di pemilu legislatif akan melahirkan keterwakilan semu (false representative) karena suara diperoleh melalui transaksi finansial. Ada transaksi modal sosial, tetapi lebih merupakan sarana untuk terjadinya pertukaran kekuasaan dengan finansial.

Produk dari keterwakilan semu atau keterwakilan palsu ini adalah perwujudan otoritas semu. Ini juga terjadi pada pemilu eksekutif. Otoritas semu ini merujuk pada rendahnya bobot keterwakilan yang diindikasikan dengan tidak menjalankan, mengubah atau menolak aspirasi masyarakat luas. Dalam proses lebih lanjut, kebijakan publiknya membuahkan kepastian semu. Itu tercermin pada keputusan pemerintah yang berbeda dengan kepentingan masyarakat. Atau sebagaimana banyak keputusan peradilan yang tidak mencerminkan rasa keadilan. Itu berarti kepastian hukum hanya berlaku pada pihak tertentu. Keadilan hanya milik orang kaya. Keadilan yang ada terasa hambar dan tidak menghangatkan jiwa interaksi sosial.

Pergelaran itu terjadi pada perilaku politik Presiden Joko Widodo saat demonstrasi dua juta masyarakat Islam. Sebutan pengecut, penakut, menghindar atau perilaku buruk lainnya muncul di media sosial untuk melukiskan sikap menolak Joko atas tekanan masyarakat Islam menolak Ahok. Simpulnya menjadi, sikap masyarakat menolak Ahok disambut dengan sikap Presiden menolak tekanan masyarakat. Sikap menolak masyarakat tentu mempunyai alasan panjang. Perilaku arogannya Ahok, mulutnya yang kasar, kebijakan yang tidak adil, kebijakan anggaran yang off budgeter, dan banyak lagi yang lain. Yang terpenting adalah kasus Rumah Sakit Sumber Waras, kasus Reklamasi, dan kasus penistaan Al Maidah 51.

Sementara penolakan penguasa dan penegak hukum berpijak pada hukum formal dan diskresi. Sebagaimana artikel saya tentang “Negara Kekuasaan dan Provinsi Gagal”, penguasa dan penegak hukum menggunakan bukan lagi standar ganda, tapi sudah memakai standar yang aman dan nyaman bagi mereka (suitability standard). Itu tercermin pada kata-kata Presiden yang memerintahkan Wapres, Menkopolhukam, Menag, Panglima TNI dan Kapolri untuk menjumpai perwakilan pengunjuk rasa. Sementara yang bersangkutan pergi memeriksa proyek kereta api cepat Kota-Bandara Cengkareng. Joko menolak bisa jadi karena menyadari demonstrasi 4 Nopember ini pun mengarah ke posisi dirinya.

Serta merta masyarakat membandingkan respon Presiden terhadap persoalan Kodok, Warteg, pungli recehan dan pembakar masjid di Tolikara, atau sebagaimana dia suka blusukan dan tanggap bahkan hingga masuk ke gorong-gorong. Kenapa ada dua juta lebih masyarakat Islam yang ingin menjumpainya, Presiden malah pergi dan mewakilkannya ?
Dalam perspektif sistem pemerintahan, mendelegasikan kewenangan tidak salah. Tapi dalam perspektif interaksi sosial politik, saya menyebut Joko Widodo bukan representasi muslim, tidak menghargai keyakinan dan aspirasi muslim, tidak peduli pada penistaan Al Qur’an, tidak memahami perjalanan haji dan umrohnya, serta secara terbuka mengambil jarak psikologi dan sosial dengan muslim dan ajaran Islam.

Memang Joko Widodo adalah representasi bangsa Indonesia yang 15-17 persen bukan muslim dan Indonesia bukan negara agama sepenuhnya. Jika pemegang kekuasaan dan penegak hukum bersikap arif bijaksana, sepatutnya dan sepantasnya rasa keadilan masyarakat mewujud dalam sikap politik kekuasaan. Diterima atau tidak, penolakan dari Presiden Joko Widodo berakibat dia sedang mempermalukan diri dan keluarganya, walau itu tidak dirasakan, menurunkan bobot wibawanya sebagai Presiden, dan hilangnya penghargaan dan penghormatan masyarakat terhadap lembaga kepresidenan dan pribadinya.

