-->
gedung sate bandung photo gedung sate_zpsyeqxzepj.jpg

mesjid raya bandung photo mesjid agung bandung_zpsnvyfrkpn.jpg

jembatan pasopati bandung photo jembatan pasopati bandung_zpsj0ezk3nl.jpg

saung angklung udjo photo saung angklung udjo_zpsewlfdc6g.jpg

Saturday, November 12, 2016

SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT

Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Kesehatan adalah hak dasar bagi setiap manusia, sehingga harus terus diperjuangkan peningkatan kualitasnya.

“Hal demikian di Kota Bandung merupakan modal dasar dalam membangun SDM masyarakat yang kreatif dan inovatif serta mampu menjadi penguatan peran kota sebagai smart city,”ujar Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial saat menyampaikan sambutan dalam acara Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ,bertempat di Aula Gedung Graha Binangkit PKK Kota Bandung, Jumat (11/11/2016).

Lanjut Oded menyampaikan, sebagaimana yang dimaklumi bersama bahwa kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan, maka dari itu tinggi rendahnya derajat kesehatan menjadi cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat,

“Nah kedepannya bagaimana kita meningkatkan pelayanan kesehatan yang disebabkan oleh kendala distribusi tenaga kesehatan, terbatasnya peralatan, logistik dsn biaya operasional. Apabila hal itu tidak diantisipasi dengan baik dikhawatirkan menghambat program yang telah di tetapkan,”jelasnya.

Lanjut ia menambahkan, maka dari itu kita perlu memastikan seluruh anggota masyarakat masuk dalam kepesertaan seperti bpjs,

“Hal tersebut memudahkan akses bagi warga kurang mampu memperoleh pelayanan dan fasilitas kesehatan yang layak,”jelasnya.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi hari ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong terciptanya pribadi dan lingkungan yang sehat,

“Dengan kegiatan ini juga perlu diarahkan pada penguatan peran sert partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan bidang kesehatan,”ujarnya.

Oded berharap dengan diselenggarakannya acara sosialisasi Germas ini bisa memberikan informasi yang jelas dan akurat khusunya di kota bandung,

“Mudah mudahan tingkat kesehatan di kota bandung juga lebih meningkat setelah adanya sosialisasi ini,”pungkas Oded.

Lanjut Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung Nina Manarosana menyampaikan dalam laporannya, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat disebabkan kurangnya upaya yang signifikan,

“Oleh karena itu perlunya dorongan untuk perubahan pola hidup di masyarakat. Seperti makan buah buahan, sayuran serta tidak mengkonsumsi rokok dan alkohol,”tuturnya.

Lanjut Nina menyampaikan, dengan demikian tujuan khusus dari sosialisasi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat serta menurunkan faktor resiko utama penyakit menular,” jelasnya.

Ia berharap dengan acara sosialisasi ini masyarakat dapat lebih memahami perlunya hidup sehat,

“Insya Allah sosialisasi hari ini menghasilkan manfaat yang baik untuk hidup sehat ke depannya,”pungkas Nina.

Setelah sambutan, dilanjut dengan Penyerahan secara simbolis Pos Bindu (Pembinaan Terpadu) PTM (Penyakit Tidak Menular) Kit, dari anggota komisi IX DPR RI Ketut Sustiawan kepada Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Arahan Wawalkot Dalam Rakor Pengembangan Usaha Ekonomi Bagi Pengurus LPM Kecamatan Dan Kelurahan Se-Kota Bandung

Wakil Walikota Bandung, Oded M.Danial
Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Dari berbagai evaluasi yang muncul dan di hadapi hari ini memang beragam, Sangat paham jika pelaksanaan inovasi di kewilayahan ini khususnya PIPPK bukan hanya sederhana dikatakan,

“Banyak aspek yang harus dibenahi, dari mulai merubah mindset. Mulai dari aparat kewilayahan, LPM, RT, RW ini belum sama. Oleh karena itu saya dan pak wali waktu tahun 2015, targetnya penyerapan yang bagus. Tentu 2016 ini diharapkan bukan hanya penyerapannya saja harus diperhatikan, tapi manfaat pelaksanaannya harus tepat sasaran,” jelas Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial memberikan sambutan dan arahan pada rapat koordinasi pengembangan usaha ekonomi masyarakat kelurahan bagi para pengurus LPM kecamatan dan LPM kelurahan se kota Bandung, bertempat di gedung Korpri Provinsi Jawa Barat, Jalan Turangga No. 25, Kamis (10/11/2016).

Lanjut ia menyampaikan, pemerintahan umum sebagai leading sector dipercayai oleh kewilayahan untuk memberikan pengembangan yang signifikan, “Oleh karena itu pak Andri sebagai kabag Pemum, saya memberikan arahan ini agar antara pemerintah dengan kewilayahan menjadi seimbang,” ujarnya.

Sehingga kegiatan ini jadikan sebuah bahan evaluasi ke depan. khusus urusan honor di kewilayahan jangan sampai tidak ada. “Mengapa saya berkata demikian, karena dalam islam mengatakan, Berikanlah Upah Sebelum Keringatnya Kering. Artinya menunjukan betapa pentingnya kita menghargai kinerja seseorang,” tuturnya.

Lanjut Oded menyoroti persoalan global, ketika program PIPPK ini di glontorkan, “Sesungguhnya persoalan di kemasyarakatan itu merupakan persoalan yang krusial, kadang kadang pak RW itu sebagai ujung tombak dan ujung tombok. Maka saya dan pak wali menghadirkan PIPPK ini untuk kesejahteraan di kewilayah. Dengan mengglontorkan anggaran hampir di atas 2 milyar pertahun, ternyata pelaksanaan tidak sederhana, harus diatur serinci mungkin untuk hasil yang baik,”ujarnya.

Oded berpesan, LPM ini merupakan tokoh masyarakat sebagai informaleader yang ada di wilayahnya masing masing serta lurah dam camatnya camatnya sebagai formaleader, “Maka dari itu, baik informa ataupun formaleader saya pikir itu sama saja, yaitu menjadi pemimpin di kewilayahan yang fungsinya memberikan masukan, arahan dan turun langsung ke lokasi untuk menghasilkan sebuah inovasi. Mudah-mudahan LPM seluruh Kota Bandung bisa memberikan kontribusi yang baik untuk wilayahnya,”pungkas Oded.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Monday, October 24, 2016

TAHUN KE-4, PEMBANGUNAN FOKUS UNTUK KESEJAHTERAAN

Wakil Walikota Bandung Oded M Danial
Wakil Walikota Bandung Oded M Danial
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Menjelang tahun ke empat masa kepemimpinan ini, pemkot Bandung melalui Dinas Penanggulangan Kemiskinan dan Sosial ini, seluruh program dan kegiatan pengentasan kemiskinan akan difokuskan di satu dinas, mulai dari aspek pendidikan hingga bantuan sosial.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bandung sekaligus Ketua Tim TKPK Kota Bandung, Oded M Danial usai memimpin Rapat Kordinasi TKPK di Balai Kota Bandung, Senin (24/10/2016).

“Pa Wali di tahun ke empat ini konsen kepada tujuan utama untuk sebuah pembangunan yaitu kesejahteraan oleh karena itu fokusnya ini membuat SKPD baru yang memang fokus kesana yaitu dinas penanggulangan kemiskinan dan sosial,” terangnya.

Menurut Oded, berdasarkan data angka kemiskinan selama 5 tahun terakhir jumlahnya menurun. Dari tahun 2011 hingga 2015, secara jiwa berkurang 71.338 jiwa atau sekira 14,43 persen. Sementara secara Kepala Keluarga berkurang 11.618 KK atau 9,02 persen. “Target kita 1 persen tiap tahun sama dengan provinsi, kalo dibanding Kota Kabupaten lain di Jawa Barat pencapai kita sudah cukup baik,” terangnya.

