-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Sunday, August 28, 2016

MASIH INGAT: DESEMBER 2015 AHOK TANTANG TUHAN TURUNKAN HUJAN LEBAT GUYUR JAKARTA?

Basuki Tjahaya Purnama Ahok
Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok
Ahok Tantang Hujan Lebat Guyur Jakarta

Krisna Wicaksono, Bayu NugrahaSabtu, 19 Desember 2015, 15:29 WIB


VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengklaim, Jakarta tidak akan terkena banjir lama, walaupun diguyur hujan selama tiga hari berturut-turut.

"Saya kira, banjir tidak akan lama. Kalau hujan tiga hari berturut-turut sekalipun, begitu berhenti, saya jamin surut," ujar Ahok di Gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu 19 Desember 2015.

Namun Ahok menuturkan, hal itu tidak akan terjadi, jika pompa air disabotase atau ada bendungan yang jebol.

"Sekarang kamu lihat saja. Semalam, hujan besar enggak? Ada genangan enggak di Jakarta? Hampir enggak ada genangan. Karena hampir semua saluran sudah kita bobok. Kamu lihat saja, kita sudah empat sampai lima kali hujan. Semalam adalah kelima kali hujan besar. Tiga empat kali masih ada kegagalan. Di Jakarta Barat keempat kali masih gagal, itu karena pompanya telat," ujarnya.

Siapkan Payung, Kamis Siang Jakarta Diguyur Hujan Deras

Itu sebabnya, ia mengganti kepala PU Tata Air dengan seorang mantan camat, agar bisa menginstruksikan kepada seluruh lurah untuk mengecek kondisi pompa di wilayah masing-masing.

"Makanya saya ganti, kepala PU Tata Air sekarang adalah mantan camat. Saya instruksikan pada seluruh lurah, harus tahu persis kondisi pompa wilayahnya. Harus ditungguin, ada minyak atau enggak, hidup jam berapa, mati jam berapa. Nah, semalam dites oke," jelasnya.

Dia pun menantang Jakarta dan sekitarnya untuk diguyur hujan lebat selama satu hingga dua jam. Hal itu untuk menguji, pompa air berfungsi atau tidak.

"Makanya, saya enggak tahu, saya harap beberapa hari ini, hujan lebat lagi. Kalau perlu, hujan lebat satu jam hingga dua jam, kita tes lagi," katanya. (one)

Sumber: http://m.news.viva.co.id/news/read/713263-ahok-tantang-hujan-lebat-guyur-jakarta

Foto-foto banjir di daerah Kemang, Jakarta Selatan akhir Agustus 2016:

Banjir Kemang #1 Agustus 2016
Banjir Kemang #1

Banjir Kemang #2 Agustus 2016
Banjir Kemang #2

Banjir Kemang #3 Agustus 2016
Banjir Kemang #3

Banjir Kemang #4 Agustus 2016
Banjir Kemang #4

Banjir Kemang #5 Agustus 2016
Banjir Kemang #5

Saturday, August 27, 2016

INILAH SOSOK DI BALIK KISAH LUCU MUKIDI YANG SAAT INI SEDANG VIRAL



Soetantyo penulis cerita lucu Mukidi (Istimewa)
Soetantyo penulis cerita lucu Mukidi (Istimewa)
Cerita lucu Mukidi belakangan menjadi viral di media sosial. Siapa sebenarnya penulis Kisah Mukidi?
PORTALBANDUNG.COM, SOLO – Cerita lucu Mukidi menjadi viral di sosial media. Kisah Mukidi tersebar cepat dan berantai lewat jaringan Facebook, broadcast Whatsapp hingga Blackberry Messenger (BBM). Dari mana awal mula Kisah Mukidi itu?Kisah kelucuan Mukidi, Markonah, Wakijan dan teman-temannya itu ditulis di sebuah blog beralamat https://ceritamukidi.wordpress.com. Adalah Soetantyo, pria berusia 62 tahun sosok penulis cerita Mukidi. 