Mestinya, Joko Widodo ingat bagaimana Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono ditolak hadir di berbagai kampus akibat kasus Bank Century. Walau mengakhiri jabatan sesuai dengan agenda ketatanegaraan, namun penolakan itu sendiri sudah bermuatan penghinaan terselubung. Itulah risiko demokrasi liberal.

Pada demonstrasi 4 Nop 2016, orang kemudian berpendapat bahwa Joko Widodo adalah Presiden pertama di dunia yang lari saat rakyat berniat baik menjumpainya. Artinya, ummat Islam yang sudah diperangkap dengan demokrasi liberal masih mematuhi suatu sistem sosial politik berbasis kebebasan individu. Dalam kepatuhan itu, tuntutan kelayakan dan kepantasan mereka ditolak.

Kalangan pembela Joko Widodo pasti menyatakan, sistem sudah berjalan. Wapres dan sejumlah menteri sudah mewakili Presiden Joko Widodo. Masyarakat kembali merespon, rupanya Presiden tidak mampu membuat skala prioritas. Memeriksa fisik pekerjaan yang bisa diwakilkan dan pantas dilaksanakan menurut sistem organisasi modern, ternyata jauh lebih penting dari pada menghargai dan menghormati masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Jelas, kilah berkilah untuk membela posisi diri pasti dilakukan. Maka saya mencoba menelusuri kenapa Ahok demikian berarti baik bagi Joko Widodo maupun bagi Parpol pendukung dan pengusungnya.

Siapa penyokong Jokowi?

Ahok pernah menyatakan bahwa Joko Widodo menjadi Presiden berkat dukungan pengembang (developer). Pernyataan ini mengejutkan karena memberi makna bahwa Ahok mengerti mengenai transaksi ini, jika memakai kacamata teori pertukaran. Maka kemelut reklamasi menjadi seru saat Sanusi dan Ariesman menjadi terpidana sementara Aguan tercekal dan datang ke Istana. Peristiwa tindak pidana korupsi inilah yang menodorong terbitnya surat Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi SH tertanggal 19 Apr 2016 No.: 345/-071.78 yang menghentikan pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Prov DKI dan menunggu hasil proses hukum yang sedang berlangsung.

Beberapa saat setelah copotnya Rizal Ramli sebagai Menko Maritim dan ESDM yang menolak reklamasi, terbitlah surat Gubernur DKI tertanggal 3 Oktober 2016 No.: 4511/-075.61 tentang Proses Pembahasan Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta. Surat Gubernur Basuki T Purnama ini memohon kiranya DPRD dapat segera menjadwalkan rapat paripurna untuk dua Raperda tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sebelum dua surat ini terbit beredar foto isteri Anggota DPRD dan seorang anggota DPRD dalam pesawat jet pribadi. Dokumen yang saya posting di berbagai grup media sosial itu memunculkan pertanyaan, dalam rangka apa digunakan jet pribadi, jet pribadi milik siapa, dari mana dan mau kemana jet pribadi dengan penumpang khusus itu. Sayangnya pertanyaan ini sulit terjawab. Namun dua surat itu mengindikasikan, Ahok mempunyai posisi tawar yang kuat. Justru dengan posisi tawar ini maka Ahok telah memerangkap Joko Widodo.

Mudah-mudahan bukan hal ini yang membuat Joko Widodo kehilangan peluang emas untuk membuktikan kedekatan dirinya dengan rakyat. Muslim Indonesia dan dunia mencatat, demonstrasi damai paling dahsyat itu telah melukai perasaan masyarakat Islam sekaligus membuahkan komitmen proses hukum yang sarat dengan kepentingan penguasa.