Menurutnya pencapaian tersebut diraih karena didukung oleh banyak program yang tidak hanya sekadar memberi tapi lebih mengedukasi perubahan mindset dan pelatihan pelatihan melalui dinas-dinas.

“Gerakan terpadu kemiskinan ini, telah diimplementasikan di beberapa titik yang dinilai sangat tinggi seperti Kiara Condong, Jamika dan Babakan Ciparay, melalui dinas seperti edukasi tentang kesehatan dan pelatihan UMKM melalui Diskoperindag,” tegasnya.

Oded melanjutkan program tersebut sifatnya tak hanya memberikan. Selain program Rutilahu, program pendidikan, dan KUKM Indag semuanya memberikan pelatihan dan edukasi dan akan terus ditingkatkan di setiap tahunnya.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

Saturday, October 22, 2016

KOTA BANDUNG AKAN MENJADI LOKASI PELUNCURAN PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH)

Wakil Walikota Bandung Oded M Danial dan utusan Kementerian PUPR
Wakil Walikota Bandung Oded M Danial dan utusan Kementerian PUPR
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Kota Bandung terpilih menjadi salah satu kandidat lokasi peluncuran program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang ditunjuk oleh Ditjen Cipta Karya Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini karena Kota Bandung dinilai banyak menggulirkan program inovasi pembangunan yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan Kementerian PUPR.

Hal tersebut disampaikan Konsultan Manajemen Pusat Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Damar Widiatmoko saat melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Balai Kota Bandung, Jumat (21/10/2016).

Dikatakan Damar, Kementerian PUPR akan meluncurkan program-programnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat secara bersamaan pada Hari Jadi Kementerian PUPR. Rencananya, acara akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 November 2016 mendatang.

“Tidak hanya program Kotaku yang akan diluncurkan, tetapi program pemberdayaan masyarakat lainnya yang juga dimiliki oleh Kementerian PUPR,” jelas Damar.

Saat ini, tim dari Konsultan Manajemen Pusat sedang mengkaji kota-kota yang cocok untuk dijadikan lokasi peluncuran program-program tersebut.

“Kami ingin melihat dulu sejauh mana program Kementerian PUPR yang melibatkan masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan dan pengendalian. Mana yang lebih siap, itu yang kami pilih,” ujar Damar.

Hal tersebut sangat diapresiasi oleh Oded selaku pimpinan daerah. Ia pun mengucapkan banyak terima kasih kepada tim Konsultan Manajemen Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Bandung.

Pada kesempatan tersebut, Oded memaparkan inovasi pembangunan unggulan yang ada di Kota Bandung, yakni Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Ia mengatakan, program ini dapat menstimulasi masyarakat untuk turut serta berperan dalam pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Melalui program PIPPK ini kami berikan 100 juta rupiah untuk setiap RW, Karang Taruna, PKK, dan LPM. Dengan demikian tidak ada sejengkal tanah pun di Kota Bandung yang tidak tersentuh pembangunan,” jelas Oded.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut tidak hanya dalam bidang infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, pengendalian sosial, pemeliharaan lingkungan, dan pelestarian budaya. “Kegiatan yang sedang berlangsung di tahun kedua ini berjalan dengan sangat baik,” kata Oded.

Untuk mendampingi tim konsultan, Oded menugaskan Kasubbag Bina Pemerintahan Kecamatan, Tatang Hamdani untuk menyediakan kebutuhan yang diperlukan, termasuk asistensi dalam melakukan peninjauan ke kewilayahan.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

ODED M DANIAL: AL-QURAN SEBAGAI WARISAN UNTUK MANUSIA

Oded M Danial khotib jumat
Wakil Walikota Bandung Oded M Danial menjadi khotib sholat jum'at
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menjadi khotib shalat jumat di masjid Ikhlasul Muawanah, komplek Citarip Barat RT 05 RW 09, kelurahan Kopo Kecamatan Bojolongloa Kaler Kota Bandung, Jumat (21/10/2016).

Dalam Khotbahnya Oded menyampaikan, ketika Allah menciptakan mahluknya yang diberi nama manusia, maka seiring dengan itu Allah menciptakan petunjuk hidupnya untuk manusia,

“Yaitu Alquran sebagai warisan untuk manusia,”jelasnya.

Ditambahkan olehnya, agar arah hidupnya bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, harus mengikuti petunjuk yang diberikan Allah,

“Yakni memahami Alquran dengan baik dan benar, dengan Al Quran semua kehidupan terdspst petunjuknya, dari mencari rejeki, jodoh, kwbahagiaan dan lain lain,”ujarnya.

Oded menceritakan sekilas tentang Nabi Muhammad,

“Ketika beliau masih hidup, berpesan kepada umatnya agar mampu menyelesaikan kehidupan susuai harapan. Nabi Muhammad berkata “Telah diwariskan kepada kalian pusaka yang berpegang teguh untuk jalan hidup yang benar, yaitu Al Quran,”kata Muhammad. Sehingga Allah dan Nabi Muhammad pun berpegang teguh Al Quran merupakan pedoman yang pasti untuk kehidupan,”jelas Oded.

Ditambahkan olehnya, Allah sengaja menggunakan kalimat warisan karena kita sebagai manusia mempunyai kedekatan dibandingkan mahluk lainnya,

“Oleh karena itu, kita sebagai manusia wajib bersyukur kepada Allah sudah diberikan warisan yang sempurna yaitu Al Quran,”jelasnya.

Lanjut ia menyampaikan, ada tiga golongan manusia yang memanfaatkan Al Quran dalam kehidupannya,

“Diantaranya manusia kafir yang tidak mempercayai Al Quran, manusia yang setengah-setengah, artinya ketika ia mendengarkan ceramah, ibadahnya meningkat dan ketika pergaulannya berubah, ia gaul dengan orang yang salah, maka imannya tidak kokoh. Lalu yang terakhir Sabigun atau Sabakoh artinya berlomba lomba, berusaha setelah menerima warisan, dari mulai membacanya, menafsirkannya dan melakukannya sesuai perintah Allah dalam alquran,”jelasnya.

Ditambahkan Oded, dari tiga golongan itu, sebagai umat muslim harus masuk golongan yang ke tiga,

“Sebab Allah menyukai orang yang memanfaatkan Al Quran sebagai jalan Hidupnya,”pungkas Oded.

Seusai melaksanakan Shalat Jumat, lanjut Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial melakukan diskusi ringan bersama warga Citarip.



Sumber: Humas Pemkot Bandung

Wednesday, October 19, 2016

KOTA BANDUNG MENDAPAT PENGHARGAAN KAWASTARA PAWITRA

Oded M Danial Kawastara Pawitra
Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial
PORTALBANDUNG.COM - BANDUNG. Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mewakili Pemerintah Kota Bandung mendapat penghargaan Kawastara Pawitra dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Solo Jawa Tengah, Sabtu (15/10/2016).

Kawastara Pawitra merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah yang dianggap peduli terhadap program pelatihan kepala sekolah. Penghargaan tersebut diberikan karena pemkot Bandung dianggap memiliki komitmen tinggai dalam mengiplementasikan Pemendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah utamanya pada program penyiapan calon kepala Sekolah/Madrasah.

Usai menerima penghargaan Oded mengatakan penghargaan yang dinobatkan merupakan bentuk apresiasi untuk para pejuang pendidikan di Kota Bandung, khususnya dinas pendidikan Kota Bandung untuk terus meningkatkan kualitas para calon kepala sekolah.