Ketika dihubungi Solopos.com, Jumat (26/8/2016) sore, Pak Yoyo atau Pak Tantyo mengisahkan awal mula petualangan Mukidi. Soetantyo merupakan pensiunan sebuah perusahaan farmasi di Jakarta, Boehringer Ingelheim.

Pria kelahiran 7 Februari 1954 ini mengatakan petualangan Mukidi juga menceritakan keluarga bersar dan sahabat-sabahatnya. Tokoh Mukidi merupakan pria Cilacap yang mudah akrab dengan siapa saja. Istrinya bernama Markonah, mereka mempunyai anak bernama Mukirin dan Mukiran. Sahabat Mukidi adalah Wakijan.

“Saya sengaja mengambil nama-nama Banyumasan…kebetulan saya berasal dari Purwokerto. Makanya ada nama Marto Kapiran, Karto Mlogo dan lain-lain. Mukidi ini sebenarnya nama yang pernah ngehits di tahun 1980-an karena pernah digunakan di salah satu film Warkop,” ujar pria yang kini tinggal di Jatibening, Bekasi.

Pak Yoyo yang mempunyai alamat Facebook Soetantyo Moechlas mengisahkan kegemaran menulis cerita Mukidi diawali tahun 2000-an. Saat itu dia masih menjadi trainer di perusahaan farmasi. Setiap pagi saat acara radio Idakrisna Show di Delta FM Jakarta dia kerap mengirimkan cerita-cerita lucu. Cerita lucu itu ada yang merupakan murni hasil kreasinya. “Cerita lucunya itu memang ada yang asal ngarang, namun ada pula yang berasal dari luar,” jelas pria berputra satu ini.

Tak hanya itu dia juga kerap menyelipkan cerita-cerita lucu saat dia mengisi pelatihan. “Saya kan trainer jadi sering banget untuk mencairkan suasana saya menyelipkan cerita Mukidi. Di perusahaan tempat saya bekerja itu juga kan ada buletin, cerita-cerita lucu Mukidi juga sering diterbitkan di buletin kantor saya.”

Kebiasaan menyebarkan kisah lucu Mukidi berlanjut di era media sosial. Postingan Mukidi kali pertama diunggah di blognya pada Agustus 2012. Setiap pagi, Facebook Pak Yoyo juga memposting petualangan Mukidi. Hingga akhirnya kisah Mukidi menyebar viral via broadcastWhatsapp dan BBM

“Dari situ kemudian kisah Mukidi menyebar. Saya sendiri tidak menyangka kok bisa menjadi viral begini. Kebetulan saya kan bersahabat dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, kalau pagi cerita Mukidi belum nongol, biasanya saya langsung dihubungi ‘Mana nih Mukidinya’ hehehe,” paparnya.

Sudah ratusan kisah Mukidi yang wira-wira di media sosial, ke depan Pak Yoyo berjanji tetap menghadirkan kisah-kisah lucu petualangan Mukidi. ‘’Kalau dulu pas awal-awal Mukidi itu ceritanya agak vulgar, sekarang sudah dikurangi.”

Pria yang telah menulis buku berujudul 30 Tahun Jadi Tukang Obat dan Laskar Pelawak ini mengaku usia bukanlah halangan untuk tetap berkarya. Mensyukuri setiap babak kehidupan menjadi prinsip hidup yang dipegangnya. “Syukuri apa yang ada pada dirimu. Jangan terlalu serius karena orang lainpun demikian,” pungkasnya memberi wejangan.