Menyebut bahwa ada aktor politik dalam kerusuhan di Monas justru menunjukkan sikap yang membangun masyarakat yang terkotak-kotak (separate society) dan mencari kambing hitam sambil memainkan model playing victim. Akankan ini berlanjut ? Jawabnya ya, karena hukum demokrasi liberal adalah pertarungan bebas untuk saling menyingkirkan satu sama lain. Inilah Indonesia hasil reformasi. Padahal demokrasi tunduk pada hukum, hukum tunduk pada konstitusi. Dan berdasarkan perintah konstitusi Joko Widodo yang disumpah dengan menggunakan Al Qur’an.

DI DEPAN PNS, AHOK EMOSI LALU BILANG 'SAYA PASTI MASUK SURGA, DAPAT RUMAH, PASTI MAKAN'

Ahok
Basuki Tjahya Purnama, AHOK
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Video Ahok sedang marah-marah di depan pejabat Pemprov DKI baru-baru ini beredar. Dalam video ini, Ahok menyebut bahwa dirinya sedang memberi tausiyah. Ahok juga mengatakan bahwa dirinya pasti masuk surga.

Entah apa yang membuat Ahok marah-marah. Sejak pertama kali masuk ruang rapat, terlihat wajahnya sudah ingin marah. Begitu mendapat laporan bahwa ada kesulitan penghapusan aset, Ahok bertambah marah. Lalu mulailah ia bicara tentang iman dan surga.

“Bapak ibu percaya sama saya lah. Anda ngerjain saya, pun, ngerusak nama saya di depan rakyat pun, kekuasaan itu punya Tuhan. Aku ingetin berkali-kali. Gue kasih tausiyah nih, kekuasaan punya Tuhan. Kalau saya ditentukan dengan kekuasaan dikasih ke saya, lu nyemarin nama baik tetap gue jadi gubernur lu. Santai aja. Kalian nggak usah terlalu ini. Nggak usah terlalu khawatir. Kalian kan beriman. Beragama semua, tho. Saya beriman sama Tuhan. Sungguh-sungguh beriman. Maka saya nggak pernah takut kehilangan jabatan. Bahkan nyawa saja saya nggak takut. Karena saya tahu ke mana saya akan pergi kalau saya mati,” kata Ahok dengan nada tinggi sejak menit ke 17 dalam video ini.

“Itu namanya iman. Bukan cuma ngomong doang iman. Masih ngomong iman iman, sembahyang apa iman, iman. Imannya apa? Gue kasih tahu lo iman seperti apa. Kenapa saya nggak pernah takut kehilangan jabatan. Karena saya tahu jabatan itu Tuhan yang kasih. Kenapa saya nggak pernah takut saya mati karena saya tahu saya pasti masuk surga dan dapat rumah, dapat makan. Itu jaminan mati saya. Saya pengikut Nabi Isa, jelas janjinya. Pasti masuk surga, pasti dapat rumah, pasti makan. Itu iman saya,” lanjut Ahok.

Ini cuplikan videonya:

SaveSave

FADLI ZON: JOKOWI HARUS KLARIFIKASI SOAL AKTOR POLITIK YANG MENUNGGANGI AKSI DAMAI 4 NOVEMBER 2016

Fahri HAmzah dan Fadli Zon demo 4 November 2016
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon di tengah demonstran 4 November 2016
PORTALBANDUNG.COM -- Jakarta. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra meminta Presiden Jokowi menyebutkan siapa aktor politik yang menunggangi aksi demonstrasi pada Jumat (4/11) kemarin. Ia meminta Jokowi mengungkap agar tidak menimbulkan spekulasi.

"Presiden harus klarifikasi maksud pernyataannya itu. Siapa yang disebut sebagai aktor politik itu? Supaya tidak ada yang berspekulasi," kata Fadli dalam sebuah diskusi bertemakan "Politik dan Kebangsaan Kini" di Warung Daun, Jl. Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ia juga meminta agar Presiden Jokowi menjelaskan tentang maksud apa yang ditunggangi dalam aksi dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) tersebut. Fadli sendiri ikut naik ke mobil komando dalam demo 4 November kemarin.