“Penghargaan ini untuk meningkatkan bagaimana kualitas para calon kepala sekolah untuk melakukan tugasnya, tidak hanya sekedar mengajar tapi bagaimana memimpin para guru,” ujarnya.

Oded menuturkan tugas kepala sekolah juga menjadi manajer memimpin para guru sehingga manakala guru tersebut berhasil maka output kepada siswa didik pun turut berhasil dan berkualitas.

Sementara itu dalam arahannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kedepan pendidikan di Indonesia akan difokuskan kepada tingkat SMA dan SMK.

“Pemerintah akan memfokuskan pendidikan SMK bagaimana soft skill dan karakter akan diperkuat,” terangnya.

Ketua Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) P Siswandari, di Solo, mengatakan bahwa PPCKS dilakukan dengan baik melalui dana APBD maupun masyarakat. Jadi dalam hal ini seleksi kepala sekolah yang merupakan ruh PPCKS terlihat keobyektivannya.

Menurut dia, hampir tujuh tahun ini sudah sekitar 700 kali PPCKS diimplementasikan pada 334 atau sekitar 65 persen kabupaten/kota. Jadi, lanjutnya setiap minggu ada sekitar tiga kegiatan penyiapan calon kepala sekolah di negara ini, dimana kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 800 asesor dan lebih dari 500 master trainer.

“Yang lebih penting adalah dimilikinya niat yang kuat dari seluruh jajaran pimpinan dan staf LPPKS Indonesia untuk melaksanakannya sesuai aturan yang berlaku namun tetap mengindahkan aspek fleksibilitas karena adanya variasi budaya, sosial ekonomi, kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan geografis kepada Indonesia,” jelasnya.

Ia mengatakan menyikapi keberagaman tersebut LPPKS Indonesia terus melakukan berbagai koordinasi dengan semua pihak terkait dengan tetap mengharmoniskan langkah. Hal itu agar cita-cita untuk melahirkan kepala sekolah sebagai pemimpin masa kini dan masa depannya berjiwa wirausaha dan profesional benar-benar terwujud.

Menurut dia, pada jiwa wirausaha inilah seluruh kepala sekolah di Indonesia diharapkan menjadi sosok yang kreatif dan inovatif, selain itu ada 12 karakteristik lain yang harus dimiliki oleh kepala sekolah. Sebanyak 12 karakteristik lain yang harus dimiliki yaitu prestatif, kolaboratif, kompetitif, pekerja keras, pantang menyerah, percaya diri secara memadai, berani menanggung resiko, menghargai orang lain, menghargai waktu, menghargai uang, pandai menangkap peluang bisnis untuk memajukan pendidikan dan memiliki internal yang baik.

Menurut Siswandari, Pemerintah melalui Permendiknas No. 6 Tahun 2009 yang diperbarui dengan Permendikbud No. 39 tahun 2012 dan diperbarui lagi dengan Permendikbud No,17 tahun 2015 tentang Struktur dan Tata Kerja LPPKS.

Permendiknas mengamanahkan kepada LPPKS untuk melaksanakan penyiapan, pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah. “Amanah ini akan dapat dilaksanakan dengan baik jika didukung oleh seluruh stakeholders baik internal maupun eksternal,” tutupnya .

Kawastara Pawitra sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang memiliki makna,” Kawastara” berarti “terlihat” sedangkan “Pawitra” berarti “jernih” atau “suci”. Penghargaan ini akan diberikan kepada 113 Kepala Daerah seluruh Indonesia yang turut dalam melaksanakan program tersebut secara Bersih serta konsisten dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena pada dasarnya peningkatan mutu pendidikan berasal dari sekolah yang baik, dan sekolah yang baik dikarenakan memiliki Kepala Sekolah yang baik pula.

Selain Kota Bandung, ada 113 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang juga menerima penghargaan yang sama. Beberapa kota dan kabupaten yang mendapatkan anugerah ini diantaranya adalah Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Pidie, Nagan Raya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang. Kemudian Kabupaten Pacitan dan Kota Malang dari Jawa Timur.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Friday, August 26, 2016

WAKIL WALIKOTA BANDUNG HADIRI LAUNCHING UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

Oded Univ Muhammadiyah
Wakil Walikota Bandung dan Wakil Gubernur Jabar di antara tamu yang hadir
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar menghadiri peluncuran Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBdg) di Harris Hotel & Convention, Senin (23/08/2016).

Pada kesempatan tersebut, Oded mengucapkan selamat kepada Muhammadiyah yang telah menambah jumlah institusi pendidikan tinggi di Kota Bandung.

“Saya ucapkan selamat kepada Muhammadiyah di Kota Bandung yang telah mendirikan sebuah perguruan tinggi baru yaitu Universitas Muhammadiyah di Kota Bandung,” ucap Oded saat ditemui usai peresmian.

Universitas Muhammadiyah Bandung berdiri dan mulai beroperasi sejak bulan Agustus 2016 setelah terbitnya surat izin dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tanggal 14 Juni 2016. Kampus ini hadir di era globalisasi yang menuntut lahirnya lebih banyak teknopreuneur yang mampu bersaing di kancah dunia.

Oleh karena itu, kampus ini terdiri dari program-program studi yang dianggap mampu menjawab tantangan tersebut, seperti Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Pangan Halal, Bioteknologi, Farmasi, Agribisnis, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Kriya Fashion, dan Administrasi Publik.

Berdasarkan rilis dari pihak UMBdg, kampus dengan slogan Technopreneur University ini menggabungkan konsep keislaman dan entrepreneurship dalam semua mata kuliah dan metode pengajaran. Hal ini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter para lulusan dalam rangka melahirkan seorang teknopreneur yang islami.

Oded pun berharap pendirian universitas ini dapat menjadi bagian dari jalan dakwah yang selama ini dilakukan oleh Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

“Saya berharap sebagai muhammadiyah dalam makna pergerakan ini, dalam dakwah ini mampu memberikan kontribusi kepada bangsa ini khususnya dalam bidang pendidikan,” harap Oded.

Selain Universitas Muhammadiyah Bandung, di Bandung telah berdiri pula lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah lainnya, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah. Hingga saat ini, Muhammadiyah telah memiliki 167 lembaga pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Suyatno dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dadang Rahmat.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

SD JUARA BANDUNG MILIKI GEDUNG BARU

Oded M.Danial SD Juara
Wakil Walikota Bandung Oded M.Danial di tengah kerumunan murid SD Juara Bandung
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meresmikan gedung baru SD Juara di Jl. Terusan Panyileukan Kelurahan Cipadung Kidul Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, Kamis (25/8/2016). Sekolah yang digagas oleh Rumah Zakat itu dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu.

Sekolah ini memberikan pendidikan yang gratis kepada seluruh siswanya dengan kualitas pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, Oded mengucapkan terima kasih atas dedikasi Rumah Zakat kepada Kota Bandung. “Saya mengucapkan terima kasih kepada rumah zakat khususnya dan teman-teman yang telah memberikan kontribusi kepada bangsa khususnya Kota Bandung,” ucap Oded.

Saat ini, Rumah Zakat memiliki 2 unit sekolah gratis di Kota Bandung, yakni jenjang SD dan SMP. Lembaga ini mengalokasikan 1,7% kegiatannya untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

Oded mengapresiasi kegiatan Rumah Zakat ini. Ia berharap dari sekolah ini lahir generasi-generasi juara yang mampu berkontribusi kepada negara. “Saya lihat anak-anak ini yang latar belakangnya menengah ke bawah. Ini adalah calon-calon generasi rabbani pemimpin Indonesia,” tutur Oded.

