-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Sunday, October 23, 2016

DIDUGA ADA PUNGLI DI FASILITAS PUBLIK DEPAN GEDUNG SATE

Bahu jalan sekitar jalan Gasibu dipakai tempat parkir
Bahu jalan sekitar jalan Gasibu dipakai tempat parkir
PORTALBANDUNG.COM --  BANDUNG. Aktivitas pungutan liar (pungli) diduga terjadi di Lapangan Gasibu, Jalan Dipenogoro, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Minggu (23/10/2016). Aktivitas pungli itu pun dikeluhkan pengunjung yang ingin menikmati fasilitas milik pemerintah provins Jabar di depan Gedung Sate itu.

Pantauan Tribun, aktivitas pungli itu diilakukan sejumlah pemuda yang tidak jelas legalitasnya. Mereka menarik sejumlah uang untuk parkir. Pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 3 ribu untuk memarkirkan motornya.

Pengunjung diberi karcis yang tak tertulis dasar hukum pemungutan dan besaran retribusinya. Dalam karcis itu hanya tertulis parkir Gazeeboe area Gasibu dan sekitarnya.
Karcis parkir di lapangan Gasibu, Minggu (23/10/2016)
Karcis parkir di lapangan Gasibu, Minggu (23/10/2016)
Salah satu pengunjung yang menjadi korban pungli, Ilah (25), mengaku kesal dengan tarif parkir itu. Sebab pelaku pungli itu menarik uang parkir terhadap setiap pengunjung dengan cara paksa.

"Ketika ditanya ini resmi mereka atau tidak mereka tidak jawab. Lalu mereka seenaknya kalau sudah dibayar, mereka tak membantu mengeluarkan motor kalau sudah selesai parkir," kata Ilah.

Tak hanya toilet, kegiatan pungli juga dilakukan di dalam toilet. Pengunjung yang ingi buang air kecil, air besar, dan mencuci tangan pun harus mengeluarkan kocek di fasilitas umum itu. Setiap pengunjung harus membayar Rp 2 ribu ke penjaga toilet yang duduk di pinggir pintu.

Melly (38), warga Kiaracondong, juga kesal dengan pungli di toilet. Sebab ia diminta uang setelah menemani anaknya buang air kecil. Alasannya, kata dia, untuk uang kebersihan.

"Seharusnya kan gratis, ini kan fasilitas publik. Masak ditarif. Kan anggaran revitaliasnya kan juga dari pajak kami," kata Melly.

Melly pun berharap pemerintah bisa menindaktegas kegiatan pungli di Lapangan Gasibu itu. Lagi pula keberadaan pihak yang melakukan pungli itu belum berlangsung menyusul Revitaliasi Lapangan Gasibu baru saja diresmikan pada September 2016. Sebagai pengunjung ia merasa dirugikan dengan adanya pungli itu.

"Kalau retribusi itu kan harus jelas, ini tidak jelas peruntukannya," kata Melly.

Sumber: http://jabar.tribunnews.com/2016/10/23/ada-pungli-di-fasilitas-publik-depan-gedung-sate?page=2

Wednesday, October 19, 2016

KPK MENILAI TIGA HAL DARI JABAR PATUT DICONTOH PROVINSI LAIN

Gedung Sate Pemprov Jabar
Gedung Sate sebagai icon Pemprov Jabar
PORTALBANDUNG.COM - BANDUNG. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menerapkan tiga inovasi Pemprov Jabar di 17 provinsi lainnya di Indonesia. Penerapan tiga inovasi yang selama ini dilakukan Pemprov Jabar tersebut diharapkan dapat memperbaiki sistem pelayanan publik di provinsi lain.

Anggota Tim Deputi Pencegahan KPK, Nurul Ihsan Al Huda mengatakan pihaknya berencana menggelar workshop bagi 17 gubernur di Indonesia untuk menerapkan sistem manajemen tunjangan penghasilan pegawai (TPP), layanan e-Samsat, dan perizinan terpadu milik Pemprov Jabar.
Penerapan tiga inovasi layanan Pemprov Jabar itu, lanjut Huda, dilakukan di 17 provinsi yang dianggap KPK memiliki kerawanan tindak pidana korupsi. Namun ada juga daerah yang baru memiliki kepala daerah, serta daerah yang kepala daerahnya tersangkut perkara korupsi.

"Prioritas kami kepala daerah yang baru, ada juga Riau dan Banten yang gubernurnya terkena kasus di KPK. Mereka (17 provinsi) akan mereplikasi 3 sistem milik Pemprov Jabar ini," ujar Huda usai bertemu Sekda Jabar Iwa Karniwa di Gedung Sate, Bandung, Selasa (18/10).