Menurutnya, spekulasi yang timbul di kalangan masyarakat dapat menimbulkan masalah baru. Atas dasar itu, ia meminta klarifikasi dari presiden.

Fadli mengatakan, tujuan demo kemarin ialah menuntut Gubernur Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) diproses hukum secara cepat. Kasus yang dimaksudnya ialah dugaan penistaan agama ketika Ahok berbicara di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

"Massa kan jelas, mereka menuntut penegakan hukum tentang penistaan agama. Kasus seperti penistaan agama pun pernah terjadi sebelumnya, banyak contoh kasus yang diproses secara hukum. Tapi kenapa, kok (kasus) Ahok ini tidak (segera) diproses secara hukum, kan seperti itu (tuntutan massa)," terangnya.

Fadli menambahkan, selain dirinya, ada 11 anggota DPR RI lain yang ikut mengiringi demo sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap massa. Demo kemarin pun dianggap bukan sebagai ancaman kebangsaan, justru ancaman kebangsaan itu terjadi jika respon keadilan yang tidak ditegakkan.

"Justru kalau orang menuntut agar dilakukan penegakan hukum itu meperkokoh pondasi kebangsaan," katanya.


VIDEO|| AKSI PENGRUSAKAN DAN PENJARAHAN MINIMARKET DI PENJARINGAN JAKARTA UTARA 4 NOVEMBER 2016

Minimarket di Penjaringan Jakarta Utara yang dirusak dan dijarah
Minimarket di Penjaringan Jakarta Utara yang dirusak dan dijarah  

PORTALBANDUNG.COM -- Jakarta. Pengrusakan dan penjarahan minimarket di Penjaringan tidak ada kaitannya dengan demonstrasi 4 November 2016. Pelaku penjarahan yang rata-rata masih ABG ini memanfaatkan peristiwa kerusuhan untuk melancarkan aksi kriminalitas itu.

"Kalau (demo) yang di Istiqlal itu tidak ada kaitannya dengan yang semalam melakukan tindak pidana di wilayah Penjaringan," kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yusman, di Mapolres Jakarta Utara, Jl Laksamana Yos Sudarso, Jakarta Utara, Sabtu (5/11/2016).

Pelaku penjarahan yang diamankan berjumlah 15 orang. Para pelaku rata-rata berusia 16 tahun hingga 18 tahun. Menurut dia, aksi itu bermotif ekonomi.

"Memang mereka niatnya mau melakukan tindak pidana pencurian dengan memanfaatkan momen-momen yang saat ini kami sedang sibuk-sibuknya melakukan pengamanan pendemo di depan Istana. Kemudian saat chaos di sana, momen tersebut dimanfaatkan. Ketika kami lengah kemudian dia mencoba untuk melakukan tindak pidana tersebut," ungkap Yuldi.

Minimarket dan warung dirusak para pelaku pada Kamis 4 November 2016 sekitar pukul 22.00 WIB. Para pelaku melakukan penjarahan barang-barang dagangan minimarket dan warung nahas tersebut.

Lihat videonya di sini:

SaveSave

LIMA AKSI DEMONSTRAN 4 NOVEMBER 2016 YANG SANGAT MENGAGUMKAN

demo terbesar sejak reformasi
Demo terbesar sejak reformasi 1998 (Denny JA)
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Demonstrasi besar 4 November telah berakhir. Meski sempat diwarnai sedikit kericuhan, namun aksi tersebut menuai banyak simpatik. Hal itu tak terlepas dari kesandaraan demonstran dan penggerak massa yang ingin agar unjuk rasa menuntut Ahok diproses hukum ini berjalan dengan damai. Berikut lima aksi simpatik para demonstran. 
Aa Gym memunguti sampah demonstran
Abdullah Gymnastiar (AA Gym) beres-berse di Istiqlal bareng Mualaf center indonesia dan Gerakan Masjid Bersih-Bersih.
1. Demonstran Memunguti Sampah
Ribuan massa aksi bela Islam terlihat berbondong-bondong melintasi Tugu Tani dan berjalan menuju Masjid Istiqlal. Massa aksi tersebut terus bergerak dari Jalan Menteng Raya menuju Masjid Istiqlal dengan melewati Jalan Ridwan Rais.