Sekolah ini diinisasi oleh Rumah Zakat sejak tahun 2007. Pembangunan gedung baru SD Juara ini dibantu oleh beberapa partner Rumah Zakat, seperti IM Land dan Yayasan Masjid Nusantara.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Saturday, August 13, 2016

ODED M.DANIAL MEMBUKA WORKSHOP PUSAT INKUBASI BISNIS SYARIAH 2016

Oded M.Danial
Wakil Walikota Bandung, H.Oded M.Danial
PORTALBANDUNG.COM, BANDUNG. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial membuka Workshop PINBAS (Pusat Inkubasi Bisnis Syariah) dan Liga Halal Pencanangan Tahun 2016-2017 Sebagai Tahun Kebangkitan Produksi Halal Indonesia, di Hotel Mutiara, Jalan Kebon Kawung No.60 Bandung, Jumat (12/8/2016).

Oded menjelaskan dalam sambutannya, untuk mengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui Inkubasi Bisnis, “Peranan Inkubasi Bisnis menjadi strategis karena dapat menciptakan lapangan kerja baru, menumbuhkan wirausaha baru, dan dapat menjadi wadah dalam mengimplementasikan berbagai inovasi yang dihasilkan oleh berbagai pihak,” jelasnya

Ditambahkan Oded, dalam acara workshop ini Inkubator Bisnis dapat mengelola secara profesional dan mendapat dukungan dari Pemerintah dan pihak terkait lainnya, terbukti mampu menciptakan lapangan kerja, “Jika inkubasi bisnis ini terus berkembang, maka dapat dikatakan usaha kecil menengah khususnya syariah berhasil menjalankan dengan baik,” ujar oded.

Menurutnya, dengan media workshop ini mampu memberikan suatu paradigma baru bagi pemberdayaan ekonomi umat yang efektif dan tepat sasaran, “Hasilnya pun bisa memberikan upaya yang kongkrit membumikan produk halal,” ujarnya. Oded berharap, dengan dilaksanakannya Workshop dan Liga Halal ini, usaha syariah bisa berkembang dan diminati seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Ketua panitia Workshop PINBAS & Liga Halal Oyo Zakaria menjelaskan dalam laporannya, inkubasi Bisnis telah memberikan nilai tambah terhadap perekonomian melalui percepatan pengembangan usaha baru atau pemula, “Selain itu bisa membantu memaksimalkan pertumbuhannya dimana hal tersebut sulit dicapai tanpa bantuan inkubator,” ujar Oyo.

Ditambahkan olehnya, maksud dari kegiatan Workshop PINBAS dan Liga Halal sebagai media untuk mengatasi problematika wirausaha UMKM, “Oleh karena itu diperlukan kehadiran PINBAS MUI yang bersifat komprehensif, integritas dan isitemati, sekaliguis secara simulat mendorong kontribui positif bagi pembangunan ekonomi masyarakat,”jelasnya.

Oyo menambahkan, tujuannya meningklatkan efektifitas peran PINBAS MUI dalam menyelenggarakan dan pengembanagan program inkubasi wirausaha UMKM, “Adapula sasaran yang ditetapkan pendirian PINBAS MUI pusat dan 10 PINBAS MUI daerah, diantaranya Medan, Palembang, Banten, DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Mataram, Banjarmasin, Makasar dan Ambon,” jelas Oyo.

Ia berharap dengan terlaksana kegiatan ini mampu berkembang pelaku usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi serta menumbuhkan wirausaha UKMKM yang tangguh dan mandiri dengan mampu meningkatkan produktivitas wirausaha, “Insya Allah terlaksananya kegiatan ini, peserta bisa mengembangkan usahanya setelah diberikan arahan dan materi yang diterapkannya,” pungkas Oyo.

Dalam kesempatan tersebut sebagai saksi, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, menandatangani nota kesepakatan antara Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI dengan 15 Koperasi Syariah Kota Bandung,

Diantaranya, koperasi Al Barokah, Baitul Mutaqin, Baitul Maimur, Hayatul Islam, Al Arif, nurul hikmah, Kosama MUI, Hayatussunah, Khadijah, Al Fitroh, Masjid Raya Cipaganti, Silih Aping, Al Falah, ICMI Jabar, dan DMI.

Acara Workshop dan Legal Halal pun dihadiri oleh ketua MUI Pusat Lukman Hakim, Ketua MUI Kota Bandung Arsyid Ahmad dan Menteri Koperasi dan UMKM RI yang diwakili oleh Asisten Deputi Pembiayaan Syariah Tamin Saefudin.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Friday, August 5, 2016

KUNJUNGAN KERJA PEMKAB DEMAK

Oded M. Danial
Oded M. Danial menerima kunjungan kerja Bupati Demak
PORTALBANDUNG.COM -- BANDUNG. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menerima Kunjungan Kerja Bupati Demak M. Natsir beserta jajaran, di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Kamis (04/08/2016).

Dalam sambutannya, Oded berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Demak yang datang untuk kunjungan kerja ke Kota Bandung, “Insya Allah kunjungan kerja ini, khusus Kabupaten Demak mendapatkan ilmu dan bisa diterapkan sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Oded menjelaskan sekilas tentang kota Bandung, dengan jumlah penduduk 2,6 juta dan 30 kecamatan serta 151 kelurahan, “Dengan jumlah yang cukup banyak, Pemerintah Kota Bandung terus berinovasi untuk memberikan pelayanan publik yang memuaskan untuk masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, kota ini mempunyai visi, Bandung Unggul, Nyaman dan Sejahtera, “Visi tersebut, kita merangkul masyarakat untuk memberikan kenyamanan di lingkungannya, hasilnya dapat kita rasakan, Kota Bandung sekarang ini lebih maju dengan baik,”jelasnya.

Selain itu, ada 3 pilar pembangunan yaitu Inovasi, Kolaborasi dan Disentralisasi, “Pilar ini mendorong seluruh masyarakat Bandung untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakatnya, hasilnya yaitu kebersihan, tata kota, indeks kebahagiaan dan pelayanan publik di Kota Bandung berkembang,” jelasnya.

Oded berharap dengan kemajuan Kota Bandung yang sudah terasa ini, Kabupaten Demak bisa menduplikasi bagaimana cara untuk memajukan wilayahnya, “Saya mewakili Pemerintah Kota Bandung, membuka selebar-lebarnya apa saja yang menjadi kendala dan kesulitan yang ada di Kabupaten Demak, Insyallah kita bisa membantunya,” pungkas Oded

Bupati Demak M. Natsir menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja ke Balaikota Bandung terkait program Smart City, pelaksanaan budaya kerja, serta pelayanan publik, dan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan), “Salah satunya adalah terkait program Smart City, yang telah dijalankan oleh pemerintah Kota Bandung. Seperti kita ketahui bersama bahwa program ini mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia,” tutur Natsir.

Ia berharap, jika Program ini hadir di wilayah kami, maka Kabupaten Demak bisa berkembang dan masyarakat pun akan sejahtera, “Mungkin smart city jawaban untuk pengelolaan sumber daya secara efisien, bisa menyeleasaikan masalah dan menciptakan kota aman kondisif dan lebih menyenangkan,”harapnya.

Ditambahkan Natsir, tidak hanya Smart City saja, namun pelayanan publik dan mengenai SAKIP pun kami harus mempelajarinya, “Jika kami berhasil mempelajari dan menerapkannya di Kabupaten Demak, Insya Allah Demak bisa maju seperti Kota Bandung,” pungkasnya.

