-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Tuesday, November 29, 2016

BEREDAR VIDEO VIRAL PENGAMEN MINTA AGAR AHOK DIPENJARA


Sunday, November 20, 2016

ZENG WEI JIAN SETUJU DENGAN PROF MAHFUD MD BAHWA AHOK HARUS DITAHAN.

Aktivis Tionghoa, ZENG WEI JIAN
Aktivis Tionghoa, ZENG WEI JIAN
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Menyusul luasnya pemberitaan terkait fitnah Ahok kepada peserta Aksi 411 yang dimuat oleh kantor berita Australia ABC, seorang aktivis 98 yang juga turut dalam Aksi 411, Zeng Wei Jian mengatakan bahwa Ahok sebaiknya ditahan.

Zeng Wei Jian menegaskan polisi tidak menahan Ahok karena tiga alasan berikut: Mereka yakin Ahok tidak akan menghilangkan barang bukti, Ahok dinilai tidak akan mengulangi oerbuatan yang sama, Ahok tidak akan melarikan diri.

"Tapi kalau kita lihat perkembangan hari ini yang dia bilang demo 411 itu dibayar 500 ribu dan menimbulkan reaksi juga, saya kira saya setuju dengan Profesor Mahfud yang bilang bahwa Ahok harus ditahanlah," ungkap Zeng Wei Jian, Kamis 17 November 2016.

Mengenai Aksi Damai III akan diselenggarakan 25 November 2016, Zeng Wei Jian menyerahkan sepenuhnya pada para ulama.

"Kalau saya pribadi, saya menunggu instruksi dari ulama. Saya kira spiritnya akan terus berusaha atau berjuang menegakkan keadilan dan hukum," tambah Zeng Wei Jian.

Terkait tudingan mengenai FPI dan sosok Habib Rizieq yang dituding sebagai kelompok Islam garis keras.

"Saya sadar juga banyak provokasi, banyak fitnah terhadap FPI maupun Habib Rizieq. Tapi dari interaksi pribadi dengan teman-teman di FPI maupun dengan Pak Habib Rizieq, orangnya sangat nice, sangat santun, sangat humanis, sanagt cerdas. Saya nggak merasa ada sedikitpun kekerasan, keberingasan, seperti yang dibesarkan media-media di luar," pungkasnya.

Berikut Video pernyataan Zeng Wei Jian selengkapnya:


Pemuda PERSIS Minta Kasus Rohingya Diseret ke Mahkamah Internasional

Aksi unjuk rasa memprotes penindasan warga Muslim Rohingya yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar
Aksi unjuk rasa memprotes penindasan warga Muslim Rohingya yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (Persis) mengimbau Pemerintah Indonesia untuk segera menekan Pemerintah Myanmar guna menghentikan pembantaian Muslim Rohingya. Ketua Umum PP Pemuda Persis, Ustaz Eka Permana Habibillah mengatakan, Pemerintah Indonesia yang memiliki umat Muslim terbanyak wajib menekan Pemerintahan Myanmar. Hal tersebut sebagai upaya untuk menghentikan dan menghukum perbuatan zhalim dan bar-bar di sana.

"Bahkan bila perlu menyeret kondisi tersebut ke Mahkamah Internasional dan memecat (Myanmar) dari keanggotaan AEAB," kata Ustaz Eka kepada Republika, Sabtu (19/11).

Ia menerangkan, posisi Indonesia yang strategis sebagai pemimpin negara-negara Asean saat ini dapat membuat langkah-langkah untuk menolong Muslim Rohingya. Bila perlu, Kedutaan Myanmar di Indonesia didatangi.

Pemuda Persis juga turut berduka terhadap kondisi yang menimpa umat Islam di Myanmar. Ia menegaskan, masalah yang menimpa Muslim Rohingya jelas adalah kejahatan hak asasi manusia (HAM) secara besar-besaran. Meski oleh media Internasional dikerdilkan. Parahnya, kejahatan HAM tersebut seperti dilakukan pemerintahan Myanmar.

"Bahkan negara-negara pengagung HAM menutup mata atas pembantaian tersebut," tegas Ustaz Eka.

Menurutnya, masalah yang terjadi di Myanmar sangat berbahaya untuk keamanan dan kenyamanan kehidupan di dunia. Ia mengatakan, tidak mustahil kasus pembantaian Muslim Rohingya akan menyulut kemarahan dan melegalkan penzhaliman atas nama SARA.

Sumber: ROL

VIDEO PERMADI: 'AHOK HARUS DITAHAN dan TAK BOLEH IKUT PILKADA'

Permadi
Permadi
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Sejak tadi malam hingga pagi ini (Minggu, 20/11), sebuah potongan video pernyataan dari mantan politisi PDI Perjuangan dan anggota DPR RI, Permadi, menggegerkan dunia maya.

Video itu beredar di berbagai grup WA dan laman Facebook.

Potongan video berdurasi 3 menit 18 detik itu memperlihatkan Permadi yang mengenakan baju hitam-hitam, seperti biasa, membandingkan kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan dirinya dan beberapa orang lain yang pernah dituduh menista agama.

“Saya pernah dituduh melakukan penistaan terhadap agama Islam. Saya langsung ditangkap, ditahan sebelum diperiksa. Arswendo Atmowiloto pernah dituduh menghina agama Islam, langsung ditangkap, ditahan sebelum diperiksa. Lia Aminudin juga begitu,” kata Permadi berapi-api.

“Dan puluhan orang yang dituduh melakukan penistaan agama langsung ditangkap, langsung ditahan, langsung diadili, langsung dipenjara. Termasuk saya,” sambungnya menegaskan sekali lagi.

Karena itu, Permadi mempertanyakan mengapa Ahok yang sudah dinyatakan sebagai tersangka tidak langsung ditahan. Bukankah sudah ada dua alat bukti yang dijadikan dasar sehingga Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

“Ahok itu sudah bersalah. Saya minya maaf pada polisi yang menyatakan kita harus menggunakan praduga tak bersalah. Tidak. Ahok sudah bersalah,” masih kata Permadi.

Karena Ahok tidak ditangkap dan ditahan, Permadi menduga, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah melakukan praktik rasialisme.

“Karena kami yang pernah ditangkap pribumi semua,” sambungnya.

“Saya menuntut perlakuan yang sama. Kami menuntut keadilan kepada kapolri supaya Ahok ditahan,” dujar Permadi.

TONTON VIDEONYA:


Sumber: http://radarsukabumi.com/nasional/2016/11/20/permadi-menuntut-keadilan-kapolri-supaya-ahok-ditahan/

Friday, November 18, 2016

TUDINGAN AHOK DEMO DIBAYAR DINILAI SEBAGAI PELANGGARAN UU ITE

Demo Bela Islam 411
Demo Bela Islam 411
PORTALBANDUNG.COM -- JAKARTA. Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyuono mengatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pendemo Aksi Bela Islam II dibayar dapat kembali dijerat Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Karena pernyataan tersebut, menurut Arief, tanpa bukti yang konkrit.

"Ya, ini kan fitnah yang dilakukan Ahok tanpa bukti yang konkrit mengatakan demo 411 itu pesertanya dibayar dengan tendensi yang negatif yang dibuat di media dalam bahasa Inggris yang mana Ahok bisa dijerat dengan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE," katanya, Jumat, (18/11).

Arief mendukung pelaporan ke Bareskrim oleh peserta aksi 411 terhadap Ahok. Karena artinya, kata Arief, peserta aksi 411 sebenarnya ingin semua berjalan sesuai hukum yang berlaku terkait pernyataan tersebut.

"Justru yang saya takutkan akibat statement-statement Ahok mulai dari nyerang orang yang ngomong lebaran Kuda, dan peserta aksi 411 dibayar, bisa memicu masyarakat marah dan main hakim sendiri terhadap Ahok," tambahnya.

Arief menambahkan hal ini sudah terlihat ketika masyarakat Jakarta sudah antipasti kedatangan Ahok dengan mengusirnya saat untuk berkampanye ke pelosok Jakarta. Arief tidak setuju jika hal ini disebut menambah kegaduhan baru.

"Enggaklah, biar aja namanya juga Ahok sudah pusing dan kecewa sampai bisa jadi tersangka kasus Al Maidah, saya sih biar ajalah ya Ahok mau ngomong apa aja jadi enggak akan gaduh," katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/11/18/ogtug9301-pernyataan-ahok-peserta-demo-aksi-bela-damai-ii-dibayar-dinilai-sebagai-pencemaran-nama-baik

LIHAT VIDEONYA:

SaveSave