Ribuan massa tersebut tak henti-hentinya meneriakan takbir, bershalawat serta menyuarakan yel-yel yang berisi desakan agar Ahok ditangkap. Namun di sela-sela perjalanan, sebagian dari massa tersebut terlihat memungut sampah-sampah yang ada di sekitaran jalan yang mereka lewati.

"Dari awal sudah diintruksikan buat mungutin sampah. Karena aksi damai diupayakan sedamai mungkin," kata salah seorang peserta Aksi asal Karawang Barat, Rois kepada Republika.co.id, Jumat (4/11).

Dai kondang sekaligus pimpinan pondok pesantren Darut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym juga tak mau ketinggalan mengikuti aksi bersih-bersih sampah ini. Ia sengaja terlambat memulai aksi. Ia terlambat karena ingin memunguti sampah-sampah massa aksi bela islam II. Terlihat Aa Gym bersama santri Daarut Tauhid memunguti sampah sepanjang jalur aksi.

Aa Gym baru memulai aksi pukul 15.00 WIB, memberikan jarak dari massa inti sekitar 150 meter. Aa Gym berorasi
“Maju darut tauhid maju, jangan sisakan satu sampah. Mari kita ikut bergerak.”


demonstran sholat ashar berjamaah
Massa dari berbagai organisasi melakukan shalat Ashar disela aksi damai di depan kantor Balaikota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4\11).
2. Shalat Ashar Berjamaah di Tengah Demonstrasi
Puluhan ribu massa Aksi Bela Islam II menghentikan sejenak demonstrasinya setelah kumandang azan Ashar. Mereka melaksanakan shalat ashar berjamaah di lokasi demo.

Pantauan Republika.co.id di Jalan Merdeka Utara atau area Istana Presiden, orator menghentikan orasinya saat kumandang azan Ashar telah tiba. Massa aksi dengan sendirinya bergegas untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Meski mereka kesulitan untuk mendapatkan air guna keperluan wudhu', tidak mengurangi niatnya untuk melaksanakan ibadah. Air minum mereka gunakan untuk berwudhu'.

Di sela-sela shalat Ashar, sebagian massa aksi juga ada yang memanfaatkan untuk istirahat. Adapula yang terus mengumandangkan takbir.

Demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu umat Muslim di Ibu Kota Jakarta, sempat dihentikan sejenak untuk melaksanakan shalat Ashar. Puluhan ribu pendemo segera mengambil wudhu' dan melaksanakan shalat berjamaah secara bergantian.

Di sisi lain, dua orang polisi yang bertugas menjaga keamanan di sekitar Istana Presiden menjadi ma'mum dengan salah satu massa aksi sebagai imamnya.

Pemandangan tersebut berada di Jalan Veteran ke arah Medan Merdeka Utara. Mereka kompak satu tujuan beribadah kepada Allah SWT. Pemandangan tersebut seolah tidak ada situasi yang memanas antara polisi dan massa aksi. Polisi dan massa aksi layaknya sahabat yang saling melindungi.

posko ambulan dan makanan gratis 4 november 2016
posko yang menyediakan charge handphone, makanan dan minuman gratis. 
3. Ambulans dan Makanan Gratis Buat Para Demonstran

Ambulans swadaya masyarakat, lembaga dan swasta diterjunkan di beberapa titik aksi unjuk rasa guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian darurat, misalnya untuk penanggulangan demonstran pingsan.

"Ambulans dari pihak kami diterjunkan ke 10 titik lokasi unjuk rasa 4 November," kata operator ambulans milik Lembaga Amil Zakat Al Ihsan (Lazis) Edi Junaidi saat ditemui di area luar Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat(4/11). Dia mengatakan ambulans dari Lazis berada di bawah koordinasi Jakarta Amanah yang bertujuan membantu penanganan medis demonstran jika diperlukan.