Menurut dia, dipilihnya tiga program milik Pemprov Jabar oleh KPK itu tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sebab, kata dia, sebelumnya KPK sudah melakukan observasi. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait tentang penerapan 3 program Pemprov Jabar tersebut.

"Hasilnya ini oke dan bisa diaplikasikan di daerah. Hasil observasi Jabar lebih baik dari provinsi lain yang juga kita observasi," kata Huda.

Dalam workshop nanti, 17 provinsi langsung menerapkan ketiga sistem tersebut karena biayanya akan sangat tinggi bila harus merancang program dari awal. Namun diakui Huda, perbaikan layanan juga membutuhkan perbaikan SDM dan regulasi.

"Setelah diimplementasikan, tahun depan kami monitoring agar ini juga dibuat regulasi dan disiapkan SDM-nya. Jadi teknologi ini hanya salah satu upaya memperbaiki sistem. SDM dan regulasinya di masing-masing provinsi harus juga diperbaiki dan ditingkatkan," tuturnya.

Huda memastikan nantinya dalam workshop, 17 provinsi akan diberikan penjelasan serta gambaran penerapan sistem tersebut di Pemprov Jabar. Dia mencontohkan soal TPP yang tidak mudah karena ada sejumlah parameter penilaian bagi kinerja PNS.

"Parameter ini bisa dicontoh dari Jabar. Workshopnya akan kami gelar November, dihadiri Pimpinan KPK," kata Huda. (zam)

Penulis: zam
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar

Thursday, August 18, 2016

USAI UPACARA, AHER GELAR RAMAH TAMAH DENGAN PERINTIS KEMERDEKAAN JAWA BARAT

Ahmad Heryawan dan para perintis kemerdekaan
Seusai upacara, Ahmad Heryawan menggelar ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71 dan pengibaran bendera Merah Putih, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menggelar ramah tamah dengan para perintis kemerdekaan di Jawa Barat, seperti para veteran, pejuang Angkatan ’45, Pepabri, Wredatama, Warakamuri, dan sesepuh Jawa Barat di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (17/8/16).

Acara ini pun dihadiri istri Gubernur, Netty Heryawan, Wakil Gubernur Deddy Mizwar dan istri R. Giselawati Mizwar, jajaran FKPD Jawa Barat, para pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Barat, para Anggota DPRD Jawa Barat, termasuk para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Aher pun menyampaikan rasa bahagia dan bangga bisa bersilaturahmi dengan para pejuang dari Jawa Barat ini. Menurutnya, para pahlawan dan pendahulunya ini telah berjasa dalam menghadirkan berbagai kemajuan yang bisa kita nikmati di masa sekarang ini.
Ahmad Heryawan
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan
“Tidak ada masa depan tanpa masa lalu, sehingga sesungguhnya yang paling berjasa adalah masa lalu, yang paling berjasa adalah para Gubernur sebelum kami, yang paling berjasa adalah para pejabat, para sesepuh sebelum kita semuanya,” ujar Aher di hadapan ratusan para perintis kemerdekaan dan sesepuh Jawa Barat yang hadir.

“Karena merekalah yang menyampaikan estafet kepada kita kemudian kita melanjutkannya, sehingga sesungguhnya yang paling berjasa adalah para pendahulu-pendahulu kita,” ungkap Aher yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut, Aher juga mengatakan bahwa negeri ini dibangun dalam tempo jutaan episode. Untuk itu, tidak mungkin ada pemimpin yang bisa menyelesaikan semua persoalan bangsa ini dalam satu atau dua masa kepemimpinan.
Ahmad Heryawan
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan
“Tentu ini adalah episode yang masih sangat panjang, jauh membentang. Mari kita lakukan yang terbaik dengan kemungkinan-kemungkinan yang kita miliki. Dan yang terpenting adalah lakukan dengan niat ikhlas dan tulus sebagaimana para sesepuh kita, para pendahulu kita, para pahlawan kita. Ketulusan itulah yang membuat harga kita di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, karena ketulusan dan keikhlasan akan menjadi pahala. Itulah sesungguhnya kerja nyata kita,” pungkas Aher.

Sebagai bentuk terimakasih dan penghargaan kepada para pejuang ini, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat memberikan hadiah kepada seluruh perintis kemerdekaan yang hadir. Hadiah ini pun diberikan langsung oleh Ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal. (*)

Sumber: http://www.wartakarawang.com/aher-gelar-ramah-tamah-dengan-perintis-kemerdekaan-jawa-barat/