-->

Monday, July 25, 2016

RIDWAN KAMIL RESMIKAN GROUNDBREAKING PEMBANGUNAN APARTEMEN RAKYAT RANCACILI BANDUNG

Ridwan Kamil Groundbreaking Pembangunan Apartemen Rakyat Rancacili Bandung
Ridwan Kamil Groundbreaking Pembangunan APartemen Rakyat Rancacili Bandung
PORTALBANDUNG.COM -- Salah satu implementasi kebijakan pemerintahan Kota Bandung dalam perumahan dan pemukiman adalah mengembangkan perumahan secara vertikal berupa Apartemen Rakyat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemerintah Kota Bandung sudah memprioritaskan lebih kurang 13 lokasi untuk pembangunan hunian vertikal atau rumah susun sebagai solusi untuk penanganan kawasan kumuh dan pemenuhan hunian layak dan terjangkau bagi MBR, yang diutamakan dibangun di atas lahan pemerintah kota.

Bertempat di Jalan Karet Kel. Derwati Kec. Rancasari, Senin (25/7), Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menghadiri Groundbreaking Pembangunan Apartemen Rakyat Rancacili Blok V. Pembangunan Apartemen Rakyat dengan luas lahan 3.400 m2 tersebut terdiri dari 9 lantai dan 278 unit yang anggarannya bersumber dari APBD Kota Bandung senilai 50,3 Milyar Rupiah. Apartemen Rakyat tersebut ditargetkan mampu menampung warga hingga 1200 jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula jajaran DPRD Kota Bandung dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip), Maryun Sastrakusumah. Dalam sambutannya, Maryun menuturkan latar belakang kegiatan pembangunan ini adalah pemenuhan kebutuhan rumah yang layak bagi masyarakat. “Pembangunan rusun ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Bandung,” ujarnya.

Maryun sendiri menjelaskan bahwa saat ini Kota Bandung memiliki 3 rusun yang berlokasi di Sadang Serang, Cingised, dan Rancacili. “Pembangunan apartemen rakyat di 13 lokasi ini akan dilakukan secara bertahap dimana tahap pertama dimulai tahun ini,” jelas Maryun.

Pada kesempatan tersebut Ridwan Kamil menyatakan, “Sebenarnya salah satu PR (Pekerjaan Rumah-red) Indonesia saat ini adalah menyediakan hunian layak. Hal ini tentu tidak mudah dan membutuhkan dana besar,” tuturnya.

Menurut Ridwan, menyediakan hunian layak bagi masyarakat menengah atas dapat dipenuhi oleh pihak swasta namun menyediakan hunian layak bagi masyarakat menengah bawah merupakan tugas negara.

Ridwan juga menuturkan bahwa apartemen rakyat ini dapat menjadi tempat strategis mengatasi kekumuhan.”Saya sangat mengapresiasi kerja keras pihak yang terlibat, semoga kita dapat menjadi percontohan,” ungkapnya.

Usai meresmikan groundbreaking tersebut, Ridwan lantas meninjau beberapa titik lokasi pembangunan. Ia juga menitipkan kepada konsultan perencana dan tim kontraktor untuk memerhatikan kualitas dan mengoptimalkan fungsi-fungsi setiap ruangan.

Revitalisasi Kawasan Kumuh
Salah satu tujuan utama pembangunan Apartemen Rakyat adalah untuk mengentaskan kekumuhan. Apartemen tersebut menjadi solusi bagi penataan kota yang lebih baik. “Apartemen ini bisa menjadi konsep untuk pemenuhan kebutuhan hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan juga untuk merevitalisasi kawasan-kawasan kumuh,” ungkap Ridwan.

Ia berencana akan memindahkan tempat tinggal warga Kota Bandung yang hidup di kawasan kumuh ke apartemen tersebut. Kelak, kawasan kumuh tersebut akan ditata ulang menjadi kawasan yang layak huni. “Itulah pola yang kita sebut dengan Transit Apartemen,” tambah Ridwan.

Proyek Apartemen Rakyat yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung melengkapi proyek serupa yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang lokasinya tidak jauh dari Apartemen Rakyat yang dibangun oleh Distarcip Kota Bandung. “Alhamdulillah, mudah-mudahan kawasan Rancacili ini menjadi percontohan untuk kebutuhan hunian kota,” tutur Ridwan.

Menindaklanjuti program Apartemen Rakyat ini, dalam waktu dekat Pemkot Bandung akan menggelar seleksi bagi calon penghuni apartemen baru tersebut. Seleksi ini bertujuan untuk memastikan agar calon penghuni benar-benar berasal dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

“Kita ingin memastikan bahwa yang mendaftar dan mendapatkan keistimewaan ini adalah mereka-mereka yang berpenghasilan rendah, dan sistemnya nanti sangat adil,” kata penerima anugerah Satyalencana Pembangunan 2016 ini.

Apartemen Rakyat di Rancacili ini diprioritaskan akan menampung masyarakat pindahan dari Kiaracondong dan Babakan Siliwangi. Selain itu, masyarakat dari daerah kumuh lainnya akan direlokasi ke apartemen ini.

Seiring dengan kebutuhan hunian yang tidak sedikit, Ridwan berharap tidak hanya bisa membangun satu apartemen dalam satu tahun. “Mimpi saya sih, kalau mau mengejar Malaysia, Singapura, dan lain-lain, minimal 10 tower pertahun,” ujar Ridwan. Namun karena keterbatasan anggaran, ia mengatakan akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. “Tapi mimpi itu terus kita kejar,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Menurut Anda --->

0 komentar:

Post a Comment