Ambulans dari Lazis, kata dia, juga membantu mendistribusikan makanan dan minuman gratis untuk demonstran. Makanan dan minuman itu, kata dia, diperoleh dari dermawan yang bersimpati terhadap aksi unjuk rasa 4 November.

Lazis, kata dia, tidak asal menerima bantuan konsumsi tanpa dicek terlebih dahulu. Pihaknya memastikan makanan dan minuman tersebut aman, tidak beracun ataupun mengandung obat bius.

Berdasarkan pantauan, sejumlah ambulans swadaya masyarakat juga bersiaga. Di antaranya ambulans dari Azzikra, Tata Motors, Andalusia Islamic Center, Baabul Jannah dan lainnya.
arifin ilham bersholawat bersama demonstran
Tokoh masyarakat Arifin Ilham bersama berbagai organisasi masyarakat melakukan longmarch aksi damai di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (4\11).
4. Demonstran Bershalawat Bersama

Ustaz Arifin Ilham mengikuti unjuk rasa bersama demonstran lainnya yang tergabung dalam sejumlah organisasi Islam untuk menuntut pelaku dugaan kasus penistaan agama segera diproses hukum.
Berdasarkan pantauan, Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra ini tampak menaiki mobil komando saat melintas di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.

Ustaz Arifin Ilham membacakan shalawat beserta beberapa orang yang berada di mobil komando tersebut. Pengunjuk rasa pun juga ikut membacakan shalawat dan mengambil foto saat Arifin Ilham melintas. Sementara itu, suasana di sekitar Gambir mulai lengang karena pengunjuk rasa sudah bergerak menuju Istana Negara.

Sejak Kamis (3/11) sore, sejumlah massa dari luar Jakarta sudah tiba di Ibu Kota dengan titik kumpul di Masjid Istiqlal.
Massa tersebut bergabung dengan sejumlah ormas Islam melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat (4/11) guna menuntut Bareskrim Polri mempercepat proses hukum Ahok atas kasus dugaan penistaan agama.
bendera merah putih raksasa demo 4 november
Bendera Merah Putih raksasa dibentangkan di antara ratusan ribu demonstran
5. Membentangkan Bendera Merah Putih

Salah satu hal yang tak kalah unik dan menarik dari demonstrasi kemarin adalah aksi para demonstran yang membentangkan bendera merah putih besar di Jalan Merdeka Selatan.

Dari video yang diunggah di media maya tampak bendera tersebut terbentang hingga puluhan meter dengan lebar sejalan raya.

Selain itu, tak sedikit para demonstran lain yang ikut mengibarkan bendera indonesia dengan ukiran biasa. Bendera tersebut menunjukkan bagaimana nasionalisme para demonstran.

Sumber: ROL
SaveSave

DENNY JA: PEOPLE POWER TERBESAR SEJAK REFORMASI 1998, TAMATKAH AHOK?

Ratusan ribu massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa di Jakarta, Jumat (4/11).
Ratusan ribu massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa di Jakarta, Jumat (4/11).
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Peneliti lembaga survei Denny JA menilai, demonstrasi yang dilakukan pada Jumat (4/11) merupakan gerakan people power terbesar. Ia pun berharap pemerintah tak mengabaikan suara mereka.

"People power terbesar sejak Reformasi; #411, Jangan Abaikan suara mereka. Tamatkah Ahok?" tanyanya lewat kicauan Twitter, kemarin.

Ratusan ribu orang mengikuti demonstrasi yang menuntut agar Gubenur DKI pejawat Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum terkait kasus dugaan penistaan agama. Demonstran memenuhi jalanan jalan Merdeka Selatan, kawasan Istiqlal hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengungkapkan, belum pernah kawasan Istiqlal dan Medan Merdeka dipenuhi manusia dan mengepung Istana sebesar aksi damai, kemarin. Belum pernah, kata ia, Masjid Istiqlal kebanggaan Indonesia itu menampung jamaah sebesar kemarin.

"Massa dari seluruh penjuru bangsa dan tiada henti berdatangan dengan zikir dan lagu kebangsaan yang sama. #Rafleksi411," ujar Fahri lewat kicauan di Twitter-nya, Sabtu (5/11).

Fahri mengatakan, sebuah kesadaran yang masif telah hadir. Mereka siap berkorban dan sabar. Semua itu pun telah ditunjukkan. Peristiwa aksi damai itu, kata ia, tak akan sia dan telah menjadi penanda.

"Kemarin kita telah dimenangkan, rakyat telah dibangkitkan dan ummat telah menemukan momentum konsolidasinya. #Refleksi411," ungkapnya. "Kita ini orang jalanan dan mengerti makna setiap peristiwa jalanan. #Refleksi411."

JOKOWI SEBUT KERUSUHAN DEMO DAMAI 4 NOVEMBER DITUNGGANGI AKTOR POLITIK

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Presiden Joko Widodo akhirnya memberikan keterangan kepada media setelah seharian meninggalkan Istana Merdeka. Jokowi mengaku mengapresiasi demo damai umat Islam yang berlangsung damai.

Namun, dia menyayangkan sempat terjadi kericuhan setelah waktu untuk unjuk rasa selesai. "Tapi kita menyesalkan, kejadian ba'da Isya, yang seharusnya (massa aksi) sudah bubar, tapi jadi rusuh," katanya di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (4/11), dinihari.

Menurut Jokowi, kerusuhan itu terjadi karena ulah aktor-aktor politik. "Dan (rusuh) ini kita lihat telah ditunggagi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," katanya.

Jokowi juga mengklarifikasi, bahwa dirinya sudah menyampaikan dalam rapat sebelumnya terkait kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum Ahok akan ditangani dengan cepat.

Sebelumnya, massa aksi mendesak Jokowi menemui perwakilan massa yang menuntut Ahok segera diadili. Sementara, Jokowi tidak berada di istana sehingga dia diwakili oleh para menterinya.

Sumber: ROL

KECEWA KEPADA JOKOWI WAKIL KETUA DPRD KOTA BANDUNG, EDWIN SENJAYA: PEMIMPIN YG TDK MEMILIKI TANGGUNG JAWAB BERARTI TELAH KEHILANGAN KEHORMATANNYA

Edwin Senjata
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya di tengah massa demonstran 4 November 2016
Bismillah,,
Saya bukanlah Presiden.. Bukan pula sekelas Pejabat Negara.. Kebetulan hanya sekedar jadi Ketua Organisasi2 dan politisi lokal di daerah.. Sama sekali bukan jabatan yg prestisius dan mentereng.. biasa saja..
Tapi saya faham, bila ada warga ataupun pihak yg berkepentingan ingin bertemu utk sekedar menyampaikan aspirasinya lalu kemudian saya menolak menghindarinya, tentu mereka akan sangat kecewa..
Menjadi Pemimpin bukanlah sekedar memegang jabatan besar, tapi juga dituntut memiliki rasa TANGGUNG JAWAB BESAR sebagai wujud KEHORMATAN seorang PEMIMPIN.. 
Seorang Pemimpin yg TIDAK MEMILIKI TANGGUNG JAWAB berarti dia telah kehilangan KEHORMATANNYA..
Bayangkan bila ada 1 JUTA manusia yg sengaja datang dari seluruh pelosok Negeri, dan mereka berbaris tertib rapi kepada Pemimpin yang diharapkannya, untuk menyelesaikan persoalan mereka,, dan kemudian Sang Pemimpin pergi menghindari... 
Lalu dimanakah TANGGUNG JAWAB DAN KEHORMATANNYA sebagai PEMIMPIN ???

Sumber: timeline Facebook

VIDEO KRU METRO TV DIUSIR OLEH MASSA DI DEPAN MESJID AGUNG MEDAN 4 NOVEMBER 2016

Kru METRO TV diusir di Medan
Kru METRO TV diusir saat meliput Aksi Bela AlQuran di depan Mesjid Agung Medan 4 November 2016
PORTALBANDUNG.COM -- MEDAN. Mobil Satellite News Gathering (SNG) milik stasiun swasta Metro TV diusir paksa elemen ormas islam yang tengah berkumpul di Masjid Agung Medan.
Awalnya, seorang orator bernama Eka menyampaikan bahwa Metro TV selama ini tidak berimbang dalam memberitakan aksi elemen ormas islam.

"Kami ingatkan kepada Metro TV agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan soal taman rusak. Kalian catat itu ya," teriak Eka yang mengenakan jas krem, Jumat (4/11/2016).
Awalnya, kru Metro TV tetap mengambil gambar di pelataran masjid. Namun, orator tiba-tiba saja meminta mobil SNG Metro TV itu diusir dari Masjid Agung Medan.
"Metro TV, sebaiknya kalian pergi saja. Kalian pro Ahok. Cepat kalian pergi dari sini," teriak Eka yang kemudian menyulut amarah massa pendemo.
Dari pantauan Tribun, ratusan massa merangsek mendekati mobil SNG Metro TV.
Sejumlah kru Metro TV yang mengambil gambar dengan handycam tampak begitu panik.
Beruntung, Kasat Sabhara Polrestabes Medan, Kompol Siswandi dan Kapolsekta Medan Baru, Kompol Ronni Bonic menenangkan massa.
Tak lama kemudian, mobil SNG Metro TV digiring keluar halaman Masjid Agung.

Sumber: Tribun

Lihat videonya di sini:


WAKIL KETUA DPRD KOTA BANDUNG, EDWIN SENJAYA: PESERTA AKSI YANG TERTIB TIBA-TIBA DITEMBAKI PELURU GAS AIRMATA

Edwin Senjaya
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, H.Edwin Senjaya di antara peserta demo aksi bela AlQuran
PORTALBANDUNG.COM -- Jakarta. Demonstrasi 4 November 2016 yang merupakan aksi damai tiba-tiba menjadi ricuh di penghujung aksi setelah perwakilannya diterima oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Gas air mata ditembakkan dan mobil dibakar.

Salah seorang peserta aksi damai yaitu Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, H. Edwin Senjaya, SE menuturkan kesaksiannya yang dituangkan dalam timeline Facebook-nya:

Bismillah,,

Saya menyaksikan semua kejadian..
Peserta Aksi Unjuk Rasa tiba2 ditembaki peluru gas air mata,, padahal didalam Istana sedang ada PERTEMUAN dan NEGOSIASI antara perwakilan Alim Ulama peserta Aksi dan Wapres JK beserta para Menteri..


Peserta Aksi Unjuk rasa yg tertib terkendali dan duduk mendengar Orasi menunggu hasil pertemuan tiba-tiba mendapat serangan..

Sayang sekali, padahal selama seharian SEJUTAAN Umat Islam telah berusaha keras melaksanakan Aksi damai yang tertib, simpatik serta terkendali..

Tonton videonya di sini:

SaveSave

PIDATO JOKOWI SOAL AKSI DAMAI 4 NOVEMBER 2016

Jokowi 4 November 2016
Presiden Jokowi menyampaikan pidato resmi usai rapat terbatas
PORTALBANDUNG.COM -- Jakarta. Presiden Jokowi mengapresiasi aksi demonstrasi damai para ulama pada Jumat 4 November. Namun Presiden mengecam aksi kekerasan yang terjadi setelah aksi damai berakhir.

Presiden menyampaikan pidato resminya usai rapat terbatas dengan Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (5/11/2016). Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi soal aksi demonstrasi 4 November 2016:

"Sebagai negara demokrasi kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini dengan cara-cara yang tertib dan damai. Terimakasih kami sampaikan kepada para ulama para kyai, para habib, para ustaz, yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai maghrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian bakda isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya saya telah memerintahkan wakil presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menko Polhukam, Mensesneg, Menag, Seskab, Kapolri dan Panglima TNI. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Sebab itu saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif. Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai."


Lihat video lengkapnya: