-->

Saturday, July 30, 2016

AGAR DIKIRA KELUARGA WAHID HASYIM, NUSRON PURNOMO JADI NUSRON WAHID

Nusron Purnomo
Nusron "Wahid" Purnomo

PORTALBANDUNG.COM -- Keluarga besar Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari pendiri Nahdhatul Ulama (NU), yaitu ibu Hajjah Lily Wahid sang cucu KH. Hasyim Asy’ari, sang anak dari KH. Wahid Hasyim, dan juga merupakan adik kandung Abdurrachman Wahid alias Gus Dur, menyatakan Nusron Wahid bukan bagian dari keluarga besar KH. Wahid Hasyim. Walaupun Nusron kini memakai nama Nusron “Wahid”. (Baca:  PERNYATAAN LILY WAHID ADIK KANDUNG GUSDUR TENTANG NUSRON WAHID)

Menurut info dari teman kuliah Nusron Wahid di UI, dulu sebelum masuk kancah politik pada nama belakangnya Nusron tidak ada nama Wahid. Tetapi memakai nama aslinya yaitu Nusron Purnomo. Jadi Nusron memasukan nama Wahid di kemudian hari diduga untuk meraih tujuan tertentu.

Jadi kita himbau agar Nusron berhenti menggunakan nama palsu “Wahid”. Kembalilah menggunakan nama asli pemberian orang tua anda.

Karena akibat menggunakan nama “Wahid”, publik banyak yang mengira bahwa Nusron adalah keluarga besar Abdurrachman Wahid (Gus Dur) dan kelihatannya Nusron Purnomo mendapatkan keuntungan dari kesalahpahaman ini.

Lalu bagaimana hukum mengaku keturunan seseorang padahal bukan? Baik secara eksplisit maupun samar-samar agar dikira anaknya? Dan tidak boleh membenci ayah kandung sendiri kemudian mengaku ber-ayah kepada orang yang bukan ayahnya. Silakan simak hadits berikut:

Dari Sa’id bin Abu Waqqash ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa menasabkan diri (membangsakan) kepada selain ayahnya, padahal ia tahu bahwa itu (orang yang dibangsakan) bukanlah ayahnya, maka surga baginya adalah haram.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian, karena barangsiapa membenci ayahnya berarti ia kufur.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Dzarr ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang yang bernasab (membangsakan) diri kepada selain ayahnya, padahal ia mengetahui hal itu, tidak lain artinya kecuali ia telah kafir. Dan barangsiapa mengaku apa yang tidak ada padanya maka ia bukanlah termasuk golongan kami dan hendaklah ia menempatkan diri di neraka. barangsiapa menuduh seseorang sebagai kafir atau berkata: Hai musuh Allah; padahal tidaklah demikian, maka ucapan itu pasti kembali kepadanya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Sumber: http://www.bagi.me/2016/07/nusron-purnomo-ganti-nama-menjadi-wahid.html

0 komentar:

Post a Comment