Sumber: Solopos.com

DUA JENDRAL DUKUNG PEOPLE POWER DESAK MPR GELAR SIDANG ISTIMEWA LENGSERKAN JOKOWI-JK

people power
Jendral TNI (Purn) Kivlan Zen (kiri atas) dan Jendral TNI (Purn) Adityawarman Thaha (kanan bawah)

PORTALBANDUNG.COM, JAKARTA - Jendral TNI (Purn) Adityawarman Thaha menyambut baik gerakan ‘People Power Indonesia’ yang digagas beberapa aktivis, tokoh, dan pemerhati politik, salah satunya oleh Sri Bintang Pamungkas. Gerakan ini memiliki tujuan menjatuhkan Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kemudian mengembalikan UUD 45 asli sebagai pijakan utama dasar negara.

Jendral Adit, demikian ia disapa menyarankan bahwa gerakan ini jika memang serius untuk itu, maka jangan terlalu banyak membuat kata-kata di ruang chat berbasis WhatsApp saja.

“Jangan hanya lebih banyak membuat dinamika lewat WA. Harusnya kita bentuk dan datangi tim 100 orang. Dari masing-masing tim itu, kemudian kita datangi ormas-ormas yang mempunyai misi sama,”
sampainya, kemarin (22/08/2016), di Jakarta.

Menurutnya, kemungkinan besar untuk menjatuhkan Presiden Jokowi-JK, juga Ahok terbuka luas karena lembaga MPR ikut mendukung. “Saat saya berbicara dengan Kivlan Zen, bahwa Sekjend MPR sudah oke untuk mengadakan Sidang Istimewa,” sambungnya.

Hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah dengan turun ke gedung DPR dengan membawa banyaknya massa. Minimal ia katakan massa itu sanggup duduki gedung DPR selama lebih dari satu hari.

“Kita juga harus turun selama dua hari di gedung DPR. Karena pilihan itulah: kita atau mereka. Kita duduki gedung DPR/MPR itu. inilah fokus kita. Akan tetapi jangan asal teriak-teriak saja. Langsung saja sebutkan maksud dan tujuan kita di DPR,” usulnya.

Setelah itu, ia mengatakan barulah menyusun kembali konstitusi sesuai dengan tujuan, yakni mengembalikan UUD 45 yang asli. Tidak hanya itu, ia juga memberikan masukkan agar dibentuk pula aturan atau UU soal kewarganegaraan Asing.

“Dengan masuknya Sri Mulyani, Amerika akan mengatur keungan kita. Dan musuh terbesar kita ada pula mafia Cina. Kelompok kecil yang memiliki uang bejibun sehingga pribumi bisa dikendalikan oleh mereka dan dijadikan kaki tangannya,” tutupnya. 

Sumber: NUSANEWS.com

SEBUT JANGAN PILIH PEMIMPIN KAFIR, KPI TEGUR ACARA DAMAI INDONESIAKU 30 JULI 2016

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Komisi Penyiaran Indonesia
PORTALBANDUNG.COM, JAKARTA -- Komisi Penyiaran Indonesia mengeluarkan teguran untuk acara Damai Indonesiaku yang ditayangkan TV One tanggal 30 Juli 2016 lalu.

Surat yang bernomor 660/K/KPI/08 tertanggal 22 Agustus 2016 itu menyebut terdapat konten tayangan berupa perbincangan antara narasumber dan peserta acara yang tidak dapat ditayangkan ke ruang publik karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat.

Lebih lanjut dalam deskripsi pelanggaran disebut secara rinci, yang dimaksud dengan konten "dapat menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat" terdapat pada segmen tanya jawab di acara Damai Indonesiaku.

Dalam segmen ini ada pertanyaan dari peserta tentang boleh tidaknya seorang muslim memilih pemimpin non-muslim. Pertanyaan ini dijawab oleh sang ustadz dengan "sepanjang ada muslim, jangan pilih pemimpin kafir" lalu sang ustadz menyampaikan analogi-analogi terkait implikasi ketika seorang muslim memilih pemimpin non-muslim.

Berikut isi lengkap surat teguran KPI yang ditujukan ke TV One :

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS. Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Damai Indonesiaku” yang ditayangkan oleh stasiun TV ONE pada tanggal 30 Juli 2016 pukul 16.36 WIB.

Program tersebut menampilkan dakwah / ceramah dimana terdapat segmen sesi tanya jawab “boleh gak orang Islam memilih pimpinan orang Kristen?”, “sepanjang ada mukmin jangan pilih kafir”, “..rakyatnya jangan kaya rakyat jablay dong”, “pemimpinnya bisa jadi germo, rakyatnya jablay”. KPI Pusat menilai perbincangan tersebut tidak dapat ditayangkan di ruang publik karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Patut diingat, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) adalah hal yang sangat sensitif dan wajib dihormati. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai kesukuan, agama, ras, dan antargolongan.
KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal Pasal 6, Pasal 9, Pasal 14 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 Ayat (1), Pasal 9 Ayat (1), dan Pasal 15 Ayat (1). Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis.

Kami meminta saudara segera melakukan evaluasi internal serta tidak mengulangi kesalahan yang sama, baik pada program sejenis maupun program lainnya. Saudara wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar sanksi administratif teguran tertulis ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih.

Surat teguran ini mulai ramai jadi perbincangan netizen. Sang ustadz di anggap hanya menyampaikan apa yang terdapat dalam kitab yang dijadikan rujukan ummat islam yaitu alquran.

Isu agama belakangan mulai marak jadi headline berita. Suasana politik yang panas dan polarisasi pendukung yang kuat di khawatirkan akan menimbulkan gesekan masyarakat di tingkat bawah.

(Sumber: http://www.infodetik.com/2016/08/sebut-jangan-pilih-pemimpin-kafir-kpi.html)

Cuplikan video bisa dibuka DI SINI:

Atau bisa ditonton langsung:

Friday, August 26, 2016

WAKIL WALIKOTA BANDUNG HADIRI LAUNCHING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

Oded Univ Muhammadiyah
Wakil Walikota Bandung dan Wakil Gubernur Jabar di antara tamu yang hadir
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar menghadiri peluncuran Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBdg) di Harris Hotel & Convention, Senin (23/08/2016).

Pada kesempatan tersebut, Oded mengucapkan selamat kepada Muhammadiyah yang telah menambah jumlah institusi pendidikan tinggi di Kota Bandung.

“Saya ucapkan selamat kepada Muhammadiyah di Kota Bandung yang telah mendirikan sebuah perguruan tinggi baru yaitu Universitas Muhammadiyah di Kota Bandung,” ucap Oded saat ditemui usai peresmian.

Universitas Muhammadiyah Bandung berdiri dan mulai beroperasi sejak bulan Agustus 2016 setelah terbitnya surat izin dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tanggal 14 Juni 2016. Kampus ini hadir di era globalisasi yang menuntut lahirnya lebih banyak teknopreuneur yang mampu bersaing di kancah dunia.

Oleh karena itu, kampus ini terdiri dari program-program studi yang dianggap mampu menjawab tantangan tersebut, seperti Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Pangan Halal, Bioteknologi, Farmasi, Agribisnis, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Kriya Fashion, dan Administrasi Publik.

Berdasarkan rilis dari pihak UMBdg, kampus dengan slogan Technopreneur University ini menggabungkan konsep keislaman dan entrepreneurship dalam semua mata kuliah dan metode pengajaran. Hal ini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter para lulusan dalam rangka melahirkan seorang teknopreneur yang islami.

Oded pun berharap pendirian universitas ini dapat menjadi bagian dari jalan dakwah yang selama ini dilakukan oleh Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

“Saya berharap sebagai muhammadiyah dalam makna pergerakan ini, dalam dakwah ini mampu memberikan kontribusi kepada bangsa ini khususnya dalam bidang pendidikan,” harap Oded.

Selain Universitas Muhammadiyah Bandung, di Bandung telah berdiri pula lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah lainnya, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah. Hingga saat ini, Muhammadiyah telah memiliki 167 lembaga pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Suyatno dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dadang Rahmat.

Sumber: Humas Pemkot Bandung