Seusai menerima kunjungan di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, dilanjutkan mengunjungi BCC (Bandung Command Center) merupakan pusat komando Pemerintah Kota Bandung.

Sumber: Humas Pemkot BandungSaveSaveSaveSaveSaveSave

Friday, July 29, 2016

ODED M.DANIAL TERIMA ASPIRASI WARGA STASIUN BARAT

OdedMDanial_WargaStasiunBarat
Wakil Walikota Bandung Oded M.Danial dan Warga Stasiun Barat

PORTALBANDUNG.COM  -- Bandung. Warga di wilayah Stasiun Barat, Kecamatan Andir, menyampaikan aspirasi kepada Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial terkait solusi atas pembongkaran bangunan di atas lahan PT. KAI. Warga yang kehilangan tempat tinggalnya itu mengadukan nasibnya kepada Oded, Kamis (28/07/2016).

“Kami sudah tiga hari tidak memiliki tempat tinggal, kami sampaikan kepada Bapak kondisi kami saat ini,” ungkap salah satu warga. Sebanyak 57 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di bangunan semi permanen di wilayah tersebut mengaku tidak memiliki akses terhadap air bersih. Beberapa mengatakan kesulitan pula mendapatkan makanan.

Sebagai pimpinan daerah, Oded mendengarkan dengan seksama permohonan warga. Ia mengatakan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut dengan pihak terkait sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pasalnya, ia juga tidak bisa bertindak terlalu jauh sebab berkaitan dengan ranah hukum dengan pihak PT. KAI. Namun demikian Oded ingin memastikan warganya mendapatkan hak-hak atas dampak pembongkaran bangunan tersebut.

“Saya sebagai Wakil Wali Kota Bandung ingin memperhatikan dari segi dampak dari eksekusi tadi, kita perhatikan dari sisi kesejahteraan warga, dalam arti kata jangka pendek dan jangka panjangnya,” tutur Oded.

Usai peninjauan ini, Oded akan langsung menggelar rapat koordinasi untuk menuntaskan persoalan ini. Oded ingin, selain bisa memberikan bantuan khusus kepada warga yang terkena dampak pembongkaran juga tertib secara administrasi sesuai regulasi yang ada.

“Ini kan bukan bencana alam. Tapi kita lihat lagi, mengkaji lagi dari segi kemungkinan langkah hukumnya (regulasinya-red) seperti apa,” kata Oded.

Camat Andir, Nofidi H. Ekaputra mengatakan bahwa pihaknya telah bahu-membahu mencarikan solusi sementara, yakni dengan menempatkan warga di mesjid setempat dan membangun tenda oleh pihak RW. “Ini memang bahu membahu untuk kebaikan bersama,” ujar Nofidi.

Nofidi berujar akan melakukan berbagai cara, seperti memberikan bantuan makanan dan air bersih dengan berkoordinasi dengan PDAM. Koordinasi juga perlu ditetapkan untuk menentukan status kasus tersebut, apakah bisa dikatagorikan sebagai bencana atau tidak. “Konsolidasinya harus ditegaskan bahwa ini bencana atau tidak,” katanya. Hal ini untuk mempermudah penyaluran bantuan dari berbagai pihak, seperti PMI dan Dinas Sosial.

Namun demikian, Nofidi memaparkan, bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya itu. Di sisi lain, masyarakat perlu mendapatkan perhatian tentang solusi jangka panjang usai pembongkaran bangunan. Bagi mereka, kepastian akan keselamatan keluarga dan kesejahteraan menjadi lebih penting.

“Bagi masyarakat adalah kepastian ekonomi yang harus dihadirkan, kepastikan sekolah bagi anak-anak,” tambah Nofidi. Meskipun tidak bisa secara langsung diatasi di tingkat kecamatan, namun hal itulah yang juga menjadi prioritasnya saat ini dengan berkoordinasi dengan pimpinan di tingkat Kota Bandung.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Thursday, July 21, 2016

SILATURAHMI FORUM RW SE-KELURAHAN BABAKAN TAROGONG

Oded ForumRW Babakan Tarogong
Oded M.Danial Silaturrahim Forum RW se-Kelurahan Babakan Tarogong

PORTALBANDUNG.COM -- Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menghadiri acara halal bihalal Forum RW Se-Kelurahan Babakan Tarogong kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung di Aula Kantor Kelurahan Babakan Tarogong Kota Bandung, Rabu (20/7/2016). Oded menyampaikan, untuk warga Babakan Tarogong terkait kebersamaan yang sudah terjalin diantara mereka. “Mang Oded berpesan tiga hal, yang pertama hidup kita di dunia harus dibangun di atas keikhlasan. Ikhlas merupakan satu kekuatan untuk orang-orang yang ingin hidup di dunia dengan kedamaian. Ikhlas harus menjadi satu modal utama bagi kehidupan kita,” jelasnya.

Oded menambahkan, hidup itu harus seperti jari, dengan mereka selalu berdampingan maka segala sesuatu dengan dilakukan bersama-sama akan berhasil. “Insya Allah dengan keguyuban dari warga Babakan Tarogong insya Allah Babakan Tarogong ini semakin maju,”katanya. Lalu yang terakhir yaitu perlu adanya kebersamaan. Jika kita membangun kebersamaan maka Insya Allah warga Babakan Tarogong sudah turut melaksanakan tiga pilar Kota Bandung. “Pertama yaitu inovasi, kedua kolaborasi, dan yang terakhir yaitu desentralisasi. Kolaborasi itulah yang bisa disebut sebagai kebersamaan.” katanya.

Menurutnya dengan kebersamaan, pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Babakan Tarogong berjalan lancar. “Dengan kebersamaan secara ikhlas, Insyalloh tujuan yang diinginkan pasti kerkabul, asalkan kitanya harus bersungguh-sungguh,” pungkas Oded.

Camat Bojongloa Kaler yaitu Drs. Emin Wihatmaputra melaporkan beberapa kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di kecamatan ini. “Perlu diinformasikan bahwa kecamatan kita ada 127.882 jiwa, bisa disebut kecamatan yang penduduknya paling padat di Kota Bandung.” Ujar Emin.

Ditambahkan emin, dengan banyaknya penduduk yang tinggal di wilyah ini, maka dibentuknya beberapa tim untuk memperindah Kecamatan Bojongloa Kaler, “Antaranya tim gorong, gorong, jaga lembur, kebersihan, dengan dibentuknya tim, alhamdulilah kecamatan Bojongloa kaler menjadi lebih bersih, nyaman dan aman,” jelasnya.

Selain itu Emin melaporkan terkait program kerja menganai kehidupan sosail dan kesehatan. “Pembinaan untuk generasi muda agar menggunakan IT/HP seperlunya, Alhamdulillah di SMAN 18 Bandung telah dilakukan pembinaan generasi muda terkait penyalahgunaan narkoba dari BNN & kepolisian” jelasnya.

Tujuan diadakannya pembinaan untuk mengarahkan kepada remaja-remaja hubungan sosial itu penting, namun tidak yang berlebihan. “Bisa dicontohkan, seperti berpacaran hingga hamil di luar nikah dan penggunan narkoba di kalangan remaja. Hal tersebut menjadi acuan bagi kita untuk mencegah terjadinya hal negatif seperti itu,”pungkas Emin.

Seuisai acara silaturahim, selanjutnya yaitu memberi santunan kepada anak yatim piatu sebanyak 21 orang dan anak disabilitas sebanyak 21 orang.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

KAPOLRESTABES KOTA BANDUNG MENGAPRESIASI BANDUNG COMMAND CENTER (BCC)


PORTALBANDUNG.COM -- Guna mengatasi kriminalitas atau kondisi darurat lainnya, Pemerintah Kota Bandung membekali warganya dengan aplikasi darurat SOS Panic Button. Dimana aplikasi ini akan menampilkan peta lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Bandung Command Center (BCC) dan operator BCC akan segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk segera melakukan tindakan.

Berkaitan dengan aplikasi tersebut, Rabu (20/7/2016) Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menerima kunjungan dari Wakapolrestabes Kota Bandung, Gatot Sujono beserta jajaran di Bandung Command Center. Kunjungan tersebut menindaklanjuti apresiasi dari Kapolri terhadap BCC. “Kami berharap fungsi dari BCC ini mungkin bisa diaplikasikan juga oleh pihak kepolisian saat bertugas di lapangan,” tutur Gatot.

Menyikapi pernyataan tersebut, Oded menyampaikan rasa terima kasih atas atensi dari pihak Kapolri dan menyatakan kesiapannya bekerjasama. “Ini salah satu upaya kami menata Bandung dengan konsep Smart City dimana segalanya berbasis IT,” ujar Oded.

Dari ruang rapat BCC Oded mengajak jajaran kepolisian melihat ‘wujud’ asli dari Bandung Command Center itu sendiri. Di sini banyak pertanyaan yang diajukan, seperti kemana nantinya sinyal darurat dari Panic Button ini dikoordinasikan. Ketika operator menerima sinyal darurat, operator akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu lalu melaporkannya ke dinas terkait.

Timbul juga usulan untuk mengadakan piket dari pihak kepolisian di BCC dan pemasangan GPS pada mobil-mobil patroli Kapolri dan Kapolres supaya dapat bertindak lebih cepat.

Jajaran kepolisian mengharapkan Panic Button ini dapat ditempatkan di titik-titik rawan. “Mungkin nanti Kapolsek beserta kecamatan dapat mensosialisasikan Panic Button ke tingkat kelurahan serta RT/RW untuk memasangnya di titik rawan seperti minimarket, bank, dan toko emas,” ujar Gatot.

Menjelang digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) juga dirasa akan lebih baik apabila dipasang CCTV di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) mengingat rawannya tindak kriminalitas dan kondisi darurat.

Usulan dan saran dari jajaran kepolisian tersebut direspon baik oleh Oded. “Kami sangat berterimakasih atas segala usulan dan sarannya karena memang pihak BCC sendiri sangat membutuhkan info titik-titik rawan,” tutur Oded. Info titik-titik rawan ini nantinya akan membantu BCC untuk memasang kamera CCTV di daerah rawan tersebut.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Monday, July 4, 2016

KOTA BANDUNG PUNYA LAYANAN KESEHATAN 'CALL CENTER 119'


[portalbandung.com]. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan Layanan Kesehatan Mobilitas Call Center 119 Nasional Wilayah Kota Bandung, di UPT Yankesmob Jalan Bapak Husen No.9 Kelurahan Cipaganti Kecamatan Coblong Kota Bandung, Selasa (1/07/2016).
     Oded menjelaskan, Hak atas pelayanan kesehatan memerlukan penanganan yang sungguh-sungguh. Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang diselenggarakan untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan, “Nah kita sebagai pelayan kesehatan, wajib memberikan pelayanan yang maksimal untuk warga, sehingga ketika ada yang melaporkan ke 119, kita harus cepat dan tanggap dalam menangani,” jelasnya.
     Lebih lanjut dikatakan Oded, secanggih-canggihnya teknologi, jika kita menggunakannnya hanya bermain-main saja atau untuk hal yang tidak berguna itu tidak akan membuahkan hasil, “Dengan adanya call center 119 ini, menghasilkan nilai positif, dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat mengenai kesehatan, lebih istimewanya lagi pelayanan yang diberikan secara cepat” jelasnya.
     Oded menambahkan, Call center 119 ini untuk memudahkan masyarakat yang sakit untuk mendapat informasi atau tindakan penyelamatan pertama serta informasi pertolongan pertama, “Jadi seluruh warga Bandung yang butuh bantuan dalam keadaan darurat, apakah itu ambulans gratis, mobil jenazah gratis bisa menghubungi 119,” kata Oded.
     Oded berpesan, tingkatkan terus pelayanan masyarakat khususnya dalam hal kesehatan, “Sebab pelayanan yang kita berikan itu semua untuk masyarakat, jadi kita terus beri layanan yang maksimal untuk kepuasan mereka,” pungkasnya.
     Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara menjelaskan, call center 119 merupakan layanan emergency medis di Indonesia. Layanan berbasis cell center khususnya kesehatan yaitu National Command Center (NCC) dan Public Safety Center (PSC), “NCC sendiri merupakan pusat panggilan kegawatdaruratan medis dengan nomor kode akses diseluruh wilayah indonesia yang berada di kementrian kesehatan dan PSC adalah pusat pelayanan yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal yang berhubungan dengan kegawatdaruratan medik yang berada di kabupaten/kota yang merupakan ujung tombak pelayanaan respon secara cepat,” jelasnya.
     Lebih lanjut dijelaskan Ahyani, khususnya untuk kota dan kabupaten yaitu PSC, didalamnya ada sistem Algoritma Gadar, “Dalam pelayanannya nanti ada agen PSC akan memberikan panduan untuk penanganan gawat darurat sesuai dengan keadaan yang dilaporkan,” ujarnya.
     Ahyani menambahkan, PCS ini merupakan ujung tombak pelayanan gawat darurat, dalam satu kabupaten hanya 1 PSC yang berjejaring dengan faskes setempat, “PSC diselenggarakan 24 jam sehari terus menerus, lokasinya ada di dinas kesehatan, rumah sakit, dan aplikasi lain yang ditetapkan oleh pemda kabupaten atau kota,” jelasnya.
     Ahyani berpesan, laporkan kejadian gawat darurat dengan menghubungi 119, “Panggilan darurat dapat dilakukan baik melalui telepon selular maupun telepon rumah, bebas pulsa alias gratis,” pungkasnya.
     Seusai menggunting pita sebagai tanda peresmian call center 119, Wakil Wali Kota bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung serta jajarannya melakukan teleconference dengan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Tuesday, June 14, 2016

ODED: PROGRAM PEMBENTUKAN PERDA KOTA BANDUNG HARUS TERENCANA DENGAN BAIK!


[portalbandung.com]. Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial membuka kegiatan Inventarisasi Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2017 di Auditorium Rosada, Jumat (10/06/2016). Oded menginstruksikan agar perencanaan dan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) dapat dilakukan sebaik-baiknya. “Lakukanlah perencanaan secara baik, komunikasikan, koordinasikan, sosialisasikan, baru eksekusi secara tepat. Lakukan langkah-langkah tersebut secara intensif dengan seluruh SKPD terkait,” kata Oded.
Oded menekankan, Propemperda ini sangat penting dalam penyelenggaraan Otonomi Daerah. Oleh sebab itu, pembentukannya perlu dilakukan secara sistematis, terarah, dan terencana berdasarkan skala prioritas yang jelas. “Salah satu tujuan dari Propemperda yaitu untuk menjaga agar produk peraturan perundang-undangan daerah tetap berada dalam kesatuan sistem hukum nasional,” terang Oded.
Prinsip yang perlu menjadi perhatian semua pihak dalam proses penyusunan Popemperda ini, kata Oded, ada empat.
Pertama, keselarasan materi Propemperda dengan perencanaan pembangunan daerah lainnya serta keselarasan dengan kebijakan nasional dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
Kedua, sinergitas antar SKPD sehingga tidak ada peraturan yang saling tumpang tindih.
Ketiga, partisipatif, yakni keterlibatan SKPD yang beririsan dengan Raperda yang diusulkan. Keempat, keputusan bersama DPRD dan Pemerintah Daerah.
Kegiatan ini mengundang seluruh pimpinan SKPD dan BUMD, baik yang mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) maupun yang belum atau tidak akan mengusulkan sama sekali. Menurut laporan Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bandung, Bambang Suhari, terdapat lima SKPD yang mengusulkan Raperda untuk diusulkan pada tahun anggaran 2017. Ada pula enam SKPD yang akan melakukan Propemperda catur wulan 3 pada tahun anggaran 2016.
SKPD yang mengusulkan Raperda antara lain Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung yang mengusulkan Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Kewajiban Program Tanggung Jawab Sosial dan Dukungan Perusahaan.
Ada pula Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung yang mengusulkan Raperda Kota Bandung tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Daerah Kota Bandung.
Selain itu, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mengusulkan 3 Raperda, yakni Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016, Raperda tentang Perubahan Anggaran dan Penetapan Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017, serta Raperda tentang APBD Tahun 2018.
Sementara itu, Dinas Pelayanan Pajak mengusulkan Raperda tentang Perubahan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Terakhir, ada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung yang mengusulkan Raperda tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.
Kegiatan ini turut mengundang Ketua Balegda Kota Bandung Teddy Setiadi dan akademisi Otong Irawan selaku narasumber yang akan memberikan paparan tentang perencanaan pembentukan Raperda.
Hingga saat ini, Kota Bandung memiliki beberapa produk hukum daerah yang telah disetujui dan diundangkan, yakni ada 4 Peraturan Daerah, 17 Peraturan Walikota, dan 62 Keputusan Walikota.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Monday, June 6, 2016

LAUNCHING PROGRAM INOVASI PEMBANGUNAN & PEMBERDAYAAN KEWILAYAHAN (PIPPK)


PORTAL BANDUNG. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial meresmikan Launching Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) dan Gebyar Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kecamatan Regol ke-13 serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44, di Monumen Bandung Lautan Api, Lapang Tegallega Bandung, Minggu 04/06/2016.
Oded menjelaskan, untuk membangun kota yang nyaman terdapat 3 pilar, yaitu inovasi, kolaborasi dan disentralisasi. Semua itu harus kita miliki di setiap kewilayahan untuk memberikan inovasi-inovasi baru serta mendapatkan kenyamanan yang layak.
"Salah satu program inovasi yang saya buat bersama pak wali yaitu PIPPK, dengan adanya program ini, setiap kewilayahan harus memiliki inovasi yang kreatif, dimana setiap hasil kreatifitas wilayahnya akan diberikan penghargaan. Hal ini dapat memicu semangat masyarakat untuk menyamankan wilayahnya,"ujarnya.
Oded menambahkan, warga harus senantiasa menghadiri kebersamaan. Rasa bahagia akan timbul ketika kebersamaan menghasilkan pambangunan yang maksimal.
"Saya harap program-program yang sudah berjalan ini, akan terus berlanjut. Dukungan masyarakat sangat penting khusunya dalam PIPPK dan BBGRM. Program ini menjadikan masyarakat begitu peduli pada lingkungannya, sebab lingkungan yang baik, pasti masyarakatnya kreatif," pungkas Oded.
Sementara itu Camat Rego M Anwar menjelaskan, maksud dari acara ini meningkatkan motivasi masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui swadaya gorong royong masyarakat. Tujuannya meningkatkan peran aktif masyarakat melalui kebersamaan kekeluargaan dan gotong royong dalam pembangunan.
"Hal ini akan kita tingkatkan dalam pembangunan pemberdayaan kewilayahan kecamatan Regol. Untuk Bandung yang Juara kita memberikan inovasi yang baru di setiap kelurahan. Hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat, dengan inovasi yang baru fasilitas lingkungan disekitar terlihat bersih dan nyaman. Sehingga masyarakat dapat menikmatinya," jelas Anwar.
Anwar menambahkan, kecamatan Regol telah bergulir gerakan bersama masyarakat. Seperti, bidang ekonomi usaha simpan pinjam di koperasi, pelaku UMKM di lingkungan kecamatan, operasi pasar, bercocok tanam, kesehatan pemeriksaan warga kurang mampu, perbaikan sarana & prasarana di keluarga kurang mampu, sunuh berjamaah dan magrib mengaji.
"Harapan saya dengan adanya gerakan bersama- sama ini membuat masyarakat lebih nyaman tinggal dilingkungannya. Sebab kenyamanan merupakan hal yang utama dimiliki oleh setiap masyarakat," jelasnya.
Anwar menambahkan, dalam rangka launching PIPPK, BBGRM dan HKG PKK, kecamatan Regol mengadakan lomba K3 kantor Kelurahan, K3 kantor RW, kedepannya perlombaan tersebut akan dilaksanakan tingkat Kota.
"Kegiatan ini akan terus berlanjut dan dukungan setiap masyarakat serta dukungan pemeritah perlu hadir untuk meningkatkan kebersamaan," pungkas Anwar.
Jumlah peserta yang hadir 1500 orang dengan masing-masing kelurahan dihadiri 150 orang. Kecamatan regol mempunyai 7 kelurahan antara lain kelurahan Ancol, Balong Gede, Ciateul, Cigereleng, Cisereuh, Pasirluyu dan Pungkur.
Seusai acara, Wakil Wali Kota Bandung di dampingi bersama Camat Regol melakukan peninjauan di setiap stand kelurahan. Stand setiap kelurahan terdapat berbagai macam hasil kreasi. Seperti menggelar produk unggulan, batik, kaos, minuman herbal, lukisan, pernak-pernik, makanan dan pemeriksaan kesehatan.
SUMBER : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Friday, May 27, 2016

KOTA BANDUNG RAIH 2 PENGHARGAAN TOP 35 INOVASI PELAYANAN PUBLIK NASIONAL 2016




Setelah beberapa waktu lalu, Kota Bandung meraih penghargaan 3 inovasi Top 99 dalam pelayanan publik nasional, kali ini pemerintah kota Bandung berhasil meraih penghargaan dan masuk dalam top 35 inovasi pelayanan publik nasional 2016 kategori tingkat kabupaten dan kota.

2 Inovasi Pemkot Bandung yang masuk top 35 tersebut adalah "From Zero to Hero yatu membangun generasi cinta sehat di sekolah yang siap membangun negeri, dan "OMABA yaitu ojek makanan balita, penanganan gizi buruk melalui omaba dan cooking center di UPT Puskesmas Riung Bandung.

Penghargaan diterima oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia M Yusuf Kalla, di Jakarta, Kamis (26/5/16).

Usai menerima pengharagaan, Oded M Danial mengatakan dua inovasi ini merupakan apresiasi bagi pemkot Bandung, dan sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja birokrasi.

"Syukur alhamdulillah kita meraih penghargaan ini, setelah sebelumnya masuk ke dalam Top 99, mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi pemkot Bandung," ujar Oded.

Lebih lanjut Oded mengatakan bahwa dua inovasi pelayanan publik tersebut harus menjadi pemicu untuk menhadirkan inovasi-inovasi lainnya dalam hal pelayanan masyarakat.

"Penghargaan ini juga harus jadi pemicu untuk meningkatkan kinerja birokrasi khususnya dalam bidang inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat," jelasnya.

Seperti dirilis situs Kemenpan RB, Kementerian PANRB telah mengeluarkan Kepmen PANRB No. 99/ 2016 tentang Penetapan Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016. Sebelumnya, Kementerian PANRB telah menetapkan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, dari 2.476 inovasi peserta kompetisi inovasi pelayanan publik 2016. Dari jumlah tersebut terdapat 3 kementerian, 2 lembaga, 8 provinsi, 14 kabupaten, 5 kota, 3 BUMN/BUMD yang masuk dalam top 35 ini.

Kompetisi ini merupakan wujud dari program one agency, one innovation yang mewajibkan kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten/kota wajib menciptakan minimal satu inovasi setiap tahun. Kompetisi serupa juga digelar secara international oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikenal dengan United Nation Public Services Award (UNPSA).
SUMBER : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Tuesday, May 17, 2016

ODED M. DANIAL HADIRI PERESMIAN TOKO TANI INDONESIA



Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial memberikan bantuan sebanyak 500 bibit pohon produktif kepada masyarakat dalam kegiatan Launching Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Melalui Toko Tani Indonesia yang dihadiri pula oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Car Free Day Dago, Minggu (15/05/2016).

Toko Tani Indonesia (TTI) merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk memangkas proses distribusi bahan pangan dari produsen ke konsumen. Terdapat 1000 TTI di seluruh Indonesia yang menjual produk pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Selama ini, distribusi pangan dari produsen harus melewati 9 titik sebelum sampai ke konsumen. Melalui program ini, rantai ditribusi dipangkas menjadi 3 titik. Harga beli ke petani bisa lebih naik sedangkan harga jual kepada masyarakat bisa lebih turun.

"Kita berupaya merubah struktur pasar yang selama ini sudah terbentuk, dimana rantai pasoknya, supply chainnya, yang terlalu panjang," ungkap Andi.

Oded, sebagai pimpinan daerah, sangat mendukung program TTI ini untuk menyejahterakan masyarakat. Oded menyatakan bahwa Pemkot Bandung sendiri memiliki program sembako murah untuk para buruh yang juga menggunakan konsep yang sama.

"Kota Bandung juga punya program bekerja sama dengan PD Pasar. Prinsipnya sama dengan TTI ini, yaitu memangkas mata rantai. Kemarin sudah launching harga pangan murah, berkualitas, untuk buruh," terang Oded.

Program TTI, yang diketuai oleh Ketua Komisi IV DPR-RI Edhy Prabowo, telah menggelontorkan dana sebesar 200 juta rupiah untuk satu TTI. Dana tersebut digunakan untuk infrastruktur, modal, dan operasional.

Edhy menyatakan bahwa program ini merupakan terobosan yang baik. "Apa yang dilakukan Kementerian Pertanian ini adalah upaya proaktif yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendekatkan produsen ke konsumen," terang Edhy.

Di Jawa Barat terdapat 144 TTI yang tersebar di berbagai daerah. Di Bandung, TTI dapat ditemukan di Pasar Kosambi dan Pasar Ciroyom.

SUMBER : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Monday, May 9, 2016

PENDIDIKAN KARAKTER MODEL KOTA BANDUNG


PortalBandung. Pemerintah saat ini tengah mengedepankan pendidikan karakter bagi seluruh elemen masyarakat, terutama bagi para generasi muda yang masih mengenyam pendidikan. Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial meyakini empat elemen dasar pendidikan mampu memberikan dampak yang positif bagi para siswa terutama untuk pengembangan karakter. Hal tersebut diungkapkannya usai menjadi Inspektur Upacara Hari Pendidikan Nasional di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (02/05/2016).
Keempat elemen tersebut adalah olah raga, olah rasio, olah rasa, dan olah ruh. Olah raga meliputi fisik yang sehat, olah rasio meliputi pikiran yang cerdas, olah rasa meliputi hati yang bersih, serta olah ruh sebagai bagian dasar dari penciptaan umat manusia.
“Jika keempat elemen ini berkembang dengan seimbang, maka saya yakin bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang siap tangguh untuk bersaing dengan dunia internasional,” ungkap Oded.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menggalakan gerakan Bandung Masagi. Program ini merupakan metode pendidikan karakter ala Kota Bandung. Sesuai dengan namanya “masagi”, yang berari segi empat, metode pendidikan karakter ini pun terdiri dari empat elemen, yakni pendidikan bela negara, pendidikan agama, pendidikan budaya, dan pendidikan cinta lingkungan.
Program Bandung Masagi diwujudkan dalam berbagai program, seperti Magrib Mengaji, Rebo Nyunda, Gerakan Pungut Sampah, program rotasi inspektur upacara di sekolah-sekolah, dan lain sebagainya.
Di samping itu, Pemkot Bandung telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Pendidikan Inklusif. Pemkot tidak mendiskriminasikan siapapun yang ingin menikmati bangku pendidikan. Pemerintah memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk bersekolah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana.
“Pemerintah Kota Bandung berkomitmen semua anak di Kota Bandung bisa sekolah,” papar Elih.
Pemkot Bandung juga tengah gencar menggiatkan gerakan literasi sekolah, sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.
“Minat baca dan tulis anak-anak harus ditingkatkan karena itu adalah esensi dasar dari belajar,” tambah Elih. Literasi yang selama ini berfokus pada kemampuan baca-tulis harus diperkuat dengan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial, dan literasi budaya.
Elih menambahkan, guru menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Ia mengaku pihaknya terus mendorong para guru agar senantiasa mengembangkan diri dan menjadi manusia pembelajar. Guru dipacu agar lebih banyak mengakses sumber belajar sehingga peningkatan mutu guru tidak bergantung pada program-program pemerintah.
Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, Pemkot Bandung memberikan penghargaan kepada 21 orang siswa Kota Bandung yang berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Keduapuluhsatu orang tersebut berasal dari berbagai jenjang, mulai dari SMP hingga SMA/sederajat.
SUMBER : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Friday, May 6, 2016

ODED M DANIAL LANTIK ANGGOTA PENGGANTI BPSK KOTA BANDUNG

  

     

     
     Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial melantik dan mengambil sumpah anggota pengganti Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung, periode 2013 - 2018. Pelantikan dilakukan di Wakil Wali Kota, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana No.2, Rabu (3/5/2016). Hadir dalam pelantikan tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Eric Mohamad Atthauriq. Anggota pengganti BPSK, Dwi Setyo Wardoyo dari unsur pelaku usaha dilantik menggantikan Eddy Supriyanto yang diberhentikan secara hormat. Dengan anggota pengganti tersebut, melengkapi 14 anggota lain yaitu Salamatul Afiyah, Ermariah, Muhamad Irfan, Yusuf Dani Ramdhani, R Budhi Rukamana dari unsur pemerintah, Johanes Sitepu, Riva Rahayu, Aep Tudiana Rihardja, Wawan Gunawan. Eddy Supriyanto dari unsur pelaku usaha, dan Supramono , Hariang Dede Taufik, Poppy Yularti, dan Buce Mulyadi Wijaya dari unsur konsumen. 
     Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan kepada anggota pengganti yang memangku jabatan hendaknya untuk menjaga amanah yang diberikan. "Ini merupakan amanah yang diembankan oleh Allah pada kita melalui mekanisme admimstratif kenegaraan," ujarnya. Oded berpesan ketika seseorang mendapatkan amanah pada hakekatnya merupakan amanah dari Allah Swt, di dunia ini ada pemimpin formal ada juga pemimpin non formal. Ada empat potensi yang dimiliki manusia yang harus dipelihara, potensi raga, rasio, rasa dan ruh. Oded mengatakan, ketika mampu mengembangkan 4 potensi tersebut, sebuah integritas yang luar biasa akan lahir. 

SUMBER : DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA